Bibit Unggul Mas Duda

Bibit Unggul Mas Duda
Ada apa?


__ADS_3

Pintu lift terbuka, menampilkan wajah seorang Zakki yang penuh dengan gurat-gurat kelelahan. Hari ada ada kecelakan beruntun, tak ada korban meninggal hanya saja banyak pasien yang terluka akibat kejadia tersebut.


Zakki yang harusnya pulang tadi pagi setelah sift malam, mau tak mau menunda kepulangannya karena membantu Reno yang sedikit kewalahan.


Setelah ini Zakki membayangkan mandi di bawah kuncuran shower dan setelah itu pergi tidur, ah rasanya sudah tak sabar padahal tinggal menunggu beberapa langkah saja.


Zakki tiba diapartemennya, saat hendak membuka pintu Zakki sempat melihat apartemen sebelah yang sedikit ramai.


Apartemen itu memang tidak kosong, seminggu sekali ada petugas kebersihan yang sepertinya sengaja untuk di utus untuk membersihkan.


Selama ini Zakki tak pernah melihat siapa pemiliknya. Mereka hanya datang sesekali itupun sehari dua hari setelah itu sepi lagi.


Saat kaki Zakki hendak melangkah masuk apartemennya, lankah zakki terhenti karena melihat seorang gadis yang keluar dari apartemen sebelah.


Zakki melonjak kaget, pun sama dengan gadis di seberang sana. Namun, itu tak berlangsung lama. Gadis itu langsung tersenyum lebar dan mendekat ke arah Zakki.


"Dokter ganteng!" pekiknya saat berada tepat di depan Zakki.


"Kamu? ngapain di sini? ngikutin aku, ya?" tanya Zakki dengan menatap tajam.


"Dih! GR! kemarin gak mungkin ngikutin karena aku gak tau kalau apartemen Dokter ada di sebelahku ini. Tapi karena sudah tahu, gak janji sih, kalau besok aku gak ngintilin," ujar Sea dengan tersenyum lebar.


Zakki memutar bola matanya malas, kenapa takdir begitu senang menggodanya seperti ini? Setelah berhasil lepas saat di rumah sakit, gadis ini sekarang malah muncul lebih dekat dengannya, tepatnya di sebelah apartemennya.


Zakki kembali membuka pintu apartemenya, saat dia hendak masuk lagi-lagi Sea menahan jalannya.


"Dok, sebagai tetangga yang baik, gak mau gitu nawarin buat mampir?" tanya Sea dengan begitu manjanya.


"Gak! capek mau istirahat!" ucap Zakki sembari menutup pintu apartemennya.


Sea yang awalnya tersenyum mania mendadak mengerucutkan bibir. Namun, akhirnya dia kembali tersenyum semringah, gak masalah, baru permulaan. Masih banyak waktu untuk mengambil hati Zakki lagi nanti.


Zakki mengerjab beberapa kali saat mendengar bunyi bel pintunya terdengar. Dia melihat ke arah jam yang sudah menunjukkan angka empat sore. Tak terasa dia sudah tidur tiga jam tadi.


Sebenarnya, biasanya Zakki bisa tidur lebih lama, apalagi hari ini dia pulang dan tidur lebih siang. Hanya saja, suara bunyi bel yang sedari tadi berbunyi membuatnya mau tak.mau beranjak dari tempat tidurnya.


Zakki berjalan gontai menuju pintu, dia sedikit melonjak kaget saat melihat orang yang berdiri di depan pintunya.


"Kamu? Ngapain sih ganggin orang terus?" omel Zakki dengan menatap tajam.


Gadis di depannya itu bukannya merespon malah menatapnya dengan tatapan, entah.


Sea begitu takjub saat melihat kondisi Zakki yang sekarang. Lelaki itu hanya menggunakan celana pendek selutut tanpa atasan. Kulit putihnya terkespos jelas, belum lagi otot-otot perutnya yang sudah membuntuk enam kotak-kotak.

__ADS_1


Dan rambut yang acak-acakan itu? Ah, Sea bahkan tak pernah melihat orang seseksi ini selain Zakki.


Zakki mengikuti arah pandangan Sea. Lelaki itu sedikit kaget saar melihat tubuhnya yang memang polos dibagian atas. Lelaki itu lantas masuk dan mengambil kaos yang ada di sofanya.


"Sudah puas lihatinnya? sekarang mau ngapain lagi?" tanya Zakki sinis.


Sea hanya tersenyum nyengir saat melihat muka jutek Zakki.


"Ini mau ngasih makan siang yang kesorean. Sebenarnya mau ngasih daritadi, tapi pasti dokter masih tidur."


"Harusnya sekarang aku juga masih tidur kalau gak ada orang gila yang memencet bel sampai sepuluh kali." Omel Zakki yang lagi-lagi membuat Sea tertawa.


