
"Dok, tau gak kenapa kalau perempuan udah nikah di depan namanya pasti ada huruf NY?"
Reno mengerutkan alisnya bingung. Sore ini, sepulang dari kampus Sea langsung menuju ke rumah sakit untuk menjemput sang pujaan hati. Jika pasangan lain lelaki yang datang untuk menjemput, berbeda dengan Sea dan Zakki. Si Dokter frozen man itu terlalu cuek untuk hal-hal sepele seperti itu. Maka dari itu, jika bukan Sea yang bertindak lebih dulu, maka jangan harap ada adegan romantis. Kecuali saat dia khilaf tentunya.
"Emang kenapa?" tanya Reno balik.
Saat ini, sembari menunggu Zakki selesai visit terakhirnya, Reno dan Sea berbincang sejenak di depan pintu ruang dokter.
"Karena NY itu punya kepanjangan. NYapu, NYetrika, Nyiapin makan, dan Nyambel," jawab Sea dengan terbahak.
"Ya, berarti wanita itu salah memilih suami!" jawab Reno tegas.
Kini gantian Sea yang mengerutkan alisnya. "Kok?"
"Iya, jika dia benar memilih suami, maka dia pasti akan jadi ratu bukan jadi babu."
"Ck!" Sea mencabik.
"Aku kasih tahu satu hal, ya, Dok. Wanita memang suka sekali dijadikan ratu, tapi dia juga tak ingin membuka jalan bagi selir lain untuk melayani rajanya. Terkadang, seorang istri rela dan ikhlas melakukan pekerjaan rumah seperti itu bukan karena merasa babu, tapi lebih karena dia sedang mencari ridho dan bahagia suaminya.
Bisa saja seorang suami membayar pembantu demi membantu pekerjaan istrinya, tapi jujur deh, suami pasti begitu bahagia jika dia bisa makan masakan istrinya. Begitu pula wanita, melihat suaminya begitu lahap makan masakannya itu sudah kebahagian luar biasa loh. Dari situlah rasa lelah dan keringat seorang istri tak akan lagi menjadi beban, tapi sebuah bakti untuk mencapai surga."
Reno melongo di tempatnya. Dia mengerjabkan mata berkali-kali, memastikan jika wanita di hadapannya ini beneran Sea. Gadis sembilan belas tahun, masih kuliah dan biang kerusuhan.
"Ini beneran Sea?"
"Bukan! Kembaran Taylor swift!" jawab Sea sebal.
Reno terbahak. "Gak! Gak! Sumpah serius aku specles banget loh kamu ngomong kek gini. Berasa kek orang."
"Hei, kutil semut! Aku memang cantik kayak bidadari, tapi tetep aja aku masih keturunan manusia!"
"Hah?" Reno kontan terbahak mendengar ucapan Sea. Harusnya Reno sudah terbiasa mendengar ucapan percaya diri Sea, tapi entah kenapa dia selalu tertawa setiap kali bertingkah nyeleneh seperti itu.
"Sea, seperti namanya, Di permukaan mungkin hanya nampak seperti gelombang dan riak kecil, tapi kedalamannya, bisa samgat mematikan! (Zura- Pemenang evebt Qoutes di Groub Chat) Jadi, sering-seringlah bergaul denganku Dokter Reno."
Sea menepuk-nepuk bahunya bangga sedang Reno hanya mencibir tak suka. Dari kejauhan terlihat Zakki sedang berbincang-bincang akrab dengan salah satu keluarga pasien.
"Sea, kamu boleh mematikan, tapi lihatlah! Tak semua yang ingin kamu kendalikan bisa berjalan dengan semestinya."
Reno mengarahkan dagunya ke arah Zakki berada, membuat Sea juga ikut melihat ke arahnya.
"Maksudnya gimana? Kamu pikir dokter Zakki selingkuh dengan ibu-ibu gitu?"
Reno menepuk dahinya pelan. Beberapa menit yang lalu, Sea tampil dengan kecerdesan yang begitu memukau dan sekarang? Ini baru Sea yang asli.
__ADS_1
"Duh, bego! Itu ibu-ibu punya anak cewe cantik banget, dan kebetulan anaknya yang cewek itu pasien si Zakki, pasienku juga sih, tapi kayaknya itu cewek matanya rada eabun sih, habis dia lebih naksir ke Zakki dari pada aku."
Reno melirik sekilas ke arah Sea, dia memang sengaja melakukan hal itu, ingin tahu reaksi cemburu gadis itu. Namun, perkiraan Reno salah besar, Sea justru cuma menganguk-angguk kecil.
"Kok gak cemburu? Ini mengarah ke pelakoran loh," lanjut Reno lagi. Gemas sendiri karena rencananya gagal total.
"Lah buat apa cemburu? Kan itu pasiennya. Lagian, mau secantik, seseksi atau sedasyat apapun pelakornya, jika seorang wanita sudah menangis dan mengaduh di atas sajadah, maka musuh si pelakor bukan lagi wanita itu, tapi langsung penciptaNYA!"
Ah, lagi-lagi Reno dibikin takjub dengan isi otak Sea. Gadis yang benar-benar susah di tebak.
"Ckck ... gila. Aku bangga banget sama kamu. Luar biasa. Nanti kalau udah bosen sama Zakki, kamu cari aku aja, ya?"
