Bibit Unggul Mas Duda

Bibit Unggul Mas Duda
Panggilan Baru


__ADS_3

Zakki menghentikan laju mobilnya tepat di depan gerbang kampus Sea. Hari ini, lelaki itu berjanji untuk menjemput gadis yang diam-diam menerobos masuk hatinya itu.


Lelaki itu keluar dari mobil, dengan kaos navy dan celana jeans hitam lengkap dengan kaca kata hitam yang bertengker di hidung mancungnya, Zakki menebar aroma mematikan. Siapa yang gak akan sesak napas jika melihat penampilan memukaunya hari ini.


Merasa gadis yang ditunggu itu tak terlihat, Zakki memutuskan untuk duduk di depan kap mobilnya. Diambilnya handphone untuk menghalau bosan. Entah Zakki yang terlalu cepat atau Sea yang justru terlambat. Zakki sedikit benci dengan kata menunggu.


Hampir dua puluh menit akhirnya yang ditunggu muncul. Dengan beberapa teman-teman kuliahnya, Sea mendekat ke arah Zakki.


"Udah lama, Dok?" sapa Sea saat sudah tiba di depan Zakki.


"Sea dia siapa?" tanya salah satu teman Sea.


"Dia dokter Zakki." Zakki hanya melihat interaksi beberapa gadis di depannya itu. Tak berniat nimbrung apalagi menanggapi. Zakki memang sejutek itu kepada wanita. Kecuali Saras dan Sea tentunya, itupun Sea hasil kerja keras.


"Aku kira dia pacar kamu, ternyata bukan. Masa iya pacar manggilnya dokter?"


Sea terlihat bingung hendak menjawab apa. Sedang Zakki yang sedari tadi sudah sebal karena menunggu, makin sebal saja melihat tingkah teman-teman Sea.


Zakki menegakkan tubuhnya. "Ayo, pulang!" ajak Zakki seraya membalikkan badan. Tanpa pamit tentunya.


Sea yang sudah merasakan aura mencekam hanya mengangguk dan berpamitan sekilas kepada teman-temannya. Gadis itu langsung duduk di samping Zakki, mencuri-curi pandang lelaki yang hanya diam itu.


"Dok, diem aja sih?" tanya Sea.


Zakki masih bergeming. Tak menyahut apalagi menoleh.


"Dokter, ih. Aku ada salah?" tanya Sea lagi.


Tepat di lampu merah, Zakki berhenti dan menoleh ke arah Sea dengan tatapan tajam.


"Berhenti memanggilku dengan sebutan dokter, Sea," ucap Zakki langsung. Sea menaikkan sebelah alisnya, sedikit terkejut.


"Kenapa? Kan aku udah bilang itu panggilan sayang aku," jelas Sea masih dengan raut muka tak bersalah.


"Dan membiarkan teman-temanmu menganggapku dokter pribadimu?" putus Zakki langsung.


Sea memutar bola matanya ke atas, mencoba berpikir bagian mana yang salah dari pertanyaannya dan ucapannya Zakki.

__ADS_1


Sea hampir tak bisa menahan tawa saat mulai sadar dengan maksud Zakki. Untung saja lelaki itu sudah mulai fokus menyetir lagi, jadi dia tak perlu melihat saat Sea menahan senyum.


"Jadi, maksudnya, dokter mau aku ngenalin dokter sebagai pacar gitu ke temen-temenku? Atau mungkin langsung calon suami aja, ya?"


Zakki mendengkus, sedang Sea makin tersenyum lebar. Manisnya pacar dokternya itu kalau sedang mode ngambek.


Sea memiringkan badannya menghadap Zakki. Di sandarkannya kepalannya dan tersenyum melihat ke arah lelaki yang diam-diam juga melirik padanya itu.


"Lagipula kamu kan memang dokter pribadiku, penyembuh rasa sakit, rasa rindu dan rasa apapun di hatiku."


Zakki menoleh ke arah Sea sekilas, lantas kembali fokus pada jalanan. Tanpa memberikan reaksi apapun.


"Emangnya dokter mau dipanggil apa sih?" tanya Sea lagi. Zakki masih tak menjawab.


"Dokter, ih! Ditanyain juga," oceh Sea mulai sebal. Ditusuk-tusuknya lengan Zakki dengan jari telunjuknya.


