Bibit Unggul Mas Duda

Bibit Unggul Mas Duda
Terima Kasih


__ADS_3

Bibit Unggul Mas Duda


part 92


Sea melajukan mobilnya meninggalkan parkiran rumah sakit. Hatinya dongkol bukan kepalang, ternyata meluluhkan hati dokter ganteng itu amatlah susah.


"Dok, kenapa sih gak di opname saja?" ingatannya melayang pada kejadian di rumah sakit tadi.


"Gak ada alasan kamu buat diopname. Kami bisa dibilang menyalahi prosedur kalau nekat memberi perawatan kepada orang yang sakit aja enggak." bantah Zakki sembari menatap Sea penuh.


"Tapi ini jariku sakit." Sea menunjukkan jari telunjukknya yang baru saja Zakki obati


"Itu luka kecil, Sea. Kamu saja yang berlebihan. Itu juga pasti cuma tergores benda yang tak terlalu tajam. Di saat orang lain bersusah payah mencari uang untuk makan, kamu malah menghambur-hamburkan uang buat berobat luka kecil begini." Untuk pertama kalinya, Zakki berbicara panjang pada Sea.


Lelaki itu berpikir sudah saatnya gadis itu dewasa. Usianya memang masih sembilan belas tahun, tapi setidaknya di usia segitu gadis itu bisa membedakan mana yang perlu dan tidak.


"Dokter, benar." Suara Sea melemah, gadis itu tertunduk. "Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya butuh teman. Setidaknya di sini, aku masih berbincang dengan para suster atau dokter sendiri," lanjut Sea dengan tetap menunduk.


Zakki terdiam, hatinya mendadak merasa tak enak karena sudah membentak gadis itu.


"Gadis seusiamu mustahil tidak punya teman. Lagipula, ini rumah sakit, bukan mall tempat main-main." Suara Zakki merendah, tak tega kalau harus marah lagi kepada Sea.


"Iya. Maaf. Aku balik." Sea berbalik, tanpa menatap Zakki sedikitpun.

__ADS_1


Zakki menghela napas menatap kepergiaan Sea. Belum saatnya kamu mengenal cinta, Sea. Usiamu masih terlalu muda, masih waktunya bersenang-senang, batin Zakki sembari berbalik berlawanan arah dari Sea.


Sesaat kemudian Zakki tersadar, kalau dia berkata seperti itu tentang Sea, lantas apa kabar dirinya? yang dengan bodohnya mencintai selama itu dan parahnya lagi, Tak terbalas. Zakki geleng-geleng kepala, Cinta terkadang semunafik ini.


***


Sea membelokkan mobilnya pada bangunan megah di depannya. Seorang security dengan sigab membukakan pintu mobil miliknya.


"Makasih, ya, Pak," ucap Sea sembari tersenyum.


"Sama-sama, Non."


Sea berbalik, masuk ke dalam rumahnya. Rumah? ah, bahkan Sea ragu benarkah bangunan ini bernama rumah. Bukankah rumah itu tempat untuk kembali pulang? bukankah rumah juga tempat kita melepas lelah dari segala runinitas di luar sana? Dan bukankah rumah juga tempat berkumpulnya semua keluarga setelah berpisah seharian? Namun, nyatanya? apa yang Sea dapatkan? Tak lebih dari bangunan megah tak berpenghuni.


"Non, sudah pulang. Mau mbok siapkan makan?" Seorang wanita paruh bayah lari tergopoh-gopoh menyambut kedatangan Sea.


Usai mengatakan itu, mata Sea tertuju pada sebuah undangan di meja ruang tamu. Matanya berbinar saat melihat nama dan foto yang tertera di dalam undangan itu.


"Mbok, ini siapa yang anter?" tanya Sea kepada wanita di depannya itu.


"Bibi gak kenal, Non. sepertinya cuma orang suruhan. Itu undangan buat Papa non Sea," jelasnya yang di angguki Sea.


Sea merasa memang dia dan dokter Zakki memang berjodoh. Selalu ada kesempatan baginya untuk bertemu dengan sang dokter.

__ADS_1


"Tunggu aku, Dok," ucapnya sembari melonjak dan berjalan menuju kamarnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Haloo ... Maaf ya, kalau part ini gak ada sangkleknya. Selera humorku lagi anjlok banget🙈🙈


Aku mau jawab beberapa pertanyaan nih. Kenapa sih Zakki Sea sekarang muncul terus? Terus kenapa sih Sea dan Zakki gak dibuatin cerita sendiri saja?


Jadi begini,


Aku gak mungkin buatin Sea dan Zakki cerita baru karena buat dapat kontrak di sini tuh butuh perjuangan banget. Harus dapat 20ribu kata atau 20 episode dulu baru di kontrak, sebelum itu? aku gak dapat apa-apa, Guys.


Belajar dari pengalaman dari 'Dikejar Om Seksi' Sampai sekarang cerbung itu belum kontrak loh, aku masih terus ngejar biar paling tidak menghasilkan. Belum lagi buat narik pembaca, aku bawa kalian dari sini ke sana aja susah banget, loh, Guys. padahal ceritany sama-sama seru, tapi tetap saja pembacanya tak sebanyak di sini. Itulah sebabnya aku gak pingin bikin cerita baru.


Jadi, kamu nulis buat dapat duit, Thor? Sejujurnya, Iya. Buat penulis recehan dan gak fames seperti aku ini, berapa pun uang yang masuk ke pandapatan harian aku syukuri banget, loh, Guys. Beda sama mereka yang sudah punya nama, sekali kedip jutaan masuk ke rekening. Sedangkan aku, harus tertatih dulu buat bisa naik.


Ya elaaah, malah jadi curhat kan🙈🙈


Intinya, mungkin cerita Saras dan Damar akan tinggal beberapa part lagi, karena makin ke sini, aku juga yakin kalian makin bosan. Aku sendiri juga bingung harus di jalanin kemana lagi. Untuk itulah mungkin akan aku tamatin dan lanjut cerita Sea dan Zakki.


Jadi, buat yang gak tertarik lagi dengan Sea dan Zakki, dipersilahkan dengan hormat buat gak ngikutin, daripda ninggalin coment-coment yang ujung-ujungnya nyakitin. Ini hanya novel, Guys, jangan nambah dosa dengan hal-hal yang sebenarnya bisa ditinggalin.


Dan untuk yang tetap setia, terima kasih. Tanpa kalian, aku bukan apa-apa di sini, tanpa kalian, mungkin tulisanku hanya menjadi tumpukan cerita tanpa makna. Sekali lagi terima kasih, semoga Allah selalu memberikan rezeki dan kebahagiaan buat kalian semua.

__ADS_1


Sudah, segini aja. Capek🤣, mungkin cuma aku, ya, satu-satunya Author yang kebanyakan curhat😅 maafin, yakk


Kecup jauh untuk kalian semua😘😘


__ADS_2