
“Sok-sokan banget tukang ojek pakai bahasa inggris!” Sosok pemuda yang bernama Tony itu lagi-lagi tersenyum meremehkan.
Sea menepuk dahinya pelan, sebagai seorang mantan dia tahu persis bagaimana kelakuan pemuda di seberangnya itu. Tomy selalu memandang orang lain tak selevel dengannya, menjadi anak satu-satunya dari salah satu pengusaha terkenal di kota ini membuat lelaki itu besar kepala.
Sea sendiri tak pernah yakin Tomy benar-benar menyukainya dulu, selain sok berkuasa, Tomy juga sangat menjaga gengsi. Baginya siapapun yang dekat dengannya harus setara, kalau pun tidak bisa menyamai popularitasnya, setidaknya orang itu berada satu tingkat di bawahnya. Ingat! Hanya satu tingkat.
Zakki menghela napas cepat mendengar ucapan lelaki sok keren di depannya itu. Dia sedikit heran, Sea memang konyol, tapi soal kemanusiaan pacarnya itu cukup peka, jadi bagaimana mungkin bisa punya mantan tak beretika seperti ini?
“Sea, come on! Kamu harus mikirin keluargamu. Kamu yakin mereka gak malu kamu pacaran sama tukang ojek begini?” Suara Tomy terdengar lagi.
Sea mulai geram, bagaimana pun dia tak terima pacar kesayangannya dihina seperti ini, apalagi hinaan itu keluar dari mulut orang yang jauh lebih tidak waras darinya.
“Tutup mulutmu, upil semut! Dia dokter, bukan tukang ojek!"
Tomy terdiam sejenak, tapi tak lama kemudian sebuah seringai terlihat diujung bibirnya.”Dokter? paling Cuma dokter klinik kan?”
Ya Tuhan, Sea kali ini benar-benar menyesal pernah memasukkan Tomy dalam list mantannya. Pertanyaannya, apa yang dulu membuatnya mau menerima lelaki itu? padahal merasa jatuh cinta saja, dia hanya merasa saat bertemu dengan Zakki.
Sea benar-benar perlu meloundry otaknya sebentar.
Zakki ikut tersenyum miring. Diulurkannya tangan sebelah kanan. Tomy yang mengira lawannya mengaku kalah hanya melirik sejenak sembari tersenyum meremehkan.
Merasa tak ada sambutan, Zakki menarik kembali tangannya. “Kenalin, aku Zakki. Ahmad muzakki lebih tepatnya. Memang hanya dokter umum, tapi aku bertugas di Rumah sakit Pelita kasih. Untuk ukuran orang kaya sepertimu, pasti tahu dong kalau itu salah satu rumah sakit terbesar di kota ini. Dan untuk kualifikasi masuk ke rumah sakit itu pun gak main-main, ada beberapa persyaratan khusus yang harus terpenuhi, salah satunya harus menjadi lulusan terbaik di salah satu universitas negeri. Dan Alhamdulillah, aku lulusan Unair dengan gelar summa camlaud waktu itu.”
Ekspresi Tomy sedikit berubah saat mendengar penjelasan Zakki. Ya, siapa yang tidak tahu dengan rumah sakit yang dokter itu sebutkan bahkan papanya sendiri pun sudah mewanti-wanti dari jauh agar kelak dia bisa menganggandeng rumah sakit tersebut sebagai mitranya.
Melihat perubahan wajah Tomy, Zakki semakin bersemangat untuk mengerjainya. Biarlah kali ini berlagak orang sombong. Allah pasti mengerti.
“Kabetulan aku juga tinggal disebuah apartemen yang mungkin bagimu tak seberapa mewah. Ya, untuk ukuran kapasitas gaji dokter sepertiku ini, sayangnya aku hanya bisa membeli satu unit apartemen di Grand shamaya.”
Tomy lagi-lagi menelan ludahnya susah payah. Grand shamaya adalah salah satu apartemen termahal di Surabaya. Apartemen berkonsep luxury resort dan berstandart nasional itu membuat siapapun pasti akan bangga walau hanya berfoto selfie di dalamnya.
Dulu Tomy pernah iseng-iseng menanyakan harga satu unitnya, dan harga yang dibandrol pun cukup fantastik. Rp 3.8 milyar. Bisa digantung dia kalau mendadak minta uang sebanyak itu kepada orang tuanya.
Tomy makin tak berkutik, sedang Sea diam-diam mengamati wajah pacarnya dari samping. Selama ini dia tertarik kepada Zakki bukan tentang siapa dia dan apa yang dimilikinya. Dia benar-benar jatuh cinta kepada lelaki itu sejak pandangan pertama. Untuk itulah saat dia tahu apa yang di miliki oleh Zakki, dia sedikit terkejut. Ternyata Zakki memang sekaya itu.
Sea tiba-tiba tersenyum devil. Suatu saat nanti, jika orang tuanya mempersulit kehidupannya, fix sea tinggal menjual apartemen yang sekarang dia tempati. Bukankah aset seperti itu makin lama makin bernilai jual tinggi?
__ADS_1
“Untuk motor yang kamu bilang butut itu, sebenarnya itu milik salah satu montir bengkel. Mobil honda jazz RTS CVT milikku mendadak butuh di sevice. Tapi tak masalah, setidaknya gara-gara mobil itu mogok aku jadi berkesempatan berkenalan denganmu.”
Zakki tersenyum manis, sangat manis yang menurut Tomy langsung membuatnya terkena serangan diabetes tanpa gejala. Bisa-bisa dia juga bisa langsung mati tanpa gejala.
