Bibit Unggul Mas Duda

Bibit Unggul Mas Duda
Nikah Muda?


__ADS_3

"Halo, Assalammualaikum."


"Waalaikumsalam. Cuma mau ngabari aku gak pulang, ya. Reno sakit aku mau gantiin dia jaga."


Sea mendadak senyum-senyum sendiri mendengar laporan dari Zakki. Sudah berasa jadi istri aja di pamitin kek gini.


"Oke. Tapi emangnya gak ngantuk?"


"Ntar kalau sepi bisa nyuri-nyuri waktu istirahat sebentar, lah."


"Oke. Jangan lupa sarapan dan makan, ya?"


"Iya. Kamu lagi dimana? Ngampus, kan?"


"Iya. Kuliah udah kelar tadi, ini lagi makan, laper."


"Makan di mana?"


"Cafe dekat kampus."


"Sama siapa?"


"Ardan."


kriik ... kriik ... bukannya menjawab, justru suara jangkrik yang terdengar.


"Tunggu di sana! Aku jemput!"


"Loh, Kanโ€“" Belum selesai ucapan Sea, telepon di seberang sana sudah ditutup begitu saja. Membuat gadis itu hanya mengangkat bahu tak mengerti.


"Siapa?" tanya Ardan.


"Kesayangan."


"Makin lancara aja nih, kayaknya."


Sea hanya terkekeh, dia mengambil minuman dan langsung menenggaknya.


"Aku harus patah berkali-kali dulu buat dapat kebahagiaan ini. Tapi, aku gak keberatan. Semuanya terbayar lunas sekarang."


"Ya, ya, ya, berhadapan dengan orang yang lagi kasmaran memang sedikit susah. Terus tadi kenapa mendadak matiin telepon?" tanya Ardan lagi.


"Dia mau nyusul kemari. Padahal katanya mau gantiin jaga temannya yang lagi sakit."


"Wow, mulai posesif, nih?"


"Tak masalah. Itu tandanya dia beneran cinta. Ya, meskipun dia gak pernah menyatakannya sih."


"Oke-oke. Terserah katamu saja. Aku balik dulu, sebentar lagi masih ada kelas. Lagian aku males jadi obat nyamuk kalian."


Sea terkekeh. Ardan bangkit dari tempatnya, meraih dan tas dan melambaikan tangan kemudian berlalu. Sea melihat kepergian sahabatnya itu dengan sebuah senyuman. Sea berharap Ardan akan menemukan orang yang lebih baik darinya. Secepatnya.


Hampir dua puluh menit Sea menunggu, akhirnya Zakki datang juga. Lelaki itu mengambil tempat duduk tepat di samping Sea.


Sea memperhatikan Zakki dengan seksama. Lelaki di sampingnya itu tampak begitu lelah. Napasnya terengah-engah. Tapi wajar juga sih, soalnya Zakki sedari tadi memang lari-lari di pikirannya.


"Habis ngapain? Kok capek banget kelihatannya?" Akhirnya Sea tak tahan untuk tidak bertanya.


"Tadi ngebut," jawab Zakki singkat. Lelaki itu masih memyandarkan tubuhnya di sofa belakangnya.


"Kok ngebut? Emang mau ngejar apaan?"


Zakki membuka mata, dia langsung menegakkan tubuh dan memandang sekitar.

__ADS_1


"Katanya makan sama Ardan?" tanya Zakki kembali memalingkan wajah ke arah Sea.


"Udah balik dari tadi, dia ada kelas." Sea menghentikan ucapannya. "Jangan bilang ngebut gara-gara cemburu?" sambung Sea lagi sembari terkekeh.


"Ck!" Zakki mendengkus. "Pesenin minum, dong. Haus."


"Makan gak?" tanya Sea sebelum berdiri.


"Kamu masih lama gak? Keburu nunggu aku makan?"


"Keburu, kan udah gak ada kuliah." Zakki hanya mengangguk.


"Makan apa?" sambung Sea lagi.


"Terserah kamu saja." Sea langsung bangkit dari tempatnya, berjalan menuju tempat pemesaanan.


Zakki hanya mengamati Sea dari tempatnya. Tubuhnya terasa begitu lelah, jarak dari rumah sakit ke kampus Sea tidaklah dekat. Mungkin membutuhkan waktu 45 menit, itu pun kalau tidak macet. Dan dia tadi? Hanya dua puluh menit, dia benar-benar gila-gilaan tadi.


Zakki yang awalnya bersedia menggantikan Reno langsung meralat ucapannya. Dia beralasan ada urusan keluarga yang urgent, dan bodohnya semua teman-temannya percaya. Keluarga yang mana? Zakki hanya sendiri di kota ini. Urusan keluarga apa yang diselesaikan tanpa cuti?


Hanya mendengar nama Ardan, Zakki langsung kalang kabut. Bukan sekali ini Zakki tertarik kepada seorang gadis, bersama Saras dulu, Zakki tak seprotek ini. Dan sekarang? Mungkin rasa sakit benar-benar membuat Zakki lebih waspada.


Zakki melihat Sea sedang mengobrol dengan dua orang yang memesan makanan. Kalau dilihat sertinya mereka adalah sepasang kekasih.


Sea kembali dengan makanan di nampan, dia meletakkan di depan Zakki. Menatanya agar pemuda itu bisa langsung makan.


"Siapa mereka?" tanya Zakki saat Sea sudah duduk di sampingnya.


"Ouw, mereka. Itu Ray dan Tita. Tita itu teman sekelasku, dan Ray suaminya."


"Sudah nikah?" tanya Zakki dengan mengangkat kedua alisnya.


