Bibit Unggul Mas Duda

Bibit Unggul Mas Duda
Daerah kekuasan Zakki


__ADS_3

Zakki menyipitkan mata saat sinar matahari menerobos masuk melewati celah-celah jendela kaamrnya. Udara yang sejuk menyambutnya pagi ini. Suara kambing dan ayam yang bersahutan menjadi pembuka hari. Benar-benar khas pedesaan yang telah lama Zakki rindukan.


Pemuda itu bangkit dari ranjang, berjalan sedikit sempoyangan menuju kamar mandi. Usai membersihkan diri Zakki keluar kamar dan tempat pertama yang menjadi tujuannya kali ini adalah kamar Sea. Dia yakin betul gadis itu pasti masih meringkuk di bawah selimut, apalagi udara sejuk seperti ini, pasti membuatnya enggan meninggalkan kasur.


“Sea, bangun. Sudah siang,” panggil Zakki saat sudah berdiri di depan kamar gadis tersebut.


Diketuknya pintu beberapa, tak ada sahutan. Pasti sesuai dugaannya, gadisnya itu pasti masih terlelap. Zakki memegang handel pintu, saat dia hendak membuka pintu suara gaduh dari luar membatalkan aksinya.


Dahi Zakki berkerut. Suara itu terdengar familiar di telinganya.


Ngobrol dengan Siapa yang sedang paklik?


Suara tawa itu makin kencang, ditambah


suara paklik nya yang juga terdengar begitu bahagia. Tak mau mati penasaran, Zakki memutuskan untuk keluar dan melihatnya.


Zakki sedikit terkejut saat melihat Sea dan pakliknya justru sedang asyik memberi makan ayam-ayamnya. Meskipun dengan sedikit berteriak-teriak, tapi Sea terlihat begitu asik dengan tingkahnya.


Sea gadis yang supel dan ramah, jika sekarang juragan Ipan terlihat begitu akrab dengannya, itu bukan hal yang aneh. Sea selalu bisa membuat nyaman semua orang disekitarnya.


Zakki menyandarkan bahunya di pintu. Matanya memandang lekat-lekat ke arah Sea. Gadis itu tertawa, sesekali sedikit berlari saat induk ayam mengejarnya. Sea bahkan terlihat tak jijik saat memberi makan ayam, bahkan tangannya sudah terlihat tak karuan. Benar-benar gadis yang unik.


Diam-diam bibir Zakki tersungging, dia tak menyangka gadis yang masih belasan tahun itu mampu mencuri perhatiannya setelah dia merasakan kesakitan yang amat dalam.


Hatinya memang belum sepenuhnya menerima Sea, tapi dia tak mau memungkiri dia sudah teramat nyaman berada didekat gadis itu.


Sea yang periang membuatnya lupa dengan kesakitannya. Sea yang unik membuatnya tak berhenti menggelengkan kepala. Sea yang konyol membuat hidupnya penuh warna. Dan Sea yang terkadang begitu sabar dan pengertian membuatnya tak punya alasan untuk pergi dari sisinya.


Ya, Sea mempunyai banyak definisi lain dalam hidupnya


Zakki melangkah mendekat saat dia melihat Sea sudah berganti aktifitas. Gadis itu sekarang justru mencoba menaiki sepeda gunung jaman dulu milik pakliknya. Sea yang semampai alias semeter tak sampai harus susah payah menaiki sepeda tersebut.


“Kamu ngapain?” tanya Zakki saat sudah berdiri tepat dibelakang gadis tersebut.


“Hah?” Sea melonjak seletika saat tiba-tiba Zakki berdiri dibelakangnya.


Gadis itu nyengir, dibanding rasa kagetnya, dia justru lebih malu karena ketahuan tak bisa menaiki sepeda tersebut.


“Gak sampai?” tanya Zakki lagi sembari menaikkan satu alisnya.


“Kata sapa gak sampai? Sampai kok, Cuma aku masih pingin lihat-lihat ini aja. Maklum aku dulu dilarang papa sama mama naik sepeda, jadi mumpung sekarang mereka gak ada, ya, aku pingin nyoba.”

__ADS_1


Zakki mengangguk-angguk seolah mengerti.


“Mundur!” perintah Zakki.