"Maaf, Dok. Aku cuma gak mau dokter tidur dengan posisi perut kelaparan."


"Tanpa kamu kasih, aku sudah viasa cari makan sendiri. Jadi, jangan sok perhatian!"


"Akn aku cuma mau nunjukin rasa peduliku sama Dokter."


"Berlebihan."


Sea tak mau mengambil pusing ucapan Zakki. Gadis itu menyerahkan kotak makanan yang sedari tadi dia pegang kepada Zakki.


"Dokter makan dulu, setelah itu lanjut tidur lagi, janji aku gak bakal gangguin kok."


"Sudah kan? Makasih!" Zakki lantas mnutup kembali pintunya tanpa menunggu jawaban dari Sea.


Zakki berniat meletakkan makanannya itu ke meja makan dan lanjut tidur. Tapi sayangnya niatnya itu batal saat merasakan perutnya berbunyi.


Mau tak mau Zakki melangkah lagi menuju meja makan. Lelaki itu membuka kotak makan yang ada si didepannya. Nasi goreng seafood dengan tambahan telur mata sapi dan acar yang terlihat begitu menggugah selera.


Tak menunggu lama Zakki segera mengambil sendok dan menyantap makanannya.


Usai makan, Zakki segera berjalan lagi menuju tempat tidurnya. Lelaki itu langsung merebahkan tubuh dan melanjutkan mimpi-mimpinya. Boleh saja dia ganteng, tapi joroknya kagak pernah ketinggalan.


***


Zakki melonjak kaget saat memasuki lift. Seorang gadis dengan memeluk tubuhnya sendiri berdiri menunduk di pojokan. Yang lebih mencenangkan tubuhnya basah kuyub.


"Hei, kamu kenapa?" tanya Zakki saat memasuki lift.


Gadis itu mendongak, memandang Zakki sekilas dengan senyum dan kemudian kembali menunduk.


"Tubuhmu basah, kamu hujan-hujanan?" tanya Zakki lagi.

__ADS_1


"Mobilku ada di rumah, aku ke sini naik ojek."


"Sudah gede main hujan-hujanan," gerutu Zakki sendiri.


Sea tak lagi menjawab. Ada sedikit gurat tanya dalam benak Zakki. Gadis ini biasanya begitu ceria, tapi entah kenapa ada sorot kesedihan di matanya pagi ini. Ada apa dengannya?


Pintu lift terbuka, Zakki dan melangkah bersama menuju apartemen masing-masing. Bedanya, kali ini ada ocehan sedikitpun dari Sea. Gadis itu seolah menahan kesedihan.


Zakki berhenti tepat di depan pintu apartmennya. Entah mengapa ada sesuatu yang menahannya untuk tetap tinggal.


Dia melihat ke arah Sea yang berulang kali menekan paswordnya, tapi pintu tak kunjung terbuka. Entah karena kesal atau apa, Sea menendang keras pintunya.


"Arrrgh!" teriak Sea dengan terisak.


Zakki sedikit terhenyak melihat sikap Sea yang tiba-tiba bersikap seperti itu. Setelah meluapkan kekesalanya gadis itu duduk dan memeluk lututnya.


Zakki sedikit ragu untuk mendekat, tapi melihat kondisi gadis itu yang menangis dan basah kuyup entah kenapa hatinya iba.


"Kenapa dengan apartemenmu?" tanya Zakki yang akhirnya memutuskan mendekat Sea.


Sea mendongak, gadis itu terlebih dahulu menghapus airmatanya.


"Dokter sejak kapan ada di situ? Sepertinya pasword apartemen ini diganti sama papa. Aku menyesal kenapa tak lebih dulu menggantinya." Sea terkekeh, namun tak sedikitpun mengurangi guratan duka di matanya.


"Ya, sudah, pulang saja ke rumahmu."


Sea tersenyum, lantas menggelengkan kepalanya. "Dokter masuk saja, aku akan istirahat di lobby saja sembari menunggu teman yang bersedia menampung sementara."


Zakki berpikir sejenak. "Ayo masuk ke tempatku. Keringkan dulu bajumu."


Zakki melangkah ke depan pintu kamarnya. Sedang Sea terpaku di tempat mendengar ucapan Zakki.


Ah, Zakki sendiri bingung, apa yang membuatnya mengatakan itu kepada Sea. Yang jelas, ini akan membuatnya kesusahn sendiri.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Yuhuuu ... ada yang merindukanku, kah? maafin, ya, baru muncul. Aku lagi bingung mikirin part lanjutan cerita ini😅😅



Ada yang penasaran wajahku? Ini aku kasih wajah imutku yang menggemaskan🤣🤣🤣


Jangan lupa mampir ke Denis Mutia yakk

__ADS_1


Kecup jauh untuk kalian semua😘😘


__ADS_2