"Iya, nikah muda. Seru tahu. Kemana- mana ada yang jagain, mau ngapa-ngapain juga halal. Aku juga pingin nikah muda," ucap Sea antusias.


"Kamu ngode?" tanya Zakki seraya menengok ke samping, ke arag Sea.


"Ngode?" Sea bertanya balik. Bola matanya memutar ke atas, mencoba berpikir dengan pertanyaan Zakki.


Sesaat kemudian Sea tertawa. "Aku tahu maksudnya. Aku cinta sama dokter aja ngomongnya blak-blakan, terus ngomong soal ini kenapa harus kode-kodean? Tapi, kalau dokter mau sih, aku juga ayok, aja. Enak gak perlu kuliah."


Zakki menjetikkan jarinya ke dahi Sea pelan. "Jangan mikir aneh-aneh. Kuliah aja dulu yang bener."


"Aku bisa kuliah dan jadi istri yang baik, kok."


"Kemarin ada ujian kan? Sudah keluar nilainya?" Zakki mencoba mengalihkan pembicaraan. Membicarakan soal menikah dengan Sea tak akan ada ujungnya.


Sea mengangguk. "Tapi percuma, nilainya gak sempurna. Gagal dapat ciuman." Sea tertunduk lesu.


Zakki terkekeh, "Besok usaha lagi. Mana lihat?"


Sea membuka handphonenya, menunjukan nilainya yang memang di umumkan lewat WAG kelas.


Zakki mengamati, meskipun tak sempurna tapi nilai Sea sudah meningkat dari sebelumnya.


"Gak papa, besok usaha lagi." Kali ini Zakki mengulurkan tangan, mengusap lembut pucuk kepala gadis di sampingnya itu.


"Tapi gak semangat, gak dapat cium."


"Belajar itu diniati buat masa depan, buat diri sendiri. Bukan malah buat dapat cium."


"Tapi itu kan penyemangat."


Zakki bangkit dari tempatnya. "Terserah kamu saja. Ayo pulang! Tapi aku mau bayar dulu."

__ADS_1


Sea mengangguk, lantas berdiri dan keluar lebih dulu. Menunggu lelakinya di parkiran.


Dua puluh menit perjalanam terlewati. Zakki dan Sea kini sudah berdiri di depan unit Zakki.


"Mau di sini apa ke tempat kamu sendiri?" tanya Zakki saat mereka sudah berdiri tepat di depan unitnya.


"Aku balik aja, ya? Dokter istirahat saja, nanti biar aku yang masak, nanti aku bangunin kalau sudah sore," ucap Sea dengan senyuman.


"Oke."


Sea berbalik hendak melangkah, tapi lengannya tertahan oleh Zakki. Pemuda itu mendekat, mendaratkan sebuah ciuman yang cukup lama di dahi Sea.


Sea kaget setengah mati, tapi hatinya otomatis berbunga. Zakki memang tak terduga, semua tingkahnya yang dadakan sering kali membuat Sea salah tingkah. Namun, tentu saja Sea senang.


Zakki melepas ciumannya, membelai sebelah pipi Sea yang sudah memerah. "Terima kasih sudah berusaha. Belajar yang giat lagi," ucap Zakki dengan senyuman.


"Kalau dapat nilai bagus, ada hadiahnya lagi gak?" Sea menaik turunkan alis, mencoba bernegosiasi.


Zakki memutar bola matanya, dia mencoba berpikir apa yang bisa menjadi lecutan semangat buat Sea.


"Oke. Tapi sekarang gak cuma satu mata kuliah, aku mau semua mata kuliah kamu dapat nilai bagus. IPK yang sempurna, gimana?"


Sea membulatkan mata, mengejar satu mata kuliah itu saja dia kelabakan apalagi semua mata kuliah.


"Semua? Yang benar saja? Terus apa hadiahnya?"


Zakki mendekatkan wajahnya ke arah Sea, menunduk dan mensejajarkan wajahnya biar lebih dekat. "Kalau hadiahnya nikah muda?" Kini ganti Zakki yang menaik turunkan alis.


Sea langsung menganga, hadiahnya kali ini benar-benar tak terkira, dan tentu saja sangat menggiurkan.


"Mau-mau!" Sea langsung mengangguk berkali-kali


"Mangkanya belajar yang rajin."


Zakki berbalik badan, hendak membuka pintu unitnya.


"Aku ikut masuk, ya?"


Zakki yang sudah membuka pintu menoleh. "Katanya mau balik ke tempat kamu sendiri?"


"Gak jadi. Lagi pingin deket-deket dokter aja." Sea mendekat ke arah Zakki, mencoba mendekat lan tubuhnya ke arah Zakki.


"Aku mau tidur. Sana!" Zakki mendorong pelan tubuh Sea hingga ke depan unitnya. setelah itu dia langsung berbalik dan masuk.


"Dokter, Ih! Aku mau ikut!" rengek Sea


"Gak!" Zakki langsung menutup begitu saja unitnya. Tak memedulikan Sea yang mencak-mencak tak karuan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Panjang, Gak?


Panjang, Gak?


Panjanglah ... 1000 kata lebih banyak itu๐Ÿ˜…


Puasa kurang berapa hari, Guys?๐Ÿ˜…


Eh, ada yang baca novel di WP kagak? Kalau ada follow akunku Guys, aku lagi ikut event di sana. Ada satu cerita on going yang bisa kalian ikutin.


Erin_FY itu nama akunnya.


Wes, ah. Aku kenyang habis buka.

__ADS_1


Mumpung udah magrib, Nih kecup jauh untuk kalian semua๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2