Reno menepuk-nepuk bahu gadis di sampingnya itu, sedangkan Sea hanya menetapnya malas. Sea ninggalin Zakki buat Reno? Duh, apa kabar otak.
"Ehem!"
Suara deheman Zakki yang tiba-tiba langsung membuat Reno kembali menarik tangannya. Pemuda itu menatap Zakki sebentar dan kemudian nyengir tanpa dosa.
"Lagi ngapain kalian? Itu tangan kenapa mesti nemplok-nemplok di pundak?" tanya Zakki dengan wajah datarnya.
Sea hanya menanggapi dengan gidikan bahu.
"Duh, pawangnya nongol. Kita gak ngapa-ngapain. Lagian gila banget aku mau macem-macem sama bocah aneh begini, cukup kamu aja yang mau, aku sih ogah."
Reno berdiri dari tempatnya, tapi omelan Sea keburu menghentikan langkahnya.
Reno langsung melotot ke aras Sea, sedang Zakki justru bersikap biasa saja. Melihat Zakki yang tak peduli, kini gantian Sea yang merajuk.
"Kok kamu gak marah, sih?" protes Sea.
"Lah, kenapa mesti marah? Emang kamu mau sama modelan cowok kayak dia?" Zakki mengarahkan dagunya ke arah Reno. Sea langsung menggeleng cepat.
"Nah, jadi kenapa aku mesti marah? Lagian, emang kamu ada rencana bakal bosen sama aku?"
Mendengar ucapan Zakki, Sea langsung tersenyum lebar. Gadis itu mendekat ke arah Zakki, bersender manja ke bahu kekasihnya itu.
"Daaar pasangan gila!" umpat Reno.
"Jangan lebay, ayo pulang!" omel Zakki sembari mendorong tubuh Sea menjauh darinya.
Sea berdecak sebal, sedang Reno diam-diam mengejek Sea dengan muka menyebalkan membuat gadis itu makin kesal saja.
"Kamu juga ngapain? Muka udah jelek tambah dijelek-jelekin begitu!"
Kini ganti Reno yang mendapat semburan oleh Zakki. Sea terbahak puas hingga tanpa sadar tubuhnya oleng dan terpental di lantai.
__ADS_1
Zakki yang sudah melangkah lebih dulu langsung menoleh kaget melihat Sea sudah rebahan di lantai. Reno hampir saja tertawa, tapi melihat wajah Sea yang sepertinya kesakitan membatalkan niatnya.
"Kamu ngapain sih, rebahan di sini? Kebiasaan banget."
Meskipun sambil mengomel, Zakki tetap membantu gadisnya itu untuk duduk kembali kursi
"Siapa yang rebahan? Ini tadi kesandung, sakit bangey tau!" gerutu Sea dengan menahan sakit.
Melihat itu, Zakki langaung berlutut di depan gadis itu. Dibukanya sepatu Sea dan menaikkan sebelah kaki gadis itu di pangkuannya.
"Eh, mau ngapain? Jangan pegang kaki aku, Aku takut gak sopan," ucap Sea dengan mencoba menarik kakinya.
"Tapi ini kamu lagi sakit, aku mau lihat keadaanya. Lagian, bukannya kaki kamu ini nanti bakalan jadi surga anak-anak kita, jadi bagian mana gak sopannya?"
Sea langsung tersenyum malu-malu mendengar ucapan manis Zakki itu. Sedang Reno yang melihat adegan dua sejoli gila itu hanya berdecak jijik.
"Ya, itu kan buat anak-anak kita nanti, kalau kamu tempatnya tetap di hati aku."
Zakki hanya geleng-geleng kepala menanggapinya. Reno sudah mulai ingin muntah dan reader yang baca ini udah siap gigitin batako.
Zakki mulai memijat sedikit kaki Sea.
"Ada yang terkilir?" tanya Reno memastikan.
"Enggak. Aman kok."
"Sudah gak papa, kan? Sudah jangan berlutut di depanku terus, gak enak ih," rengek Sea yang membuat Zakki mengerutkan alis.
"Kenapa?"
"Ya, karena buatku kamu gak pantes berlutut di kakiku begitu."
"Aneh-aneh aja. Padahal mungkin suatu saat kamu juga akan melihatku berlutut di depan perempuan lain."
Sea langsung memasang muka garang begitu mendengar ucapan Zakki. "Maksudnya apa?"
"Iya, saat kamu melihat aku berlutut di depan perempuan lain, mungkin saat itu aku sedang memasang tali sepatu anak perempuan kita." Zakki mendongak, tersenyum manis ke arah Sea.
"Pulang kalian berdua! Pulang! Dasar pasangan bucin! Sana pulang sebelum aku kirim santet buat kalian berdua!" Kali ini, Reno benar-benar tak bisa menahan muntahnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bab Gaje lagiππ Sebenarnya ada bab inti sih, tapi kok ternYta sudah panjang banget ini. Ntar deh kita lanjut part setelahnya.
Yang bingung dengan selipan nama dan tulisan pemilik qoutes di naskah, dia juara event di GC kemarin, yak. Insya Allah bakal ada event berbeda tiap bulannya. Penasaran, kuy gabung. Kalau yang mau aja sihπ
__ADS_1
Kecup jauh untuk kalian semua,ππ