Bibit Unggul Mas Duda

Bibit Unggul Mas Duda
Kemeja Putih


__ADS_3

"Dok, boleh pinjam kamar mandi, gak?" tanya Sea saat sudah masuk ke dalam apartemen Zakki.


"Boleh, setelah itu kamu pakai kamar yang sebelah itu," ujar Zakki sembari menunjuk salah satu kamar yang terletak di sebelah kiri.


"Saya sudah makan, setelah ini mau istirahat sekalian. Kamu kalau lapar pesan saja, saya cuma punya mie instan sama telor di lemari. Itupun gak tau masih bisa dimakan atau enggak," lanjut Zakki yang diangguki Sea.


Zakki masuk ke dalam kamar, sesaat kemudian terdengar pintu di tutup. Sea memandangi sekeliling, untuk ukuran cowok kamar ini terbilang bersih. Aroma lavender dari parfum ruangan juga membuat tenang.


Sea masuk ke dalam kamar mandi. Bajunya sudah basah kuyup, tak mungkin dia memakai ini terus, bisa masuk angin nanti. Mau pinjam baju Zakki juga gak mungkin, lelaki itu pasti sudah tidur, dia akan ngamuk kalau Sea membangunkannya. Sea jadi bingung sendiri.


Usai mandi dan membersihkan diri, Sea melongok ke arah dapur. Dia kelaparan sebenanrnya, tapi mau pesan lewat online kok males, akhirnya dia memutuskan membongkar isi lemari dan kulkas.


Sea menemukan beberapa mie instan dan telur yang ternyata masih bisa digunakan.


"Heran, kalau gak dimakan ngapain beli? sebanyak ini pula." gumam Sea sendiri.


Tak mau ambil pusing, Sea mengambil panci dan air bersiap untuk masak. Tepat saat Sea sibuk dengan mienya, Zakki membuka pintu kamarnya.


Zakki sedikit kaget melihat penampilan Sea. Gadis itu memakai kemejanya, bahkan tanpa bawahan. Kemeja itu terlihat kedodoran di badannya. Belum lagi panjang yang gak sampai lutut.


Rambut panjangnya dia ikat ke atas, menampilkan leher jenjangnya yang putih bersih. Untuk sesaat, Zakki terpesono. Bagaimana pun dia lelaki normal, melihat pemandangan seindah ini, tentu saja jiwa kelakiannya membuncah.


Namun, sebelum pikirannya makin ngelantur, lelaki itu menepis jauh pikirannya.


"Kenapa pakai baju saya?"


Sea sedikit melonjak kaget, untung saja mie yang sedang dia tuang ke mangkok tak ikut terjatuh.


"Eh, maaf, Dok. Gak ijin dulu, bajuku kan basah, nanti masuk angin. Aku juga gak bawa baju ganti, jadi ada ini dikamar mandi, terpaksa aku pakai."


Zakki mendadak kikuk sendiri, untuk pertama kalinya dia berdua dengan perempaun di kamat seperti ini. Dia lupa, Sea adalah gadis kota, bergaya sedikit terbuka di depan lelaki seperti ini mungkin sudah hal biasa baginya, beda sekali dengan Saras. Meskipun nyablak Saras lebih pemalu kalau menghadapi lelaki.

__ADS_1



"Kamu masak apa? kan aku bilang suruh pesen aja," tanya Zakki lagi.


"Masak mie, Dok." Sea meletakkan semangkok mienya ke atas meja.


Mie kuah dengan tambahan telur dan cabe itu entah kenaao menggugah selera Zakki.


"Dokter mau?" tawar Sea.


"Hmm ... boleh," jawabnya sedikit ragu.


"Tadi katanya sudah makan, lihat mie mateng mau lagi," gumam Sea pelan.


"Aku dengar, Sea. Kalau gak iklas, gak usah!"


"Ikhlas, Dok. Ikhlas. Dokter duduk dulu aja. Aku buatin sebentar."


