
Malam ini, Zakki, Sea dan Reno sedang berkumpul di rumah Saras. Secara tiba-tiba Saras menelpon Zakki untuk datang ke rumahnya dan mengajak berpesta barbeque. Zakki yang saat itu sedang bersama Sea dan Reno hendak menolak, dia masih ragu untuk bertemu dengan Saras. Namun, Saras merengek, dia bilang itu permintaan sang jabang bayi, jadi mau tak mau Zakki tak bisa menolak.
Reno yang tak mendapat undangan justru sangat antusias menerima undangan tersebut. Apalagi alasannya kalau bukan buat bertemu Arin. Reno memang sudah mempunyai nomor Arin, tapi gadis itu sering kali mengabaikan pesan-pesanny. Kalaupun dibalas itu pun teramat singkat, sesingkat datangnya waktu imsak, tak sepadan saat menunggu lamanya azan magrib. Eh.
Akhirnya, di sinilah mereka. Di halaman rumah Saras dan Damar dengan peralatan barbeque lengkap.
"Dok, saras aman makan ini?" tanya Damar sembari mengipasi daging di depannya itu.
Zakki yang tahu diri jelas membantu kesibukan Damar itu. Berbeda sekali dengan Reno yang sibuk mencari perhatian Arin.
"Boleh, asal bisa dipastikan bahwa daging itu benar-benar matang," jawab Zakki yang diangguki oleh Damar.
Saras yang baru saja muncul dari dalam langsung ikut nimbrunh dengan dua lelaki itu.
"Siapa yang mau makan daging itu?" tanya Saras spontan. Damar dan Zakki menoleh bersamaan, mereka kompak mengerutkan alis, bingung.
"Aku mau makan ini saja, tapi dibakar di situ juga," ucap Saras sembari mengangkat satu piring tempe yang sudah dipotong.
"Hah?" Lagi-lagi Zakki dan Damar menjawab kompak.
"Terus, kenapa ngajakin barbequan, Sayang?" tanya Damar gemas.
"Ya, gak papa. Selain karena aku pingin kita semua kumpul, aku juga pingin ngerasain tempe yang dibakar langsung bareng daging," jawab Saras nyengir.
Zakki dan Damar saling berpandang, tapi setelah itu terdengar tertawa mereka bersama-sama. Saras memang selalu bersikap nyeleneh dan tak terduga, tapi siapa yang sangkah gadis absurd sepertinya justru mampu memporak-porandakan hati dua lelaki luar biasa di depannya itu.
Acara itu berlangsung dengan seru, Saras yang sibuk dengan tempenya, Damar sibuk mengipasi tubuh istrinya yang katanya selalu merasa kepanasana itu. Padahal mereka sedang berada di ruangan terbuka. Sea dan Zakki yang sedang asyik makan bersama, sedang Reno yang terus saja sibuk mengejar Arin padahal gadis itu juga sedang sibuk menidurkan Langit.
Dari sini kita paham, meskipun kadang nyeleneh dan susah dimengerti, perempuan akan selalu menang menjadi pemegang kendali. Kendali di hati maksudnya, untuk kendalj yang lain? Coba nanti kita diskusikan lagi😂 Ambyaar, Gengs.
__ADS_1
Zakki mengambil tempat duduk di salah satu bangku kosong sedikit jauh dari keramaian itu. Dengan segelas es teh sisri di tangan, Dia melihat ke arah Saras yang sedang tersenyum lebar dipelukan Damar.
Kabar Perempuan hamil selalu terlihat lebih cantik berlipat-lipat itu mungkin benar adanya. Lihat saja, dengan perut yang sedikit buncit karena usia kandungan yang mencapai lima bulan membuat Saras terlihat mempesona. Serta dress yang dia gunakan? Selama ini Saras jarang sekali memakai baju seperti itu, dan kini dengan rambut dikuncir asal keatas dan wajah yang sedikit berkeringat, aura Saras benar-benar terlihat fantastik. Entah benar karena dia sedang hamil atau justru karena dia sudah menjadi istri orang, kecantikannya benar-benar merusak saraf kenormalan Zakki.
Zakki menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. Inilah salah satu alasan Zakki enggan bertemu Saras. Saat ini, dia sedang memupuk rasa cintanya untuk Sea, dia tak ingin goyah hanya karena melihat Saras lagi. Bukan dia tak move on, tapi sekeras apapun dia membantah, nyatanya Saras memang punya arti khusus di hatinya. Menghapus nama wanita itu memang benar-benar tak segampang dugaan Zakki.
"Kak Saras makin cantik, ya?"
"Eh?" Kedatangan Sea yang tiba-tiba dan langsung duduk di sampingnya membuat Zakki sedikit kaget. Belum lagi pertanyaan yang gadis itu lontarkan, membuat Zakki sedikit kikuk.