Honda Jazz RTS CTV harga terakhir sekitar Rp. 266 juta. Tomy perlu kabur secepatnya.
“Terus kamu ngerasa keren pamer kekayaaan seperti itu? gak ngaruh sedikitpun!”
Tomy tetaplah tomy, dia akan selalu tampil dengan wujud kesongongan dan keangkuhan yang hakiki. Jadi, biarpun sudah merasa kalah telak, dia pasti tak mau memperlihatkan itu.
Zakki terkekeh, Sea dan mantannya. Benar-benar dua orang yang berkepribadian sama.
“Bukan mau pamer sih, Cuma mau nunjukin aja, sapa tau profesi dan rumahku bisa berguna suatu saat untukmu. Ya, meskipun aku yakin orang kaya sepertimu tak butuh orang rendahan sepertiku.”
Ngomong orang menyebalkan padahal dia sendiri menyebalkan. Itulah Zakki.
“Sudahlah. Buang-buang waktu ngomong sama kamu. Sea sampa jumpa lain waktu, ya?”
Tomy hampir saja melambaikan tangan ke arah Sea, tapi Zakki menepisnya lebih dulu. Tatapan ramah tapi menyebalkan yang Zakki perlihatkan tadi hilang sudah. Kini hanya sebuah tatapan membunuh nyang dia tunjukan.
“Jangan pernah ada lain kali, Bro! Karena aku tak suka milikku disentuh orang lain, bahkan bila perlu melihatnya saja tak akan aku ijinkan!”
Melihat kepergiaan Tomy, Sea langsung terkekeh. Sejak dulu memang begitulah sifat mantan pacarnya itu. sok kuat dan hebat, tapi saat ditantang nyalinya langsung menciut.
Sea langsung menghentikan tawanya saat melihat zakki memutar tubuh menghadapnya. Entah kenapa gadis itu merasa aura mencekam Zakki masih tersisa.
“Siapa dia?” todong Zakki langsung.
“Dia-dia Tomy, kan?” jawab Sea sedikit gelagapan.
“Aku gak tanya nama. Apa hubungan kalian?”
Sea menundukkan kepalanya, sejujurnya dia malas sekali mengakui Tomy sebagai mantan, tapi keadaan genting ini, apalah daya.
“Sebenarnya aku malas bilang ini, tapi karena kamu mau tahu, ya sudahlah. Dia mantanku.”
Tak perlu dijawab pun, Zakki tahu lelaki itu siapa, hanya saja dia merasa tak rela kalau Sea harus bertemu dengan mantannya lagi. Apa Zakki memang seposesif itu?
__ADS_1
“Ouw, mantan. Seneng, ya, ketemu mantan lagi. Tapi emang bener sih, setelah putus mantan emang terlihat lebih bagus.”
Sea mendongak melihat ke arah zakki. Apa-apaan dia? Kenapa dia seperti tersangka yang ketahuan balikan sama mantan?
"Kalau memang dia sebagus itu, mungkin statusnya sekarang bukan mantan. Dan mungkin juga tak pernah ada 'Kita' bahkan untuk saling kenal pun tak mungkin."
Sea kesal bukan main. Cemburu boleh, tapi tak seharusnya dong dia dituduh seperti ini.
"Apa Kak Saras juga begitu? Terlihat bagus di matamu?" lanjut Sea dengan menahan amarah.
"Kenapa jadi bawa-bawa Saras?"
"Aku cuma mau bertanya balik."
"Satu, Saras bukan mantanku, kami tak pernah pacaran. Dan dua, tak perlu mengalihkan pembicaraan. Jadi, kamu nyesel putus sama dia?"
"Aku bahkan nyesel mengakui dia sebagai mantan!"
"Maksudmu, kamu pingin balikan sama dia?"
Sea makin melotot. Memang, ya, setinggi apapun jabatan seseorang, sepintar apapun otaknya, terkadang untuk urusan hati dan cinta mereka bisa seg"bl*ok ini.
"Kalau aku pingin balikan sama dia, emang kamu pikir aku anggap hubungan kita selama ini apa? buat apa aku rajin belajar toh kalaupun aku gak lulus masa depanku masih terjamin. Buat apa aku kayak orang bego ngejar-ngejar kamu kalau nyatanya Tomy bisa dengan tangan terbuka menerimaku, buat apa, hah?"
Suara Sea meninggi. Habis sudah kesabarannya. Zakki sedikit terkejut melihat tingkah gadis itu. Memang dia pernah melihat Sea semarah ini kepada papanya dulu, tapi dia tak menyangka kalau sekarang justru dia yang menjadi penyebab kemarahan gadis itu.
"Aku memang pernah pacaran sama dia, tapi soal perasaan. Cuma kamu yang bisa menjadikanku seperti ini!"
Usai berkata demikian Sea berjalan menjauh meninggalkan Zakki. Pemuda itu masih belum bergeming, dia terlampau kaget dengan kejadian yang tiba-tiba ini.
Hingga saat dia menyadari kesalahannya, Sea sudah tak lagi terlihat dari pandangannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hampir 1300 kata, part sebelumnya pun sepanjang ini. Jadi, yang bilang dikit amat, yok nulis sendiri!
Sudah yang manis kan? Sekarang waktunya berguncang sedikit. Tapi part sedih kayak gini gak bakal lama, aku gak bisa nulis sad story soalnya.
__ADS_1
Kalau informasi diatas ada yang salah, tolong koreksi, ya? Ingat, koreksi bukan menghakimi. Aku udah riset, dan itu yang aku dapat. Setidaknya aku udah usaha.
Kecup jauh untuk kalian semua😘