
Zakki menoleh kaget saat melihat Sea tiba-tiba masuk ke mobilnya dan dengan santai duduk di sampingnya.
"Mau ngapain?" tanya Zakki dengan menatap penuh tanya.
"Mau balik lah ke apartemen."
"Bukannya kamu mau nginep?"
"Gak jadi, besok aja. Sekarang mau pacaran aja," jawab Sea dengan senyum malu-malu.
"Pacaran sama sapa?" tanya Zakki pura-pura tak mengerti.
"Sama dokter ganteng sebelah aku," jawab Sea dengan senyum mengembang melihat ke arah Zakki.
Hati gadis itu sedang subur-suburnya sekarang. Tak hanya bunga, sayur-sayuran, buah-buahan bahkan tanaman kaktus pun lagi mekar-mekarnya. Sea yang awalnya ingin memberi kejutan kepada orang tuanya justru mendapat kejutan luar biasa dari Zakki.
Dokter ganteng idaman hatinya itu tanpa bicara dulu padanya tiba-tiba saja melamarnya secara tidak langsung kepada kedua orang tuanya. Awalnya Sea berpikir meskipun sudah mendapat lampu hijau untuk meluluhkan hati Zakki dia masih butuh perjuangan dan waktu yang lama untuk benar-benar masuk ke kehidupan Zakki. Tapi nyatanya, dokter itu terlalu susah ditebak.
Zakki menaikkan kedua alisnya, menatap Sea dengan tersenyum miring. "Siapa yang mau pacaran sama kamu?" ucapnya yang membuat senyuman di bibir Sea hilang seketika.
"Lah terus, maksud ngomong sama papa mama tadi, apa?"
"Omongan yang mana?" Lagi-lagi Zakki pura-pura tak mengerti. Entahlah, menggoda Sea sekarang menjadi hal menyenangkan baginya.
Zakki sendiri tak paham mengapa secara tiba-tiba mengatakan itu kepada kedua orang tua Sea. Namun, hatinya sudah membaik berkat kehadiran Sea. Meskipun belum terlalu yakin, tapi Zakki sadar Sea sudah berhasil masuk dan menempati salah satu sudut ruang hatinya. Dan karena tak mau kehilangan lagi, Zakki memilih bergerak lebih cepat sekarang.
"Ish ... nyebelin! Hobi banget, ya jatuhin orang tiba-tiba. Tadi aja manisnya mengalahkan sirup marjan, sekarang balik lagi kayak es batu yang nempel di frezer," omel Sea tanpa menghadap ke arah Zakki.
Tawa Zakki hampir saja meledak mendengar ocehan Sea, tapi di tahannya. Lelaki ltu mencondongkan badannya menghadap Sea.
"Terus maunya gimana?" tanyanya dengan nada yang lebih manis.
"Ya, rayu kek, di apain gitu, udah main lamar gak pakai ijin. Minimal tembak dulu gitu biar dengan bangga aku bisa bilang punya pacar dokter." Lagi-lagi Sea mengomel tanpa melihat sedikit pun ke arah Zakki.
Zakki menahan senyum, dia mengulurkan tangan menyentuh dagu Sea dan mengarahkannya untuk melihat kearahnya.
__ADS_1
"Pacaran dan kata tembak-tembakan itu hanya untuk mereka yang berniat main-main. Dan itu bukan tipeku. Sekali aku mengijinkan seseorang untuk masuk ke hatiku, maka kupastikan dia tak akan lepas lagi. Aku suka pembuktian, tak cuma kata-kata manis yang semua orang bisa lakukan. Dan meminta kamu langsung kepada orang tuamu itu sudah jadi bukti bahwa aku serius, apa itu kurang dari sekedar main tembak-tembakan?"
Sea yang ditatap Zakki seintens itu hanya bisa menelan ludah. Sumpah demi apapun, Sea tak salah melabuhkan hatinya. Biarlah dia ketinggalan jaman dengan pacaran tanpa adegan tembak-tembakan, yang terpenting Zakki sudah dia dapatkan sekarang.
Tatapan mereka masih terkunci. Mendadak Sea menutup mata, berharap ada sebuha kecupan manis yang dia dapatkan siang ini. Lama menunggu, tak ada tanda -tanda sebuah benda lain menyentuh bibirny.
"Ngapain merem-merem begitu?" tanya Zakki yang langsung membuat mata Sea terbuka.
"Eh, gak ada adegan sun bibir atau minimal kening gitu?" tanya Sea cengo.
Tangan Zakki yang sedari tadi di dagu Sea langsung berpindah mendorong kening Sea pelang dengan telunjuk tangannya.
"Jangan mesum dan jangan mimpi!" jawab Zakki yang langsung meredupkan harapan Sea.
Zakki kembali memutar tubuhnya, mulai menjalankan mobilnya dan berlalu dari halaman rumah Sea.
