Bibit Unggul Mas Duda

Bibit Unggul Mas Duda
Boleh Saya Ambil Alih?


__ADS_3

"Ryuu," teriak Sea saat melihat saudara kembarnya itu duduk sendiri di ruang tamu.


Gadis itu berlari begitu saja, meleburkan diri dalam pelukan Ryu yang ternyata memang sudah menunggunya.


Zakki yang melihat pertemuan antar saudara kembar itu hanya berdiri dan tersenyum tipis. Terlihat dua orang itu begitu saling menyayangi. Ryu tak selemah yang Zakki kira, meskipun duduk dikursi roda, pemuda itu bisa duduk dengan tegap. Bahkan bisa dilihat dia memeluk Sea dengan kencang, seakan menyalurkan kerinduan yang lama terpendam.


"Kamu sehat?" tanya Sea saat melepas pelukan.


"Sehat. Kamu?" tanya Ryu balik.


Pemuda dikursi roda itu mengacak pelan pucuk kepala Sea yang duduk di hadapannya.


"Kenapa gak pernah nengokin? Aku yang sakit bego', kenapa justru aku yang ke sini nyamperin kamu," ucap Ryu sembari menoyor pelan kepala saudaranya itu.


Sea terkekeh. "Maap, kemarin udah mau ke sana, eh kamu duluan yang pulang." jawab Sea dengan senyum mengembang.


Ryu tertawa menanggapi ucapan Sea. Senyumnya terhenti saat melihat Zakki yang berdiri sedang memperhatikan mereka. Sea yang melihat raut wajah kaget Ryu ikut menoleh ke belakang.


"Ya, Allah. Lupa." Sea menepuk jidatnya sendiri, dia lupa kalau tadi membawa Zakki ikut serta.


"Siapa?" tanya Ryu sembari menatap kembarannya.


"Sebentar." Sea bangkit dari tempatnya, berjalan menuju Zakki dan mengajaknya untuk mendekat.


"Ryu, kenalin dia Dokter Zakki," ucap Sea sembari berpindah posisi ke samping Ryu.


Zakki mengulurkan tangan, memberikan senyuman ramah kepada saudara kembar Sea itu.


"Zakki."


"Ryu," jawab Ryu seraya membalas jabatan tangan Zakki.


"Ryu, temani dokter dulu, ya? Aku mau membuatkan minuman," pintah Sea yang langsung diangguki Ryu.


Gadis itu membawa Ryu untuk duduk di ruang tamu, di susul dengan Zakki yang mengikuti di belakang.


"Duduk dulu, Dok. Saya buatin minuman dulu ." Zakki hanya mengangguk menjawab pertanyaan Sea. Beberapa saat kemudian, gadis itu berjalan menuju ke arah dapur.


"Gimana keadaan kamu? Sehat?" tanya Zakki memulai percakapan.


"Seperti dokter lihat, tak sesehat Sea tentunya," jawab Ryu sembari terkekeh.


Zakki ikut tersenyum. Dia bisa merasa Ryu adalah orang yang menyenangkan. Dia memang sakit, tapi semangatnya masih cukup luar biasa.

__ADS_1


"Panggil Zakki saja. Di sini aku bukan dokter."


"Tapi sepertinya kamu lebih tua ketimbang aku dan Sea. Jadi, boleh kupanggil kakak saja?" tawar Ryu yang langsung diangguki oleh Zakki.


"Apapun selagi itu membuatmu nyaman," sambung Zakki.


"Kakak pacar Sea?" tanya Ryu lagi.


Zakki tak langsung menjawab, dia bingung harus menjawab apa. Kenyataannya dia memang bukan pacar Sea, tapi menjawab tidak entah kenapa dia begitu berat.


"Assalammualaikum." Suara salam dari pintu masuk menyelamatkan Zakki dari pertanyaan Ryu.


Kedua orang itu menoleh, di sana ada mama dan papa Ryu yang baru saja keluar mencarikan rumah sakit untuk Ryu jika sewaktu-waktu membutuhkannya.


"Waalaikumsalam," jawab Zakki dan Ryu bersamaan.


Melihat orang tua Sea yang datang, Zakki langsung berdiri. Papa Sea yang dulu terlihat sangar dan penuh amarah kini terlihat berbeda. Lelaki itu justru tersenyum ramah.


"Ada tamu. Siapa ini Ryu?" tanya Mama Sea kepada Anaknya.


"Dia temannya Sea, Ma."


"Saya Zakki, Tante." Zakki mendekat, mencium kedua tangan orang tua Sea.


"Lagi di belakang, bikin minum," jawab Ryu lagi.


"Ayo duduk lagi. Kamu yang kapan hari mengantar anak saya itu kan?" kini giliran papa yang angkat suara.


"Benar, Om," jawab Zakki setelah mengambil tempat duduk berhadapan dengan keluarga Sea itu.


Zakki sedikit grogi, entah kenapa dia seperti di sidang sekarang. Duduk sendiri dan bersebrangan dengan kedua orang tua Sea dan saudaranya. Zakki belum berniat melamar, tapi dia merasa ditelanjangi sekarang.


"Maafin tingkah, Om kapan hari, ya? Kamu jadi lihat pertikaian saya dengan Sea," Papa Sea ambil suara lagi. Zakki hanya mengangguk tanpa bicara.


"Saat itu saya sedang kalut. Saya ke sini buat nengokin Sea, sudah lama tak melihat putriku itu. Sampai rumah bukan ketemu anaknya malah dapat laporan tentang segala macam. Tentang kuliah yang berantakan, gak pernah pulang. Om jadi kesel dengarnya. Belum lagi tiba-tiba dapat kabar Ryu kritis lagi pas saat Sea pulang. Jadilah dia sasaran Om."


