
Zakki melepas kacamata hitamnya dan melangkah penuh dengan percaya diri setelah menemukan targetnya. Pemuda yang saat ini memakai kaos oblong dipadu celana jenas hitam dilengakapi dengan jaket kulit berwarna coklat itu terlihat begitu mempesona.
Soon Joong Ki
Bukan! Bukan!
Bukan Zakki yang mirip Soon Joong Ki. Zakki memang tampan, tapi kalau dibanding Soon joong Ki jelas masih kalah jauh karena soon joong ki itu jodoh author. Eh!
Oke, skip! Gak penting!
Zakki terus melangkah menuju sekumpulan para gadis yang terlihat sedang berbincang-bincang di pinggir lapangan. Hari ini, pemuda itu sengaja mengganti jatah liburnya demi mendamaikan lagi negara yang hampir hancur sebelum berperang.
“Selamat siang.”
Empat gadis yang sebelumnya sedang asyik sendiri itu langsung mendongak saat mendengar salam yang datang tiba-tiba. Terkesima, terpesona, takjub dan kagum itulah yang ditunjukan oleh tiga gadis yang melongo melihat kedatangan Zakki. Namun, berbeda dengan teman-temannya salah seorang gadis justru langsung melengos Meskipun tak bisa dipungkiri jika dia memang sedikit terkejut dengan kehadiran orang yang paling dia hindari itu.
“Siang, cari siapa, ya, Kak?” jawab salah satu gadis tersebut. Tiga gadis itu saling sikut, bahkan terang-terangan langsung berdiri berebutan tempat di sisi Zakki.
Melihat tingkah centil teman-temannya, sejujurnya Sea amatlah kesal. Bagaimana pun Zakki adalah kekasihnya, hak penuh miliknya, jangankan ada yang sok kecentilan seperti sekarang, Zakki dilirik saja dia tak terima.
“Saya-“
“Dia cari aku!”
Belum selesai ucapan Zakki, Sea langsung memotong begitu saja. Ketiga teman Sea itu langsung menoleh dengan dahi berkerut.
Sea memang selalu cerita jika dia punya pacar, tapi sampai sekarang teman-temannya itu belum ada yang mengetahui dengan pasti wajah pacar yang diakuinya itu. Bahkan di tiap story gadis itu wajah Zakki selalu ditutup stiker, takut pada naksirnya katanya.
“Bener kakak cari Sea?” salah satu teman Sea itu kembali memastikan.
Zakki tersenyum, kemudian mengangguk.
“Sea dia siapa? Ganteng banget. Kenalin dong.”
“Astaga Sea, kamu punya oppa-oppa ganteng begini ngapain diumpetin?”
Berbagai rengekan-rengekan menyebalkan di telinga Sea. Gadis itu makin keki saja melihat tingkah centil teman-temannya.
Alih-alih menjawab pertanyaan teman-temannya, Sea justru menatap tajam ke arah Zakki. Sea sebal sekali, kenapa hari ini Zakki harus berdandan setampan itu, padahal biasanya saat mereka bersama saja Zakki benar-benar tak peduli penampilannya. Ya, meskipun dia masih terlihat sangat tampan juga sih.
Zakki yang sadar Sea sedang menatapnya menyunggingkan sebuah senyuman untuk kekasihnya itu. lagi-lagi bukannya membalas, Sea malah melengos cepat. Membuat zakki gemas sendiri.
“Kak, kamu belum jawab, kamu siapanya Sea?” Pertanyaan yang sama kembali teman Sea utarakan.
“Saya-“ ucapan Zakki kembali menggantung. Dia melirik Sea yang lagi-lagi menatapnya tajam. Zakki mengartikan tatapan Sea itu sebagai bentuk larangan dan ancaman.
__ADS_1
“Saya sopir pribadi Nona Sea.” Jawab Zakki dengan tersenyum ramah.
Sea makin melotot mendengar jawaban Zakki, makin sebal lagi saat melihat binar-binar di mata teman-temannya. Mungkin mereka merasa menemukan peluang.