Sesekali Zakki melirik gadis di sampingnya yang masih cemberut itu. Dia tersenyum tipis, gemas melihat tingkah Sea yang masih seperti anak kecil. Bohong kalau Zakki berkata tak ingin menyentuh gadis itu, apalagi Sea adalah gadis yang cantik dan begitu menggemaskan. Dia sendiri yang meminta ijin untuk menjaga dan melindungi gadis itu sekarang, jadi meskipun zakki sangat tahu bahwa Sea begitu pasrah padanya, tapi tentu saja Zakki tak ingin mengambil kesempatan yang tak halal baginya itu.
"Kami memang belum mengenalmu dengan baik, bahkan bertemuan kita hanya dua kali ini, sempat ngobrol pun hanya sekali ini. Tapi Om yakin kamu anak baik dan bisa diandalkan. Jadi, tak ada alasan kami melarangmu untuk menjaga Sea. Kami berikan kepercayaan penuh tentang Sea kepadamu."
Masih teringat bagaimana setiap detil jawaban Papa Sea kepada dirinya tadi. Dan itu adalah amanat yang harus Zakki pegang teguh.
"Ardan, boleh diangkat?" pamit Sea kepada Zakki.
"Angkat aja, kenapa mesti minta ijin," jawab Zakki datar. Tentu saja jawaban itu tak sesuai isi hatinya. Dia sedang cumburu sekarang.
"Ouw ... oke. Biasanya kalau nelpon jam segini Ardan bakalan ngajak ketemu dan jalan sih. Ya, meskipun kadang sekedar makan siang. Boleh, ya, dijawab?"
Tak menjawab pertanyaan Sea, Zakki sedari tadi melirik ke arah gadis itu. Sea hampir memencet tombol hijau, tapi tangan gesit Zakki yang menarik handphonenya membuat dia sedikit kaget.
"Gak usah keluar. Ke apartemen aja, masakin sop. Sapa tau nanti aku bangun tidur kelaparan," ucap Zakki tanpa menatap Sea
Diam-diam Sea tersenyum senang. Tak perlu ada pengakuan, Sea paham Zakki sedang dilanda cemburu.
"Ciee ... cemburu, ya? Mulai posesif nih?" goda Sea sembari menoel-noel lengan Zakki.
__ADS_1
"agak usah banyak omong, aku lagi nyetir."
Sea tak lagi bicara. Hatinya sedang bahagia sekarang jadi dia tak mau merusak moment indah ini dengan kemarahan Zakki.
***
"Aku mau istirahat dulu. Kamu bisa ke kamar kamu yang kemarin kalau istirahat. Masih utuh," ucap Zakki saat mereka sudah sampai di apartemen.
Tadinya Zakki menyuruh Sea kembali ke apartemennya sendiri. Tapi gadis itu menolak, mau masak di apartemen Zakki saja katanya. Zakki tak melarang, lagi pula dia takut kalau bukannya masak Sea justru pergi bersama Ardan.
"Siap. Dokter istirahat saja. Nanti aku bangunkan kalau sudah hampir magrib." ucap Sea yang langsung diangguki Zakki.
Zakki masuk ke kamarnya. Sedang Sea langsung berjalan menuju pantry. Gadis itu melihat persediaan makanan di kulkas. Kosong.
Tak banyak buang waktu Sea langsung keluar menuju supermarket dia apartemen tersebut. Dia membeli segala macam buah dan sayur untuk mengisi kulkas Zakki.
Setelah satu jam berbelanja kini saatnya Sea mulai masak. Gadis itu mulai sibuk dengan pekerjaannya. Sesekali melihat ke arah youtube untuk melihat bahan apa yang dia butuhkan. Ya, Sea masih butuh bantuan aplikasi tersebut untuk memasak.
Lama Sea berkutat dengan pekerjaannya, hingga tak sadar dengan seseorang yang tiba-tiba saja berdiri di belakangnya.
"Aromanya sepertinya enak," ucap Zakki tepat dibelakang Sea. Sea menegang, tak menyangka Zakki akan bangun secepat ini dan berdiri di belakanganya dengan jarak sedekat ini.
"Pinternya calon istri."
Belum sempat Sea menjawab lagi-lagi Sea dibikin melongo karena Zakki tiba-tiba memberikan sebuah kecupan singkat di pipinya. Dan apa tadi dia bilang? Calon istri? Fix! Zakki tak hanya lupa cuci muka, dia juga lupa belum cebok sepertinya.
"Aku mandi dulu, nanti kita makan bareng," sambung Zakki lagi dan berbalik pergi.
Zakki berlalu begitu saja tanpa memedulikan Sea yang masih mematung dan mendadak tak waras karena tingkah tiba-tibanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Selamaaaat hari minguuu.
Sengaja part manisnya di up di hari libur, biar kamu yang baper bisa langsung mencari targetnya🤣🤣🤣
__ADS_1
Selamat membaca dan berbaper ria. Aku pamit mau beli Nasi pecel dulu, maklum Guys aku butuh banyak tenaga buat menghadapi kenyataan melihat si dia duduk di pelaminan🤣🤣🤣
Kecup jauh untuk kalian semua😘😘