Bibit Unggul Mas Duda

Bibit Unggul Mas Duda
Harta, Tahta dan Sea Amarta


__ADS_3

Bibit Unggul Mas Duda


Part 91


🎵 Aku masih ada di sini, masih dengan perasaanku yang dahulu


Tak berubah dan tak pernah berbeda, aku masih yakin nanti milikmu.


Aku masih di tempat ini, masih dengan setia menunggu kabarmu.


Masih ingin mendengar suaramu, cinta membuatku kuat begini.


Aku merindu,


kuyakin kau tahu,


tanpa batas waktu,


kuterpaku.


Aku meminta,


walau tanpa kata,


cinta berupaya.


Engkau jauh di mata, tapi dekat di doa


Aku merindukanmu ...


Aku masih di dunia ini, melihatmu dari jauh bersama dia.


Walau pasti kuterbakar cemburu, tapi janganlah kau kemana-mana


Aku merindu,


kuyakin kau tahu,


tanpa batas waktu,


kuterpaku.


Aku meminta,


walau tanpa kata,


cinta berupaya.


Engkau jauh di mata, tapi dekat di doa


Aku merindukanmu ...


Tipis, tapi ada gurat senyum yang terlihat di bibir Zakki. Entah sadar atau tidak, dia bahkan memutar lagu itu berkali-kali. Lagu kiriman dari nomor yang Zakki tahu persis milik siapa.


Sejak tiba di rumah sakit dan duduk di mejanya, kegiatan Zakki ditemani lagu dan suara merdu gadis si pengirim pesan.

__ADS_1


Ya, Lagu yang dia putar kini berasal dari suara asli Sea, dengan petikan gitar yang pas dengan nadanya, mengiringi suara indah Sea.


Zakki terkekeh sendiri, mengingat bagaimana tak ada hentinya gadis itu mengirim pesan-pesan tak penting.


Gadis Sinting


Pak Dokter, tahu gak apa persamaan aku dengan penjual tahu bulat?


Suara mereka untuk menarik pelanggan, dan suaraku untuk menarik hatimu.


Begitulah kira-kira beberapa pesan masuk yang kadang membuat Zakki menggelengkan kepala. Terkadang, sifat gesrek gadis itu mengingatkannya kepada Saras, namun bedanya, hatinya tak merespon penuh. berbeda sekali jika pesan-pesan itu datang dari Saras.


Pintu terketuk, perlahan kemudian terbuka, Zakki mendongak, terlihat Dokter Reno mendekat dan mengambil tempat duduk di hadapannya.


Jam kerja Reno sebentar lagi berakhir, dan digantikan oleh Zakki yang sudah siap bertugas.


"Enak banget itu musik, tapi bukan penyanyi aslinya, kan, ya?" tanya Reno sembari mulai membuka-buka file pasiennya.


"Bukan, tapi aku gak tahu siapa penyanyi aslinya" jawab Zakki memusatkan perhatian ke Reno.


"Lagu demenan emak-emak nih. Gara-gara film yang lagi tenar itu, noh semua pasien yang habis melahirkan anaknya dikasih nama Aldebaran semua," ucap Reno yang membuat Zakki terkekeh.


"Jangan-jangan kamu juga salah satu fans film itu? buktinya sampai hafal nama pemerannya," selidik Zakki yang justru mendapat lemparan bulpoin dari Reno.


"Gimana gak hafal, lah tiap ada pasien periksa, mereka pasti bilang aku mirip Aldebaran itu, lah bukannya dia yang mirip-miripin mukaku? kenapa jadi aku yang dituduh mirip dia," protes Reno yang malah membuat Zakki tertawa lebar.


"Kamu kalah tenar, Bro."


"Tu lagu diputer mulu perasaan," tanya Reno lagi.


"Emang suara sapa?"


"Sea."


"Gadis sinting itu? jiaaah ... nolak-nolak tapi mau juga. Jilat ludah sendiri." ucap Reno yang mendapat tatapan tajam Zakki.


"Jangan ngasal! aku justru mau tanya, kamu yang ngasih nomor handphoneku ke dia?" Zakki menatap Reno.


"Asal nuduh aja! sumpah kali ini bukan kerjaanku." Zakki mengagkat tangannya, menunjukkan tanda dua jari.