“Ya ampun, secakep ini cuma sopir? Tapi gak papa, kok. Kamu tetep cocok buat mengemudikan rumah tangga kita berdua.”
Zakki menahan senyum, bisa-bisanya dia digombalin sama bocah, ya biarpun dia juga jatuh cinta sama bocah.
Sea sudah tak tahan, secepat kilat dia menyeret Zakki menjauh dari sana. Gadis itu nampak begitu sebal, dia menghentak-hentakkan kakinya.
“Ngapain sih pakai ngomong begitu sama mereka?” Merasa sudah berada di tempat yang sepi, Sea menghentikan langkahnya.
Zakki mengerutkan kedua alisnya, bingung.
“Emang aku ngomong apa?” tanyannya.
“Ish ... ngapain pakai ngaku sopir segala?”
“Bukannya mata melotot tadi tanda bahwa aku gak boleh ngaku?”
Sea lagi-lagi menatap sebal ke arah Zakki. Dia mengangkat keuda tangan yang sedang terkepal di depan dadanya. Gemas sekali dengan ketidak pekaan Zakki.
“Terus berharap mereka punya peluang gitu?” cerca Sea dengan raut muka yang sama.
Zakki lagi-lagi dibuat bingung dengan kode-kode yang dibuat Sea. Dia ini dokter, mana paham dengan rumus kode-kode? Lagi pula anak matematika, IPA, IT apapun itu yang biasa main kode pasti juga gak akan ngerti dengan kode para wanita. Mereka terlalu rumit dari rumus itu sendiri.
Bukannya dijawab, Sea malah melotot lebar.
“ouw ... oke, lain kali jangan biasa pakai kode-kode, Sayang. Aku gak negrti.” Usai berkata demikian, Zakki langsung berbalik.
“Eh, mau kemana?” tanya Sea buru-buru.
“Mau balik ke mereka, mau klarifikasi kalau aku ini bukan sopir, tapi calon suami kamu.” Zakki menaik turunkan alisnya, bangga dengan dirinya sendiri karena mulai peka sekarang.
“Gak perlu! Pulang!”
Sea berbalik, berjalan meninggalkan Zakki sendiri. Zakki pikir, sifat pekanya kali ini akan mendapat sambutan manis, tapi ternyata malah dapat pelototan tajam. Cewek memang makluk ajaib.
“Oke, kita pulang naik ini.” Zakki menunjukan sebuah motor kepada Sea. Gadis itu sedikit terkejut, bahkan bisa dibilang sedikit bingung.
“Motor siapa?” tanyanya.
“Motor punya bapak bengkel. Keadaan yang kita hadapi sekarang ini berawal dari sini, mobilku mogok dan aku datang terlambat untuk menjemputmu, hingga sampai akhirnya aku bertemu dengan mantanmu dan aku cemburu tanpa alasan yang jelas. Karena kau gak mungkin memutar waktu dan kembali ke waktu itu, aku ingin memulainya lagi. Hari itu, aku sengaja libur kerja biar bisa jemput dan jalan sama kamu, tapi ternyata semesta sedang tak bersahabat. Jadi, biarkan aku menebusnya sekarang.”
Zakki meraih tangan Sea, digenggamnya tangan gadis itu erat. Tak lupa sebuah senyuman dia perlihatkan.
__ADS_1
“Untuk apa?” tanya Sea singkat.
“Maksudnya?”
“Untuk apa kamu ngelakuin ini?”
“Karena aku ingin menebus kesalahan.”
Sea tersenyum tipis, dia menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. “Jangan memaksakan diri menjadi orang lain kalau kamu tak merasa nyaman dengan ini.”
“Sea, aku-“
Sea menarik tangan yang tadi dalam genggaman Zakki. “Aku hargai banget usaha kamu untuk minta maaf, tapi saat ini masalah diantara kita bukan hanya sekedar salah paham dan cemburu buta. Beberapa hari ini aku sudah berpikir, mungkin memang salahku yang terus menganggumu hingga akhirnya kamu terpaksa menerimaku dalam hidupmu. Kamu berusaha menyakinkan dirimu sendiri bahwa akulah orang yang kamu cari, tapi nyatanya? Aku bahkan gak pernah ada di hatimu.”
