
"Le, rencanamu yang mau bikin rumah sakit itu gimana? Masih mau dilanjut?"
Sore itu, Paklik, Zakki dan Sea sedang menikmati sore di gazebo belakang rumah. Gazebo tersebut langsung menghadap pemandangan sawah yang hijau, ditambah dengan udara yang sepoi-sepoi membuat suasana di sana makin syahdu saja.
Sea sedikit terkejut dengan pertanyaan Paklik kepada Zakki. Selama ini pemuda itu tak pernah membicarakan rencana ini padanya. Namun, Sea selalu berusaha sadar dan mengerti, mungkin memang belum waktunya dia diberi tahu.
"Rencana itu pasti akan tetap aku jalankan, Paklik. Tapi untuk kapan waktunya, aku belum tahu. Di samping karena aku mau sekolah spesialis dulu, sekarang aku juga butuh pendapat Sea dan keluarganya. Secepatnya mereka akan ikut menjadi bagian penting dari hidupku."
Sea yang awalnya sedang sibuk memangku toples khong guan tapi isinya renginang itu langsung menoleh. Dia memandang tak percaya dengan ucapan Zakki. Setelah dibikin mendadak rebahan di jalanan seperti tadi pagi, jangan sampai kali ini pemuda itu membuatnya mendadak mandi kembang di sawah.
"Maksudnya gimana, Sayang?" tanya Sea penasaran.
Paklik tersenyum tipis mendengar panggilan Sea kepada Zakki. Sedangkan dokter muda itu sendiri menghela napas pasrah. Dia sedikit menyesal membiarkan Sea memutuskan sendiri panggilan untuknya, karena terkadang gadis itu tak tahu diri dan tak tahu tempat Seperti sekarang contohnya.
Zakki memutar tubuhnya menghadap Sea, dia menatap gadis di sampingnya itu dengan senyuman manis.
"Mumpung kita lagi bahas soal ini, sekalian aku mau ceritain salah satu mimpi yang pinginnya segera aku wujudin."
Zakki menjeda ucapannya, dia melihat ke arah Sea yang langsung berkonsentrasi kepadanya.
"Dari dulu, semenjak aku lulus menjadi seorang dokter, aku pingin banget membuat rumah sakit di desa ini. Di sini, hanya ada klinik kecil, setiap ada pasien dengan penyakit sedikit berat dan harus rawat inap mereka harus ke kota dulu dan jaraknya tak main-main, satu jam dari sini. Gak semua pasien bisa bertahan selama itu."
Zakki kembali menjeda ucapannya. Kali ini dia mengambil tangan Sea dan membawa dalam genggamannya.
"Oleh sebab itu, aku pingin banget bantuin warga sini dengan memberikan fasilitas kesehatan yang mumpuni buat mereka. Tapi, karena sekarang aku sendiri punya mimpi yang pingin aku wujudin bareng kamu, jadi persetujuan dan keikhlasanmu aku butuhin di sini. Karena kalau rumah sakit itu benar-benar sudah berdiri, aku mau kita habisin sisa hidup bersama di desa ini, mengabdi sampai menua di sini. Dan aku maunya bareng kamu."
Ucapan Zakki spontan menghipnotis Sea. Untuk pertama kalinya gadis petakilan itu tak tahu harus menjawab apa. Bukan karena dia tak mau tinggal di desa itu, sungguh bukan! Sea justru merasa terharu karena belum apa-apa Zakki sudah melibatkannya ke dalam impian lelaki tersebut.
Kemarin Zakki sendiri yang meminta waktu untuk menjadikan Sea hanya satu-satunya di hatinya. Namun, mendengar pernyataan Zakki seperti ini, sungguh Sea tak perlu ragu. Dia sudah teramat yakin bahwa suatu saat nanti dia akan menjadi satu-satunya di hati lelaki tersebut.
Paklik yang mendengar percakapan sepasang sejoli itu memilih undur dari sana. Dia merasa, Zakki dan Sea membutuhkan waktu berdua untuk membahas ini.
Juragan Ipan tak pernah mempermaslaahkan dengan siapa akhirnya nanti Zakki menghabiskan sisa hidupnya. Baginya, melihat Zakki sudah mulai bangkit dan melupakan Saras sudah kebahagian baginya. Dan dia yakin, Sea adalah gadis yang pas untuknya.
Tanpa sadar mata Sea berkaca-kaca. Zakki yang melihatnya dengan sigab mencoba menghapus air mata yang hampir luruh itu. Baginya, air mata tetaplah air mata, selama Zakki ada di sana, tak boleh ada sedikit pun air mata yang keluar, apalagi dari mata gadis yang dia sayangi.
"Hei, kenapa nangis?" tanya Zakki lembut.
"Kamu, Ka- kamu bikin aku mewek aja," jawab Sea dengan suara sedikit bergetar.
__ADS_1
"Lah emang aku ngapain? Mukul juga enggak "
"Ya Allah, aku ini terharu. Peluk atau apa kek, gak peka banget jadi laki."
Zakki mengerutkan alis bingung. Selama ini baru Sea yang mengatainya gak peka. Selama ini dikalangan dokter dan teman-temannya, Zakki adalah orang yang paling peka terhadap sekitar. Dia yang paling tanggap dengan kebutuhan pasien hanya dengan melihat.