"Aku tahu mungkin aku gak bakalan bisa menggantikan posisi Kak Saras sepenuhnya di hatimu, Dok. Namun, percayalah aku akan tetap di sini, di sampingmu menunggu hingga kamu benar-benar menerimaku seuntuhnya."
Sea tersenyum lebar, membuat Zakki merasa bersalah. Pemuda itu memiringkan tubuh, menghadap ke arah Sea.
"Tak perlu kamu menunggu di samping, aku sendiri yang akan menahanmu di sampingmu. Aku bisa pastikan juga gengagaman tanganku tak akan pernah terlepas darimu. Sedikitpun." Zakki balas tersenyum, dia mengulurkan tangan, mengacak pelan pucuk kepala gadis yang terbengong di depannya itu.
"Terima kasih sudah bersedia tetap di sampingku," lanjut Zakki lagi penuh kelembutan.
Moment romantis itu hilang saat Reno yang tiba-tiba datang dan mengambil tempat duduk di samping Sea. Zakki langsung menarik tangannya, menatap Reno dengan sebelah alis terangkat.
"Kenapa kusut begitu?" tanya Zakki.
"Heran, susah banget naklukin itu cewek. Perasaan biasanya aku yang dikejar-kejar, kenapa sekarang aku ngejar dia susah banget?" gerutu Reno yang langsung membuat Zakki terbahak. Sedang Sea hanya cekikikan sendiri.
"Apa dia ngelihat status, ya? Apa pekerjaanku kurang sesuai dengan kriterianya?" gumam Reno lagi tapi masih bisa didengar jelas oleh Zakki dan Sea.
"Bisa juga karena dia sendiri yang merasa minder dengan pekerjaannya," sahut Sea cepat.
Reno yang semula bersandar di bahu kursi langsung menegakkan badan, dia mencondongkan badan ke arah Sea.
__ADS_1
"Maksudnya gimana? Aku gak pilih-plih, kok. Aku gak peduli apa pekerjaannya, yang terpenting hati dan sikapnya," jawab Reno.
"Tapi itu menurutmu, bukan menurut dia dan pandangan orang. Seringkali banyak orang yang merasa rendah diri, takut tak sepadan. Apalagi sebagaian orang menilai lelaki berseragam dan mempunya pekerjaan mapan sepertimu pantasnya mendapat perempuan berseragam juga. Mungkin itu yang sedang dia rasakan," jelas Sea dengan begitu bijak.
Zakki tertegun mendengar ucapan Sea. Dia tak menyangka gadis itu bisa berpikiran sejauh itu. Benar-benar berbanding terbalik dengan sikap absurdnya selama ini.
"Lah tapi kan dia juga pakai seragam. Noh, lihat!" Reno mengarahkan dagunya ke arah Arin. Zakki dan Sea mengikuti pandangan Reno itu. "Seragamnya malah bagus banget, kan? Pink itu," lanjut Reno lagi.
Zakki memutar bola matanya malas. Sedang Sea kalau tak melihat Reno lebih tua darinya mungkin lelaki disampingnya itu sudah dia smackdown.
"Bukan begitu konsepnya, Ferguso! Nilai bahasa indonesiamu jelek banget, ya? Gak pernah belajar majas?" omel Sea yang membuat Reno berpikir sejenak kemudian terkekeh geli. Mungkin dia sudah sadar dengan ketidakwarasannya.
"Kenapa mendadak kata-katamu hari ini keren banget, sih? Kalau Arin gak mau sama aku, kamu jelas mau dong?" Reno merangkulkan satu tangannya ke bahu Sea, membuat mata Sea langsung membulat dan jelas saja membuat Zakki geram.
"Singkirin tanganmu!" perintah Zakki yang langsung membuat Reni bingung.
Dia tak bersungguh-sungguh. Sejujurnya dia hanya ingin menggoda Sea tapi entah kenapa menurutnya sekarang justru Zakki yang bersikap berlebihan.
"Kenapa?"
"She is mine!" ucap Zakki penuh penekanan dengan sebelah tangannya yang menghempaskan tangan Reno begitu saja.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Yuhuu ... puasa kurang berapa hari, Gusy?😂😂😂
Btw, Ada yang pakai tiktokan? Follow akunku dong, Guys. Ya Allah, sepi banget kek hatiku, gak ada isinya😂😂😂
Apa cuma aku yang pakai tiktok baru-baru ini aja? Di saat yang lain justru pada dapat jodoh dari sana🤣🤣
__ADS_1
Erin_Fy. Follow ya, Guys. Nanti aku follback😉
Udah wes, gak ada kecup jauh, yak. Lagi puasa🤣🤣🤣