
Sedikit gemetar Sea mengangkat kotak berwarna merah yang ada di samping jurnal tersebut. Tak ingin makin penasaran, gadis itu langsung membuka kotak tersebut.
Sea menatap kotak tersebut dengan sedikit bingung. Buat apa kotak kosong ada di sini? Dan disaat bersamaan lampu seketika menyala. Sea langsung mengamati sekitar, dia menganga tak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.
Sebuah meja yang tak terlalu jauh dari tempatnya duduk penuh dengan menu makanan, bahkan ada lilin yang menerangi meja tersebut. Pandangan sea beralih pada hiasan di kanan kiri meja tersebut. Ada lampu warna-warni yang menerangi sekitarnya. Tempat yang semula gelap gulita itu mendadak terang dan indah.
Kini Sea beralih melihat ke arah lurus di depannya. Di sana, lelaki yang selama ini menghuni hatinya sedang duduk dengan membawa gitar di tangannya. Zakki memakai jas setelan warna hitam dengan rambut yang disisir berbeda dari biasanya, Zakki terlihat sempurna.
Sea tak bisa berkata-kata lagi melihat apa yang sedang dia saksikan ini. Gadis itu hanya mampu menutup mulutnya sembari menatap Zakki yang sedari tadi tersenyum ke arahnya.
Ya, meskipun dalam hati Sea masih penasaran banget kenapa itu kotak kosong. Bukannya harusnya ada cincin di dalamnya?
Zakki mulai memetik gitarnya. Sebuah nada mulai teralun.
Dengarkanlah wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
Tuk yang pertama
Dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Dengarkanlah wanita impianku
Malam ini akan kusampaikan
Janji suci satu untuk selamanya
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
Tuk yang pertama
Dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
__ADS_1
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Akulah yang terbaik untukmu
Mata Sea mulai berkaca-kaca mendengarkan bait demi bait lagu yang Zakki mainkan. Siapa yang sangka, lelaki yang dulunya begitu cuek, kaku dan begitu susah ditaklukan malam ini justru melakukan hal romantis seperti ini kepadanya? Ya, meskipun Sea akui suara Zakki gak bagus-bagus amat.
Zakki turun dari kursinya, berjalan dengan pelan menuju Sea berdiri. Seulas senyum masih lelaki itu tampilkan. Benar-benar makin menyempurnakan penampilannya.
Zakki tiba ditempat Sea berdiri. Kedua orang itu kini saling berhadapan dengan saling melempar senyuman.
“Sea, ini bakal jadi pertanyaan yang pertama dan terakhirku. Setelah ini, jangan pernah berharap aku akan bertanya lagi, maka dari itu jawabanmu akan berpengaruh di sini. Aku juga gak mau mendengar jawaban lain selain ‘ya’ jadi, kalau kamu bermaksud memberi jawaban lain, silahkan kamu pikir-pikir terlebih dahulu.”
Zakki merendahkan tubuhnya di depan Sea. Lelaki itu berlutut sembari meraih telapak tangan Sea.
“Sea Amarta, aku tak akan memintamu menjadi istriku, karena bagiku, aku membutuhkanmu lebih dari itu. aku ingin kamu menjadi sahabatku, tempat untukku berbagi segala rasa yang aku dapatkan, baik suka maupun duku. Aku ingin kamu menjadi adikku dan aku menjadi kakakmu, orang pertama yang akan kamu cari saat kamu merasa kesulitan, orang yang akan selalu melindungimu layaknya saudara. Aku juga ingin kamu menjadi ibuku, orang yang selalu kuingat setiap waktu, orang yang kasih sayangnya selalu tulus hingga akhir hayat dan orang yang selalu menjadi alasanku untuk pulang. Dan terakhir, aku ingin kamu menjadi ibu dari anak-anakku, orang yang akan melahirkan benih-benih penerus kehidupan kita berdua dan ibu tempat anak-anakku bergantung nanti.”
Zakki menjeda ucapannya sejenak. Dia menatap Sea yang masih mematung di depannya.
“Mungkin aku egois dan seenaknya sendiri, tapi percayalah bagiku kamu memang seistimewa itu. aku membutuhkanmu bahkan tanpa kamu sadari itu. kamu penerang saat langkahku mulai gelap. Kamu penyejuk saat panas amarah menguasai. Bahkan kamu adalah air saat dahagaku tak lagi bisa di bendung. Ya, kamu segalanya untukku.”
“Jadi, Sea Amarta. Maukah kamu mendampingi orang biasa dan bukan apa-apa ini sampai kita menua nanti?”
Tak langsung menjawab, Sea justru sibuk menghapus air matanya. Zakki benar-benar manusia yang sangat sulit sekali dia prediksi isi otaknya.
“Jawab dong, pegel ini.” Protes Zakki yang langsung membuat mata Sea mendelik.
