
Lelaki paruh baya itu turun dari tangga, dengan tatapan yang masih tajam menghadap Sea dan Zakki.
"Ngapain pulang? Udah hamil minta di nikahkan?" tanya lelaki itu sembari tersenyum miring.
Zakki hanya terdiam di tempat, dia melihat kepada lelaki yang sepertinya papa Sea tersebut, lain waktu dia beralih memandang ke arah Sea. Gadis itu nampak mengepalkan tangan, tatapannya juga begitu menusuk le arah sang lelaki.
"Emang kalau minta nikah, di nikahin?" tanya Sea menantang. Gadis itu bersendekap dada, menatap dengan pongah ke arah sang papa.
"Memangnya ada lelaki yang mau sama gadis gak berpendidikan kayak kamu? Dibayarin kuliah, bukannya belajar yang pinter malah keluyuran aja kerjanya."
Lelaki itu tak mau kalah, dia menatap tajam Sea tanpa berpindah dari posisinya. Zakki gelisah di tempatnya, harusnya dia tak melihat adegan ini. Bagaimanapun juga ini urusan keluarga, bukan haknya untuk mendengarkan apalagi ikut campur.
"Oh, ya? Keluyuran? Emang papa tau aku gak kuliah? Emang papa tahu aku gak serius kuliah?" Sea terkekeh sendiri. Dia merubah posisi, membelakangi Zakki dan sang Papa.
"Tahu alasan kenapa aku memilih fakultas hukum?" tanya Sea lagi sembari membalikkan badan. Dia menatap sang papa yang juga sedang menatapnya.
"Aku ingin memberi keadilan kepada semua orang di luar sana. Aku ingin membantu merebut apa yang menjadi hak-hak orang gak berdosa. Aku gak mau ada orang yang bernasib sama sepertiku, lupa caranya diperlakukan adil!"
Perkataan Sea memang biasa, tak ada nada bentakan di dalamnya. Namun, entah kenapa Zakki bisa merasa ada sebuah luka dari setiap perkataan gadis itu.
"Apa maksudmu? Kurang apa kami sama kamu? Kami bahkan menyediakan segala kebutuhan kamu tanpa perlu kamu minta!" Amarah Papa Sea mulai memuncak, dia mendekat ke arah anak gadisnya itu.
"Oh, ya? Tapi sayangnya papa lupa di mana rumah papa sendiri. Buat apa papa bikin bangunan segede ini kalau tak berpenghuni?"
"Papa di sini sejak kemarin!"
"Benarkah? Demi siapa? Aku atau pekerjaan papa? Ini namanya rumah, Pa! Tempat untuk pulang dan menetap, bukan sekedar singgah! Aku bahkan ragu, apa masih ada namaku di kartu keluarga kalian!"
"Kami di sana untuk menjaga Ryu, Saudaramu! Kamu jangan manja!"
Ketegangan mulai semakin terasa. Zakki makin bingung memposisikan dirinya. Ingin pamit pergi, tapi dia tak enak menyela, tapi tetap di situ pun bukan keputusan yang bagus.
"Manja? Coba beritahu aku, kapan terakhir kalian memelukku? Memanggil namaku saat mau sarapan bareng? Kapan!" Sea berteriak lantang, Air mata yang sedari tadi dia tahan luruh juga.
"Apa aku harus sakit dulu seperti Ryu biar kalian mau nemenin aku?"
Sea menghapus kasar air mata yang sedari tadi menetes di pipinya. Selama ini, dia terlalu kuat untuk menghadapi kejamnya hidup sendirian, jadi pantang baginya untuk menangis.
__ADS_1
"Kamu harusnya tau, Ryu sakit. Dia butuh perhatian dan perawatan lebih. Kamu kan sudah besar, harusnya paham ini!"
"Terserah! Terserah kata kalian saja. Aku udah capek untuk terus paham dan mengerti. Sekarang aku tidak akan menuntut apapun lagi, cukup penuhi satu permintaanku, kembalikan kunci apartemen!" Sea menengadahkan tangannya, mengulurkan di depan sang papa.