Zakki hanya mengangguk, tak berani membantah atau menanggapi lebih. Mungkin memang kenyataannya begini, hanya Sea saja yang salah menanggapi maksud sang papa. Bukan berniat menyalahkan gadis itu, mengingat usia Sea yang masih sangat muda, bukan tidak mungkin gadis itu selalu mengambil kesimpulan sendiri.


Suasana di tempat itu mendadak hening. Ryu dan sang mama hanya diam mendengar ucapan papa. Sedangkan sang papa sendiri, melihat lelaki yang sama selama dua kali membuatnya berpikiran ada hubungan spesial antara Zakki dan Sea. Itulah sebabnya dia perlu cerita agar masalah terlihat jelas.


"Tapi saya sadar, semua ini bukan sepenuhnya salah Sea. Dia dipaksa mandiri dan dewasa oleh keadaan. Kami sering ingin mengajak dia ke sana, tapi ditolak. Sedang keadaan Ryu terkadang tak memungkinkan untuk ke sini. Ryu butuh pengawasan extra, kalau hanya mamanya saja yang menunggu, mungkin itulah yang akhirnya membuat dia berpikiran macam-macam." Papa Sea mengakhiri ucapan. Lelaki itu menghembuskan napas pelan kemudian tersenyum ke arah Zakki.


"Yuhuu ... minuman datang, eh ada mama dan papa."

__ADS_1


Usai meletakkan minuman di meja, gadis itu mengampiri mamanya, memeluknya erat dan melepas kerinduan.


"Mama kangeeen," rengek Sea yang hanya dibalas senyuman oleh mamanya.


"Papa." Setelah kepada mamanya, kini Sea berpindah ke arah pelukan sang papa.


Tentu saja itu disambut oleh sang papa. ayah dan anak itu berpelukan seperti tak pernah ada perdebatan sebelumnya. Zakki sampai merasa aneh sendiri dengan tingkah dua orang ini.


"Kamu lihat, Nak Zakki? Gadis tolol ini memang begini. Kalau marah sering kali berlebihan, sudah seperti perang dunia ke tiga. Setelahnya? Ya, manja begini," ucap Papa kepada Zakki.


Sea yang mendengar ucapan papanya langsung cemberut. Gadis itu mengambil tempat duduk di samping Zakki.


"Halah ... kalian berdua itu sama saja. sifatnya sama. Ya sifat Sea itu nurun dari papa," ucap Mama yang langsung diacungi jempol oleh Sea.


"Tau, nih! Kayak papa enggak aja. Kalau marah aja ngatain orang seenaknya. Mana peduli biarpun yang dikatain anak sendiri." protes Sea yang langsung disambut tawa oleh seisi rumah.


'Keluarga aneh. Rugi berarti aku kemarin ikut sedih dan simpati. Taunya ngocol begini,' gumam Zakki dalam batinnya.


"Laah itu kan yang akhirnya bikin kamu kuat. Papa gak mungkin selalu ada di samping kamu. Diluar sana kamu kudu bisa jaga diri sendiri, gak selalu bergantung sama orang." Sea mengangguk mendengar petuah papanya.


"Tapi gimana pun Sea kan perempuan, butuh dijaga juga," protes Sea cepat.


"Lah sekarang bukannya ada Kak Zakki yang bisa jagain kamu?" celetuk Ryu yang langsung membuat semua orang menoleh ke arahnya.


Sea membulatkan mata, tak menyangka kembarannya akan berkata seperti itu. Sedang Zakki mendadak salah tingkah dengan todongan langsung dari Ryu.


"Eh Ryu, ngomong sembarangan aja!" omel Sea kepada saudara kembarnya itu.


"Lah bener kata Ryu, emang kalian sebenarnya ada hubungan apa?" tanya Papa yang kini makin membuat Sea menelan ludah.


'Mampus! belum apa-apa udah ditanyain macem-macem. Bisa-bisa kabur dari jangkaun lagi nih dokter Zakki,' omel Sea sendiri dalam hatinya.


"Kami memang belum lama kenal, Om. Tapi mumpung semua di sini, boleh saya sekalian minta ijin? Saya ingin mengambil alih menjaga dan melindungi Sea kapanpun saat dia butuh. Saya minta ijin menjadi orang terakhirnya untuk melabuhkan segala keluh kesahnya saat om dan tante sedang tak ada di sisinya. Melalui ijin dari om dan tante pula, saya meminta kuasa untuk membimbingi Sea ke arah lebih baik. Saya sendiri bukan lelaki baik, tapi kami bisa belajar bersama-sama. Tak hanya hari ini, tapi juga esok dan selamanya."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Duh feelnya dapat gak, sih, Guys? Kalau sedikit hambar, maapin yak. Stok masako lagi abis🤣🤣


Kok Zakki langsung tembak aja si, Thor? Masih ingat tingkah Zakki sama Saras dulu? Dia tipe lelaki gercep, Guys. Jadi sama Sea pun dia gak butuh basa-basi. gak perlu pakai bucin-bucinan dulu, dia mah tho the point. Ayee aja sampai jatuh cinta😂😂😂


Wes ah, aku mau nyari es campur dulu. Di sini panas, Guys. Sepanas ngelihat mantan yang katanya belum move on, eh taunya nyebar undangan😂😂😂


Kecup jauh untuk kalian semua😘😘

__ADS_1


__ADS_2