“Apaan? Katanya sayang, tapi pemaksa banget. Lagian kamu ngerusak moment aja. Dan lagi, ya, aku ini bukan pasienmu, seenaknya saja ngatur gak boleh ngomong enggak. Emangnya-“
“Jawabannya hanya Ya, Sea. Hanya satu kata bukan satu paragraf seperti omelanmu.”
Protesan Zakki langung menghentikan ucapan Sea. Zakki tetaplah Zakki, mau seromantis apa pun suasananya, dia akan tetap menyebalkan.
“Emang perlu ditanya lagi jawabannya apa?”
Zakki langsung tersenyum lebar lelaki itu bangkit dari tempatnya, dipandangnya Sea sejenak dan langsung membawa gadis itu ke pelukannya.
“Kamu cerewet banget,” ucap Zakki masih dengan memeluk erat Sea.
Sea memukul pelan bahu lelakinya itu tapi bukannya marah sebuah kekehan tawa terdengar dari mulut Zakki.
__ADS_1
“Kirain kita beneran batal nikah tahun ini,” omel Sea saat pelukan mereka sudah terlepas.
Zakki terkekeh. “Kamu udah kelihatan ngebet banget pingin nikah. Jadi, daripada aku hanya jadi tamu undangan di nikahanmu besok, Ya sudahlah gak papa sesekali aku melanggar janji sendiri.’’
Dua orang yang masih saling berhadapan itu tertawa bersama. Untuk beberapa saat pandangan mereka saling terkunci. Hingga tanpa Sea sadar, telapak tangan Zakki sudah membelai lembut pipinya.
Zakki mengusap lembut pipi Sea dengan jempolnya, ditatapnya lekat-lekat wajah gadis yang sebentar lagi menyandang status istrinya itu. alunan musik yang Zakki putar tadi masih mengalun lembut, mengiringi suasana romantis dua insan yang sedang dimabuk cinta itu.
Perlahan, wajah Zakki mulai mendekat. Entah memang karena terpengaruh suasana atau karena naluri ilmiah, kedua orang itu spontan saling menutup mata.
Jujur saja saat ini Sea sedang gugup setengah mati. Tapi bukankah malam seperti ini yang sudah dia nantikan sejak dulu?
Wajah Zakki semakin dekat. Bahkan hembusan napasnya pun sudah bisa Sea rasakan.
Semakin dekat ....
Semakin dekat ....
Dan ....
“Ouw ... kalian nyuruh ke sini Cuma buat pamer adegan beginian?”
Suara cempreng Reno sontak membuyarkan adegan 21+ yang hampir tercipta. Zakki langsung melepas tangannya dan mundur beberapa langkah, begitu pun Sea.
“Aku datang tak tepat waktu, ya? Maaf. Kirain adegannya udah kelar,” ucap Reno sembari terkekeh.
“Lagian mau ngapain sih ke sini? Ngerusak moment saja,” omel Sea yang dongkol setengah mati.
"Kamu gak aneh lamaran tanpa cincin?" ejek Reno dengan senyum kemenangan.
Zakki langsung mendelik ke arah Reno. Ya, sesaat setelah mengetahui Sea sedang menuju rooftop Zakki baru ingat jika cincinnya masih tertinggal di rumah sakit.
Sebenarnya Zakki sudah membelinya seminggu lalu. Tapi bukan namnya yang ada di cincin tersebut, malah nama Hakki yang terukir di sana. Jadilah Zakki mengembalikan cincin itu untuk diukir ulang.
Sea sendiri baru sadar tentang kotak cincin yang kosong itu.
"Eh, iya. Cincinnya gak ada. Tapi biarpun begitu kamu gak boleh ganggu acara orang seenaknya. Gak sopan!"
Bukannya mendukung ucapan Sea, Zakki justru mendorong pelan dahi Sea dengan telunjuk tangannya.
“Sudah bagus dia datang tepat waktu, ngurangin perbuatan dosa.” Ucap Zakki yang membuat Sea melotot dan Reno tertawa menang. Kurang ajar sekali memang si Reno itu.
“Ish ... emang kita mau ngapain? Cuma ciuman doang."
“Sama aja itu dosa bagi yang bukan muhrim, Toples micin!” sahut Reno yang makin membuat sea sebal.
“Mulai besok kalau bisa jangan sering-sering berkeliaran di depanku kalau kita hanya berdua.”
“Lah kenapa?” tanya Sea bingung.
“Karena sejak malam ini, kamu sudah terlihat berbeda di depanku."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Yuhuuu ... dua bab sekaligus untuk pengganti hilangku kemarin, yakk😁😁
Gambar hanya pemanis, jadi jangan dijadikan patokan beneran, yak😅😅😅
__ADS_1