"Untuk apa? Biar bisa keluar masuk bawa lelaki tanpa kami ketahui?
Sea mengusap wajahnya kasar. Zakki sendiri mengerutkan alisnya tak mengerti, bagaimana bisa seorang ayah berpikiran seperti itu kepada anaknya?
"Apapun pendapat kalian tentangku, terserah! Aku hanya mau itu, dan setelah itu aku tak peduli dengan apa yang mau kalian lakukan, bahkan menganggapku tak ada pun aku sudah tak peduli!"
"Tidak! Papa gak bakal ijinin kamu. Kamu tetep di sini!"
"Ngapain? Buat temenan sama sepi? Ngobrol sama tembok? Bercanda sama keadaan atau bahkan kalian pingin aku gila karena kesepian?"
"Kamu jangan berlebihan! Di sini banyak orang yang menjagamu. Kamu makin hari makin gak bisa di kontrol saja!"
"Papa juga makin hari makin sok berkuasa. Maunya dimengerti tapi lupa caranya mengerti!"
"Sea!" Papa Sea makin murka. Matanya melotot tajam ke arah Sea.
Gadis itu bukannya takut dia justru mendekat ke arah Zakki. Menarik sebelah tangan Zakki dan membuat lelaki itu sedikit kaget.
"Sea! Berhenti!"
Tak menoleh lagi, Sea justru melenggang meninggalkan rumah megah itu.
"Boleh aku nunpang sampai depan?" tanya Sea saat berhenti di depan mobil Zakki.
"Naiklah!"
Meskipun selama ini Zakki bersikap cuek, tapi untuk kali ini entah kenapa dia merasa sedikit kasihan dengan Sea. Gadis itu memang terlalu tangguh untuk ukuran remaja, sejak tadi Zakki bahkan hanya melihat satu tetes air mata yang jatuh di pipi Sea, dan selanjutnya, gadis itu tampil sekokoh baja.
"Maaf, Jika dokter harus melihat adegan tadi," ucap Sea lirih setealh mobil Zakki keluar dari istana megah Sea.
Zakki mengangguk. "Kamu baik-baik saja?" tanyanya.
"Tentu, kami sudah biasa seperti ini. Itulah sebabnya aku lebih sering pergi dari rumah saat mereka datang, untuk menghindari cekcok seperti ini."
__ADS_1
"Apa tidak bisa dibicarakan dengan kepala dingin? Atau mungkin dengan cara lain?"
"Ada satu cara."
"Apa?" tanya Zakki penasaran.
"Menikah!"
"Hah?"
"Iya, menikah adalah satu-satunya alasan terkuat untuk pergi dari rumah itu. Selain untuk menghindari gunjingan orang, itu juga bisa sebagai cara untukku bertahan hidup tanpa bergantung lagi dengan uang orang tua," urai Sea dengan tersenyum lebar.
Gadis itu merubah posisi, dia duduk miring menghadap Zakki.
"Alasan aneh," gumam Zakki pelan.
"Gak aneh. Jadi, apa dokter mau menikah denganku?"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Yuhu ... yang kemarin nungguin PO Bukan Gadis FTV sapa yak? Udah resmi open, nih. Ayokk, mojok bareng aku, kita ngbrol-ngobrol santai sembari nyemil batako selai keju🤭🤭
Nih, Iqbal aja penasaran, loh. Masa kamu enggak? 🤭
Eh, sekalian nih barangkali ada yang mau mampir ke cerita baruku. Cek profil aja, yak.
Novel satu belum kelar kok udah bikin judul baru lagi sih, Thor? Fokus aja dulu satu-satu.
Gini, ya, Guys. Sama dengan menyanyi, semua orang juga bisa menulis, tapi penulis akan benar-benar diakui jika dia sudah menghasilkan sebuah karya, dan itu yang lagi aku cari. Lagi pula, mumpung ide lagi numpuk, kenapa enggak tak curahin jadi tulisan, sapa tau menghasilkan🤭🤭
Mampir, yak.
__ADS_1
Kecup jauh untuk kalian semua 😘😘😘