Zakki menggeleng berkali-kali, bukan salahnya kalau akhirnya dia berpikiran macam-macam, gadis itu sendiri yang memancingnya.


Sea meletakkan semangkok mie instan yang kedua di atas meja, menggesernya sedikit ke arah Zakki. Mencium bau kuahnya, entah kenapa perut Zakki jadi keroncongan sendiri.


Sea mengambil tempat duduk di depan Zakki.


"Enak, Dok?" tanya Sea.


Zakki yang sedari tadi menikmati mienya itu mendongak. Pandangannya lurus ke arah Sea.


Dan, yah! matanya salah sasaran. Pandangan Zakki justru jatuh belahan dada Sea. Dua kancing teratas kemejanya dibiarkan terbuka, membuat sesuatu yang tersimpan di dalamnya menantang menggoda.


Zakki buru-buru melepas pandangannya. "Enak." jawabnya singkat.

__ADS_1


"Setelah ini, aku pesankan baju dari butik yang ada di bawah, mungkin ada baju yang cocok untuk kamu pakai," lanjut Zakki sembari menatap mienya kembali.


"Wah, terima kasih banget, Dok. Tapi sebenere gak usah repot-repot sih, nanti bajuku juga pasti kering."


"Dan berkeliaran di sini dengan baju seperti itu? Harusnya kamu tahu, di sini ada saya. Lelaki. Meskipun saya akan berusah menjaga diri, tapi Saya tidak bisa menjamin untuk setan tidak menggoda saya. Harusnya bukan hanya saya, kamu juga menjaga diri dengan tidak mengundang kejahatan seperti ini. kalau kamu saja tidak bisa menghargai diri sendiri, bagaiamna orang lain?" ucap Zakki panjang lebar tanpa memandang arah Sea seidkitpun.


"Duh, Dok. Kenapa aku jadi makin naksir ya, dengar ucaapn dokter barusan."


"Ck! bisa tidak lain kali lihat isi bicaranya, jangan mulu lihat ornagnya!"


"Iya, dok. Iya. Maafin, ya? Demi dokter, aku mau berubah deh. Mau jadi lebih baik biar pantes bersanding dengan dokter."


Ucapan Sea entah kenapa mengingatkan zakki pada dirinya sendiri. Dulu, dia pernah sekuat tenaga untuk berubah, pernah jungkir balik agar bisa di posisi sekarang. Semua demi bisa pantas bersanding dengan Saras. Namun, nyatanya dia lupa, ada sebuah rencana Allah yang tak bisa dia rubah dalam keadaan apapun.


"Berubalah untuk dirimu sendiri dan Tuhanmu. Karena jika kenyataan tak sesuai harapan, kamu tidak aka kecewa terlalu dalam."


Zakki bangkit dari duduknya, membawa mangkoknya ke wastafel dan siap mencucinya.


Melihat itu, Sea bangkit dari duduknya. "Dok, biar saya saja yang cuci."


Saat hendak mengambil alij mangkok, kaki Sea tersandung kursi alhasil tubuhnya oleng, Zakki yang melihat itu dengan sigap meletakkan mangkok dan menagkap tubuh Sea.


Sea jatuh tepat di pelukannya. Sebelah tangan Zakki melingkar erat di tangan Sea. Dan tangan Sea sendiri memegang lengan Zakki erat.


Tubuh mereka tak berjarak, bahkan Zakki bisa merasakan apa yang menempel tepat di dadanya. Dan sialnya Sea tak memakai apapun. Lagi-lagi jantung Zakki terpacu lebih cepat. Tatapan mereka saling bertemu. Zakki menelan ludah, sedang Sea menatap dengan tatapan ...? Ah, entahlah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Wuuh, akhirnya bisa up. Maafin lama yak. Kalau ada typo dan kata-kata lurang, maafin yak, ngebut banget soale😅 Denis Mutia proses setelah ini, yak. Smeoga bisa up malam ini juga.


Kecup jauh untuk kalian semua😘😘

__ADS_1


__ADS_2