“Bukan begitu, Sea,” ucap Zakki melemah.
“Terus gimana? Atau karena kamu kasihan kepadaku? Aku udah kayak pengemis yang ngejar-ngejar kamu dan demi menutupi rasa sakit hatimu karena di tinggalkan kamu berusaha mencoba untuk bersamak-“
“SEA STOP!” bentakan Zakki membuat Sea langsung terdiam.
Zakki meraih tangan Sea kembali. “Jangan mengatakan apapun jika itu menyakiti kita. Aku memang salah, aku memang gak pernah peduli dan peka sama kamu, tapi bukan berarti perasaanku ke kamu itu fana. Aku sering berdoa, berharap kamu bukan hanya sekedar aku inginkan, tapi ternyata benar, kamu lebih dari itu. aku butuh kamu, Sea. Aku butuh kamu dihidupku, aku butuh kamu untuk mengisi kekosongan hatiku, aku butuh kamu sebagai pelengkap dan penyempurna ibadahku. Aku butuh kamu,”
Sea tak bereaksi, dia masih diam di tempat mematung tanpa sepatah kata pun.
“Aku pernah begitu berharap kepada Saras, pernah percaya bahwa kami ditakdirkan bersama, aku menunggu terus menunggu hingga takdir menemukan kami. Semua terasa indah saat aku berhasil menemukannya, meskipun tak bisa kupingkiri aku sudah sangat yakin Saras punya hati sama Mas Damar. Namun, itu semua tak meruntuhkan keyakinanku, aku yang tumbuh bersamanya dulu, jadi kalaupun ada yang lebih berhak darinya setelah orang tuanya, ya itu Cuma aku.
Tapi ternyata, aku terlalu sombong. Tuhan menamparkan dalam rentang waktu singkat. Aku patah, aku hancur saat melihat Saras sah menjadi milik orang lain. Detik itu juga aku mulai menutup diri, aku menjaga jarak dengan apapun yang melibatkan hati, hingga akhirnya kamu datang.
Awalnya, aku memang terganggu denganmu. Aku muncul dan mengganggu hari-hariku yang mulai tenang, hingga akhirnya kamu juga berhasil menghancurkan benteng pertahananku. Aku kira rasa sukaku hanya datang sesaat, tapi ternyata kamu berhasil membuatnya melekat. Aku sayang kamu, Sea. Jadilah labuhan terakhirku, jadilah tujuan terakhir dihidupku dan alasan untukku mengakhiri pencarianku selama ini."
Beberapa saat lamanya, kedua orang itu hanya saling tatap, tanpa sepatah katapun. Hingga akhirnya, Sea lebih dulu bereaksi, dia menarik kembali tangannya yang masih berada di dalam genggaman Zakki.
"Jangan mengambil keputusan terburu-buru. Jangan menentukan pilihan saat hatimu masih ragu. Aku masih akan memberimu waktu untuk berpikir. Datanglah lagi saat hatimu benar-benar yakin dengan apa yang kamu katakan."
Lagi dan lagi, Sea pergi meninggalkan Zakki yang terdiam mendengar ucapannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Yuhuu ... mari kita buat Zakki terkatung-katung terlebih dahulu😂😂😂
Btw, di groub chat aku lagi ngadain GA nih, gak gede sih hadiahnya, cuma pulsa 10.000 doang buat 3 orang pemenang.
Eventnya gampang, cuma bucinin authornya😂😂 pakai qoutes bisa, pakai pantun pun bisa. Dan kalau beruntung, selain pulsa qoutes beserta nama kamu juga bakalan masuk di novel ini part selanjutnya.
Berminat? Hanya untuk yang berminat aja sih😅
__ADS_1
Kecup jauh untuk kalian semua😘