“Kenapa?” protes Sea.


“Mama sama papa memang gak ada. Tapi di sini kamu tanggung jawabku. Mereka gak lihat bukan berarti kamu bisa ngelakuin apapun, selain ada Tuhan yang lihat, kamu juga udah mengkhiaati kepercayaan mereka. Jangan-jangan kamu juga begitu juga kalau gak ada aku, hmm?”


Sea langsung menciut, jika Zakki sudah berkhotbah sepanjang itu, jelas keputusannya sudah final dan jangan harap bisa diganggu gugat.


“Aku Cuma penasaran, Sayang. Sebentar aja, please,” rengek Sea memohon.


“No! Sepeda ini terlalu tinggi untuk kamu, kamu bisa jatuh nanti!”


Dengan hati dongkol Sea meletakkan kembali sepedanya, dia berbalik dan hendka menjauh dari sana. Langkah Sea terhenti saat tiba-tiba Zakki menahannya.


“Mau kemana?”tanyanya.


“Masuk.”


“Katanya mau main sepeda?”


“Katanya gak boleh? Ketimbang ati dongkol gegara lihat doang tapi gak bisa naikin, mending aku masuk aja.” Sea sewot. Bibirnya mengerucut sempurna, zakki hampir saja tidak bisa menahan tawa melihat kelakuannya.


Sea menautkan kedua alisnya. Bingung.


"Kamu emang gak boleh naik di depan, tapi kalau di boncengan? Boleh. Buru naik keburu aku berubah pikiran," lanjut Zakki lagi yang langsung disambut senyum semringah oleh Sea.


Tak perlu menunggu perintah dua kali, Sea langsung naik ke boncengan belakang Zakki.


"Sudah siap?" tanya Zakki


Sea mengacungkan jempolnya. "Siaap!"


"Oke, sesuai aplikasi, Sayang."


"Eh?" Sea yang awalnya bersemangat langsung terdiam begitu mendengar sapaan Zakki terhadapnya.


Selama ini, sejak insiden protesnya Zakki dipanggil dengan sebutan dokter. Hanya Sea lah yang memanggilnya dengan sebutan sayang. Zakki? Boro-boro.


Dan hari ini, perdana lelaki itu memanggil Sea dengan sebutan Sayang.

__ADS_1


Fix! Sea sudah kenyang sebelum sarapan.


"Pegangan! Jangan malah bengong begitu, nanti jatuh!" omelan Zakki spontan membuat Sea tersadar.


Gadis itu buru-buru memeluk pinggang Zakki dengan erat. Sedikit berlebihan untuk ukuran naik sepeda saja.


"Sayang," panggil Sea saat sepeda mulai jalan.


"Hmm."


"Boleh ganti tujuan gak?"


"Kemana?"


"KUA?"


"Gak Ada! Di sini bukan lapaknya Rayshaka apalagi si berondong Arjuna. Disini daerah khusus kekuasaan Zakki, dokter ganteng yang menggemaskan dan juga menyayangimu."


Bruuk!


Zakki seketika menghentikan sepedanya dan menoleh ke belakang. Dia sedikit terkejut saat melihat Sea tiba-tiba saja rebahan di jalanan.


Ya, meskipun bukan ucapan cinta, setidaknya ini pernyataan manis Zakki untuk Sea. Jangankan untuk rebahan di jalan, rebahan di ranjang pun Sea siap. Eh🙈


"Kamu ngapain sih? Emang kamu pikir ini lagi dibawah sinar bulan sampai kamu rebahan di sana?"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Yuhuuu ... partnya kelewat gaje, yak? Maap, ini maksain😅😅


Part ini akan menjadi part terakhir sebelum lebaran yak. Kita ketemu lagi setelah lebaran, kapan pastinya? Kagak tau. Aku juga butuh waktu buat ngitung ampau🤣🤣🤣


Finally,


Minal Aidzin walfaidizin, yak.


Maaf lahir batin semuanya🙏🙏


Maaf jika aku gak sengaja salah ucap atau nyakitin hati kalian. Sejujurnya saya hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa🙏


Sampai ketemu setelah lebaran, ya❤️❤️

__ADS_1


Kosong-kosong, Yak


Kecup jauh untuk kalian semua😘😘


__ADS_2