Bibit Unggul Mas Duda

Bibit Unggul Mas Duda
Berbeda


__ADS_3

"Assalammualaikum."


Sea memutar kepala, melihat sekeliling yang terlihat sangat sepi. Sepertinya Zakki sudah masuk kamarnya dan tidur.


"Mungkin Dokter sudah tidur. Kasihan dia, gara-gara mengantarku, jam istirahatnya makin berkurang."


Sea membawa kantong belanjaannya ke kamar. Tadi dia juga sempat belanja sedikit keperluan dapur di supermarket sebelah butik. Usai menatap baju barunya, gadis itu bergegas menata belanjaan sayurannya ke dalam kulkas.


"Oke, Sea! Sebagai calon istri yang baik, sudah saatnya kamu belajar memasak. Kenyangkan perut suamimu, maka cinta yang subur yang akan tumbuh dari hatinya. Eh, perumpamaan apaan itu?"


Sea berdiam diri sejenak, mencoba berpikir tentang perumpaan ngawur yang sebenarnya gak penting-penting amat.


"Bodo amat, Ah. Serah itu perumpaaan sapa, yang penting aku masak aja dulu."


Sea mengeluarkan handphone dari saku celananya. Memencet tombol google dan siap berselancar mencari menu makan yang praktis, enak dan terpenting anti gagal.


"Oke, google, siapa jodohku?"


"Maaf, jodohmu masih dalam pantauan hilal."


Jawaban dari handphone membuat gadis itu mengeryit. Pasalnya, tak cuma jawabannya saja yang aneh tapi sejak kapan suara dari google seperti suara cowok?


"Kok aneh? Suaranya beda kayak biasnya. Oke coba sekali lagi, ah. Hai, google, hilal itu anak mana?"


"Maaf, hilal tak minat berkenalan denganmu."


"Eh! Dasar sialan! Kamu gak tau, ya, aku cewek cantik, imut dan ngemesin?"


Sea mencak-mencak sendiri tak terima. Bisa-bisanya dia diledek sama benda mati, benar-benar menyebalkan. Di saat Sea sibuk masij dongkol, tiba-tiba saja suara tawa dibelakangnya membuat wanita gadis itu melonjak kaget. Dia menatap lelaki yang berdiri dengan memegangi perutnya karena tertawa.


"Jadi, ini semua kerjaan, Dokter?" tanya Sea dengan menatap tajam Zakki.


Pantas saja sedari tadi gadis itu merasa aneh, sejak kapan Google berganti kelamin jadi laki-laki? ternyata memang ada orang iseng yang mengerjainya.

__ADS_1


"Lah kamu aneh! Tanya jodoh sama google, kenapa gak sekalian aja tanya sama kantor pos."


Zakki mendekat ke arah Sea, dia membuka kulkas dan mengambil sebotol air minum yang langsung di tenggaknya.


"Namanya juga usaha, Dok. Sapa tau google ngasih clue gitu."


"Kamu ada-ada aja."


Tangan Zakki terulur, dia mengacak pucuk kepala Sea. Perlakuan dokter itu sontak membuat mata Sea membulat.


'Hai, sejak kapan dokter Zakki semanis ini?' Sea bersorak sendiri dalam hatinya.


"Kamu belanja?" tanya Zakki lagi saat melihat beberapa sayuran di atas meja pantry.


"Eh, iya, Dok. Kok kamu gak tidur?"


"Tadi mau tidur, pas mau merem ada gadis aneh yang ngasih pertanyaan nyeleneh, jadi deh ku penasaran," jawab Zakki dengan senyum mengembang.


Sumpah demi ****** Firaun, Sea tak tahu harus berekspresi bagaimana. Tadi tahu-tahu pegang pucuk kepala, dan sekarang memberi senyuman manis. Sea yang kepentok, tapi kenapa dokter zakki yang hilang ingatan, ya?


"Kamu bisa masak?"


"Kan ada google."


"Awas, kadang google itu menyesatkan."


"Gak papa, asal jangan hati dokter aja yang tersesat."


Zakki menautkan kedua alisnya mendengar ucapan Sea. "Mulai lagi," gumamnya sembaru mengambil tempat duduk di depan televisi.


"Masaklah. Aku tidak ngantuk, aku pingin nonton tv saja.


Sea memgangguk mendengar perintah Zakki. Dokter muda itu lantas mengambil remot dan mulai menyalakan tv.

__ADS_1


Beberapa menit berlalu, sama dengan Zakki yang mulai larut dengan filmnya, Sea pun mulai larut dengan adegan memasaknya. Berbekal vidio di youtube, gadis itu mengolah beberapa jenis makanan. Sayur sop, ayam goreng crispy tak lupa tambahan tempe goreng sudah tersedia di atas meja.


"Selesai," ucapnya dengan menatap hasil masakannya dengan mata berbinar.


Gadis itu mengalihkan pandangan ke arah Zakki, berniat untuk mengajaknya makan. Namun diluar dugaan, Zakki justru tertidur dengan posisi duduk selonjoran di bawah dan kepala yang bersandar pada sofa.


Sea mendekat, dia merendahkan tubuh dan berjongkok di depan Zakki. "Duh, kenapa malah tidur di sini, sih? Kan bisa sakit kalau kepalanya begini."


Sea mengamati sekilas wajah Zakki. Wajah yang bersih, mata panda yang sedikit menggelap menandakan bahwa dokter ini kurang istirahat. Hidung yang mancung, serta bibir yang bersih, mungkin karena zakki tak pernah merokok.


"Gak salah kalau aku jatuh hati padamu, Dok. Andai ada alat pengabul keinginan, aku gak mau yang lain lagi, aku maunya cuma kamu."


Sea mengulurkan tangan, awalnya dia berniat untuk membangunkan Zakki untuk pindah ke kamar, tapi baru saja tangannya menyentuh lengan Zakki, pemuda itu langsung menarik tangan Sea dan mengenggamnya erat.


"Jangan pergi, Ratu. Jangan pergi." Zakki mengigau, Sea yang sedikit kget hanya bisa terdiam dia tempat dengan sebelah tangan yang masih di pegang erat Zakki.


Sea berusaha pelan menarik lagi tangannya, tapi Zakki justru mengenggamnya lebih erat.


Sea menghembuskan napas berat, akhirnya dia memilih duduk di samping Zakki.


Dengan sebelah tangannya, Sea membantu merebahkan kepala Zakki ke bahunya, dia membenarkam posisi agar Zakki pun merasa nyaman.


"Tetap di sini, Ratu. Jangan pergi!" Zakki kembali mengigau.


"Ratu? Siapa? Aku pikir saingan terberatku hanya Kak Saras, ternyata ada yang lain lagi."


Sea lagi-lagi menghembuskan napas pasrah. Dia pikir, perlakuan manis Zakki tadi adalah tanda bahwa dokter itu sudah mulai membuka hati, tapi nyatanya jauh dibawah alam sadarnya, Zakki masih memendam rasa yang teramat besar untuk wanita lain.


"Apa memang aku harusnya menyerah?"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Menyerah kagak nih?

__ADS_1


Kecup jauh untuk kalian semua😘😘


__ADS_2