Bibit Unggul Mas Duda

Bibit Unggul Mas Duda
Dejavu


__ADS_3

Zakki yang sedang serius sarapan berjingkat kaget saat seseorang tib-tiba muncul di hadapannya.


"Selamat pagi, Dokter Ganteng," sapa gadis itu dengan kencangnya.


Astagfirullah hal adzim, sudah kayak jelangkung aja ini anak, datang tak diundang. Pulang, ya pulang aja sendiri. Zakki bergumam dalam hatinya.


"Pagi, bisakah kamu pelankan suaramu? lihatlah, semua orang memperhatikan kita," ucap Zakki sembari memandang sekeliling.


Sea, gadis itu ikut menatap sekitar, memang benar semua orang memperhatikannya. Gadis itu bukannya malu menjadi pusat perhatian malah dengan santainya melambaikan tangan dan tersenyum tanpa dosa.


Zakki mengangkat sebelah alisnya, 'Memangnya dia pikir dia miss universe?' lagi-lagi Zakki hanya bisa bergumam dalam hatinya.


"Belum pulang?" tanya Zakki singkat.


"Ciyee, dokter perhatiaan banget, sih? kalau aku pulang takut rindu, ya?" Zakki memutar bola matanya malas, sepertinya dia menyesal sudah bertanya.


"Dokter, kenapa sarapan dikantin? di rumah gak ada yang masakin?" tanya Sea saat kembali duduk di hadapan Zakki.


"Saya tinggal sendiri," jawab Zakki singkat seraya menyeruput teh manis dihadapannya.


"Pacar juga belum punya?" tanya Sea lagi, Zakki mendongak melihat gadis itu.


"Gak kepikiran buat pacaran," jawab Zakki singkat.


"Setelah ketemu aku, masih belum berniat pacaran?" Sea tersenyum, memamerkan deretan gigi putihnya.


Zakki mengerutkan alis, menatap gadis didepannya dengan seksama. Sea memang gadis yang cantik, kulitnya putih, rambut lurus sebahu dengan poni depan mengisyaratkan usia remajanya. Belum lagi gigi ginsul yang terlihat saat dia tertawa, menambah kesan manis padanya.


Tubuhnya bisa dibilang proposional. badannya tinggi, tubuhnya berkembang sesuai dengan usianya. Benar-benar gadis yang menarik.


Namun sayangnya, itu tak berlaku untuk Zakki. Hatinya sudah terpaut di sana, secantik apapun gadis di depannya ini tak sedikitpun menggoyahkan hatinya.


"Dokter tenang saja, meskipun aku gak bisa masak, tapi aku lebih pintar dari Nia Ramadhani yang cuma bisa ngupas salak dan pecahin telor. Aku masih bisa buat mie instan loh," cerita Sea dengan mata berbinar.


Mendengar nama Nia Ramadhani disebut, seketika Zakki mengingat seseorang. Gadis yang sudah bertahun-tahun singgah di hatinya. Sedang apa dia sekarang?

__ADS_1


Zakki berdiri dari kursinya. "Saya sudah selesai, permisi," pamit Zakki berbalik dan hendak melangkah.


"Dokter, saya sudah naksir sama dokter. Kalau nanti dokter juga naksir aku, bilang, ya?" teriak Sea yang membuat langkah Zakki berhenti.


Ya, Salam. Ini akan rumit. batin Zakki yang akhirnya membuat dia melangkah lagi tanpa menoleh sedikitpun.


Sea masih tersenyum ditempatnya, menatap punggung Zakki dengan mata berbinar.


Sekarang kamu boleh mengabaikanku, Dok. Tapi nanti, tunggi saja saat kamu tak bisa berpaling sedikitpun dariku.


***


Aku membuka mata, merasakan hawa dingin yang mulai menyergab. Mas Damar benar-benar keterlaluan, menghajarku habis-habisan hingga memakai baju pun aku tak sanggup saking lelahnya.


Lelaki itu kini masih terlelap di hadapanku. tangannya yang melingkar di pinggangku benar-benar menbuatku tak berkutik.