"Lah terus sapa?"


"Mana aku tahu? tanya saja orangnya."


"Gak bakalan ngaku." Zakki dan Reno saling diam, seorlah mencari jawaban yang tak kunjung dapat.


"Eh, undangannya Saras, sudah kan?" Reno membuka kembali obrolan. Zakki mengangguk mengiyakan.


Kemarin, Saras memang memberi tahu Zakki bahwa dia akan memberi undangan. Awalnya, dia bahagia akan bertemu lagi dengan Saras, tapi nyatanya, undangannya malah diantar orang lain.


"Cantik yang nganter. Dia apanya Saras?" Kali ini Reno bertanya dengan mata berbinar.


"Siapa?"


"Lah itu fungsinya aku tanya, malah tanya balik lagi. Dia pakai seragam, baby sitter kayaknya."

__ADS_1


"Ouw, mungkin itu Arin. Baby sitternya Langit, anak Saras. Naksir?"


"Sedikit."


"Besok tak kenalin."


"Siaapp."


Dan siang itu berakhir dengan obrolan ufaedah antara Zakki dan Reno. Bahkan mereka sampai lupa membahas pasien yang biasanya mereka lakukan. Obrolan tentang wanita memang selalu menyenangkan.


***


"Dok ada pasien baru, cuma luka goresan kecil," ucap salah seorang suster yang sedang berdiri di depan pintu ruangan Zakki.


"ok." Zakki bangkit dari duduknya, berjalan beriringan dengan sang suster menuju UGD.


Zakki membulatkan mata saat melihat sang pasien yang sudah cengar-cengir duduk di tempat tidur pasien.


"Kamu ngapain lagi?" tanya Zakki saat mendekat ke arah Sea.


"Ngobatin luka, lah, Dok. Sambil ngobatin rinduku," ucap Sea tanpa dosa.


Gadis itu lantas mengulurkan tangan, Zakki mau tak mau menerima uluran tangan itu.


Zakki memeriksa luka, bahkan luka itu panjangnya gak sampai saru centimeter, gadis aneh memang.


"Pakai di opname gak, Dok?" tanyanya sembari menatap lekat Zakki.


"Luka begini saja gak perlu opname. Cukup dibersihkan, di balut sedikit, aku kasih antibiotik, sudah kamu pulang." jelas Zakki tanpa melihat sedikitpun ke arah Sea.


"Lah, nanti kalau tetanus gimana, Dok?"


"Luka ini gak ada tanda-tanda buat tetanus."


"Memang bukan luka ini, tapi luka rindu di dalam dadaku," ucap Sea lagi sembari memainkan matanya. Persis orang ayan, batin Zakki.


Zakki masih berkonsentrasi membersihkan luka Sea, dia berharap tugasnya ini segera selesai dan dia bisa terhindar dari gadis sinting ini.


"Dokter, tahu gak apa tiga hal yang bisa menggoyahkan iman lelaki?" Zakki hanya meliriknya sekilas, tak berniat menanggapi.


"Harta, tahta, dan Sea Amarta. Jadi, berdekatan denganku seperti ini, tidakkah menggoyangkan imanmu, Dok?" Sea lagi-lagi meluncurkan aksi gombalnya.


Zakki yang sudah selesai membersihkan lukanya, segera mencatat obat dan menyerahkannya kepada suster yang sedari tadi terkekeh di sampingnya karena ucapan Sea.


Lelaki itu berbalik, berlalu dari hadapan Sea. Gadis itu hanya mengerucutkan bibir, Sebal karena tak digubris sedikit pun oleh sang dokter.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hayooo ... yang bacanya sambil nyanyiin lagunya sapa? Kita sama🤣🤣 Aku bahkan yang dari kemarin gak ada ide, mendadak ada ide gegara habis nonton filmnya😅😅


Penggemar Aldebaran gak boleh protes kalau nyatanya Dokter Reno mirip Dia, karena kenyataannya Reno memang ganteng, dalam versiku🤣🤣🤣


Selamat liburan, yee, Damar Saras libur dulu, mereka lagi nyiapin resepsi.


Mohon maap kalau part ini agak gaje, kita seneng-seneng dulu bareng Sea dan Zakki.

__ADS_1


Kecuo jauh untuk kalian semua😘😘


__ADS_2