Dan sekarang dia dibilang gak peka? Yang benar saja.
"Ngapain mesti meluk? Lah aku cuma tanya, kamu mau nggak tinggal di desa ini besok kalau udah nikah, lah aku butuhnya jawaban. Jadi, kenapa malah harus ada adegan peluk-pelukannya."
Sea melirik tajam dengan bibir cemberut, Zakki yang masa bodoh dengan tingkah gadis bocahnya itu justru melepaskan genggamannya dan beralih mengambil es teh sisri yang ada di hadapannya.
Zakki menoleh lagi. "Jadi gimana? Mau gak? Kalau gak mau, ya udah, kita LDR'an aja setelah nikah. Kamu lanjutin kuliah yang bener di sana, aku ngurus rumah sakit."
Sea mencibir, bisa-bisanya lelaki di hadapannya itu berpikir begitu. Bukannya membujuk atau bertanya dengan benar, eh dia malah kasih saran yang menyesatkan.
Sea mengangguk-angguk sok mengerti, kemudian terbesit dipikirannya untuk menggoda dokter kesayangannya itu.
"Boleh juga idenya, karena kamu jauh jadi kalau ada apa-apa aku bisa minta bantuan Ardan. Bisa nongkrong-nongkrong juga kayak kemarin-kemarin."
Sea mengalihkan pandangan saat Zakki langsung menatapnya tajam. Demi menahan tawanyabyang hampir meledak, Sea sengaja mengambil gelas minumannya.
Zakki mengulurkan tangan, menjewer kuping Sea dan mengarahkan wajah gadis itu untuk melihatnya.
"Aww ... sakit, tau!"
"Bodo amat. Tadi bilang apa, hah?" tanya Zakki masih dengan posisi yang sama.
Sea berusaha melepaskan jeweran Zakki, tapi gagal. "Ya, kan bener. Masa iya kalau aku butuh apa-apa nungguin ketemu dulu sama kamu. Ada yang deket juga, kenapa gak dimanfaatin."
Mendengar jawaban Sea, Zakki makin gencar menarik jewerannya. Sejujurnya dia tak tega, tapi salah sendiri gadis itu berani bermain-main dengannya.
Melihat Sea yang makin kesakitan, akhirnya Zakki melepaskan jewerannya. Sea menggosok-gosok telinganya yang memerah. Benar-benar KDRT ini.
"Kamu boleh jalan dengan Ardan, bahkan dengan laki-laki lain pun boleh, tapi bawa dulu di ke hadapanku." Kali ini Zakki menatap ke arah Sea dengan raut muka serius.
"Kenapa? Mau dihajar dulu?"
"Bukan. Mau aku pastiin apa yang bisa dia lakukan untukmu. Meskipun aku tak percaya ada orang yang bisa bahagian kamu melebihi aku."
__ADS_1
Sea specles.
Akhir-akhir ini dia selalu dikejutkan dengan tingkah dan ucapan Zakki yang tak terduga. Lihat saja, bagaimana bisa dia jatuh cinta atau bahkan selingkuh dengan lelaki lain jika di hadapannya sudah ada sumber bahagianya?
Sea tersenyum, dia mendekat ke arah Zakki dan bergelanjut manja di bahu Zakki.
"Aku selingkuh dengan lelaki lain? Mana bisa. Pawangnya aja udah paket komplit."
Zakki terkekeh mendengar ucapan gadis itu. Dia mengulurkan tangan, mengacak-acak gemas rambut Sea.
"Tapi sebenarnya kalau dipikir-pikir ide LDR itu boleh juga sih. Aku bisa ngerekrut suster-suster muda di sini."
Sea mendongak seketika, menatap Zakki yang kini juga melihatnya dengan menaik turunkan alis. Tak banyak bicara, Sea langsung mendekatkan kembali wajahnya ke Bahu Zakki.
"Awwwww. Seaaaa!"
Sea tersenyum puas setelah melepas gigitannya. Dia melihat Zakki yang sibuk menggosok-gosok bahunya.
"Kamu sinting, ya! Baru gigit bahu aja sakitnya kayak gini, gimana kalau gigit yang lain."
"Ya, sudah. Ayo kita coba dan buktikan."
"Jangan mimpi!"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Yuhuuuu ... ayam kaming.
Gimana liburannya? Seru kagak? Dapat angpau berapa?πππ
Mumpung masih lebaran, Minta maaf lahir batin lagi, boleh yakk. Maaf kalau ada salah-salah kataππ
Pembukaan setelah lebaran kita manis-manis dulu, yakk, panjang lagiπ Eh, tapi aku juga gak tau apa adalagi adegan sedih-sedihnyaπ
Buat yang tanya dan bilang Saras mana? Udah nyimpang jaug dari judul? Hai, kalau kalian udah sampai di part ini, berarti kalian udah baca note aku di part-part sebelumnya, ya. Berarti kalian udah paham kan?ππ
Oh, ya, Untuk kalian yang baca karyaku SETEL KENDOR di WP, maafin yakk, kayaknya gak bakal tak lanjut, eventnya udah kelar dan aku gak bisa ngejarπ€£π€£
Oke, selamat membaca
__ADS_1
Kecuo jauh untuk kalian semua,πππ