"Serah!" jawab Zakki singkat. Dia memang marah karena menunggu, tapi lebih marah lagi mendengar ucapan teman-teman Sea. Dia merasa tak dianggap. Zakki memang sebaper itu.


"Beb?"


"Honey?"


"Lebay!"


"Cinta?"


"Ck!"


"Terus maunya apa dong? Ribet bener sih!" Sea mulai emosi.


"Ya, udah kalau ribet. Gak usah manggil aja sekalian!" Zakki tak kalah emosi.


Sea rasanya ingin sekali menelan Zakki hidup-hidup. Tapi di tahannya. Pacar dokternya ini sepertinya memang dalam mode emosi sedari tadi. Sepertinya memang dia harus mengalah kali ini. Demi kemaslahatan umat dan kesejahteran hubungannya tentunya.


Sea mengulurkan tangan, membelai lembut lengan Zakki. Mendapat perlakuan semanis itu, Emosi Zakki perlahan mulai menguap.


"Maaf, kalau tadi gak langsung klarifikasi. Aku bukannya gak mau ngakuin atau apa. Aku justru pingin banget ngenalin ke orang-orang, iniloh pacarku. Lelaki terhebatku. Tapi tadi aku masih ragu. Kita belum bahas ini sebelumnya. Aku takut ntar pengakuanku malah bikin kamu gak nyaman atau gimana gitu. Gimana pun juga, aku masih bocah kemarin sore, belum lulus kuliah, takut malah bikin kamu malu," ucap Sea panjang lebar.

__ADS_1


Mendengar perkataan Sea, entah kenapa Zakki merasa bersalah. Wajar jika Sea merasa ragu, bahkan sampai sekarang pun dia belum pernah bilang perasaannya langsung ke Sea, meskipun memang nyatanya dia sudah meminta ijin langsung ke orang tau gadis itu. Gimana pun juga Sea perempuan, jelas dia butuh kepastian.


Lampu merah lagi, Zakki menghentikan lagi mobilnya. Dilihatnya Sea yang sedang menatapnya. Pemuda itu meraih tangan Sea yang ada di lengannya, menggenggam erat dengan kedua tangannya.


"Maaf, ya? Udah marah-marah gak jelas. Terserah apapun kamu memanggilku, aku gak keberatan," ucap Zakki dengan nada lembut dan senyuman.


"Aku mau ganti aja deh, tapi aku gak mau panggilan Mas atau Bang. Gak suka. Berasa manggil kang bakso dan kang galon aja."


Zakki terkekeh, dia mengusap lembut pucuk kepala gadis di sampingnya itu.


"Sayang aja, boleh?" tanya Sea lagi.


"Terserah kamu, asal kamu nyaman aja."


Sea langsung tersenyum lebar. "Eh, kalau Ayang aja boLeh? Kan ada lagunya itu, ayang-ayangku, ayang-ayangku ...." Sea memplesetkan salah satu lagu.


Muka Zakki yang semula sudah membaik mendadak datar lagi. "Gak!"


Sea langsung terbahak mendengar penolakan lelaki itu tersebut. Ah, kesayangannya ini memang luar biasa. Bisa menjadi makluk cuek, kaku dan sedingin frezer. Tapi ada kalanya dia begitu manis, tak terduga dan yang jelas penuh cinta.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Duh, aku mulai oleng, Guys. Bingung mau kasih scene apalagi. Jadi, lagi-lagi terpaksa kita nikmatin kebucinan Zakki dulu.


Lagian, katanya berbukalah dengan yang manis-manis, Zakki udah manis belum?😅


Btw, terima kasih yang kemarin udah follow akun WP-ku🙏 Jangan lupa sekalian tinggalin Vote yak😅 Itu naskah event soalnya😁


Eh, iya. Aku ada cerita baru di sini. Udah aku UP 2 bab. Kalau mau mampir, monggo. Kalau enggak juga gak papa. Judulnya Harta, Takhta dan KUA.



Nanti mungkin ada dua gambar yang sama yang muncul di profilku. Satunya ada di cover Bukan Gadis FTV satunya asli. Cari yang isinya cuma dua bab, Guys. Yang bekas Bukan Gadis FTV itu, aku salah jalan😅


Wes yakk. Besok sambung lagi.


Kecup jauh untuk kalian semua😘😘

__ADS_1


__ADS_2