"Mas, Lepasin, aku mau bangun," rengekku sembari menggoyang-gayangkan tubuhnya.


Mas Damar hanya bergumam, lantas tiba tiba saja memonyongkan bibirnya.


"Morning kiss dulu, Sayang," ucapnya tanpa membuka mata.


Aku hanya diam, belum merespon ucapannya.


"Kelamaan." Mas Damar membuka mata, dia langsung menyergabku dengan ciuman lembut. Makin lama, ciumannya makin menuntut, alamat olahraga pagi lagi ini.


"Duh, kamu membangunkan yang di bawah sana, Sayang," ucap Mas Damar saat melepas ciumannya.


"Bukan aku, itu ulah Mas Damar sendiri," protesku yang membuat Mas Damar terkekeh.


"Tapi suka, kan?" tanyanya dengan senyum jahil.


"Capek. Sudah ayo bangun, Mas. Eh, nanti aku antar undangan ke Zakki ya?" ujarku yang tiba-tiba saja membuat raut muka Mas Damar berubah.


"Kamu mau buru-buru bangun cuma buat nganterin undangan ke dia?" tanya Mas Damar dengan bibir mengerucut.

__ADS_1


"Ish, gak gitu juga. Kan aku harus buatin makan buat Langit dan nyiapin keperluan kamu juga. Lagian kemarin juga sudah ijin kan?"


"Baiklah, hanya mengantar undangan, gak ada acara jalan-jalan,"


"Aku janji traktir dia, Mas, jadi sekalian makan. Jangan cemburu terus. Aku cuma makan, sedangkan kamu yang tiap hari makan aku," omelku yang mambuat suamiku itu terbahak.


"Baiklah. Tapi syaratnya kamu harus bantuin nidurin yang bawah." Mas Damar menaik turunkan alis, aku memutar bola malas.


"Kan kemarin udah bayar Dp, Mas," protesku lagi.


"Tapi ini cicilannya, Sayang."


Aku mencabik, sudah kayak kreditan motor aja pakai Dp dan cicilan. Tapi ini juga masuk kreditan sih, kredit anak.


Aku menelusupkan tangan dibalik selimut, mencari si sumber yang katanya harus di tidurnya. Mas Damar memekik kaget, sebelum kemudian mukanya berubah ...? yawes ngunu ikulah, ngerti kan.


"Mas, susah banget sih tidurnya?" tanyaku seraya menatap lelaki itu.


"Kalau kamu pegangnya kayak gitu yang ada bukannya malah nidurin, Sayang."


Mas Damar merapatkan pelukan, membenamkan kepalanya di ceruk leherku.


"Sudah singkirkan tanganmu, dia sudah pingin cari rumahnya," ucap Mas Damar dengan suara yang mulai serak.


Lelaki itu lantas merubah posisi menjadi diataaku. Lah bukannya tadi suruh nidurin? kenapa sekarang jadi digempur lagi? Itu ular cobra memang gak akhlak!


Mas Damar menyerangku dengan ciuman bertubi-tubi, aku yang semula sedikit kesala akhirnya jadi pingin ...? Masih pagi, lanjutin sendirilah, biar kalian gak pada baper.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selamat pagi, nungguin yak? mAaf, ye habis diserbu Mas Damar jadi gak bisa bangun aku. Eh, maksudnya Saras. Kebanyakan bikin scene Damar Saras aku tepar, Guys. Sakit maksudnya, bukan tepar yang itu😂😂


Ada yang lagi patah, tapi ada yang lagi bahagia. Sejatinya memang begitulah hidup. Patah untuk membuat kita bangkit dan tak menyerah, dan bahagia untuk pengingat bahwa tak seharusnya berhenti bersyukur.


Selamat pagi, semoga harimu dilimpahkan penuh kebahagian, jaga selalu kesehatan dan jangan lupa sarapan😘

__ADS_1


Kecup jauh untuk kalian semua😘😘


__ADS_2