
"Sea, gimana kuliah kamu? masih mau lanjut?" tanya Zakki saat mereka baru saja selesai makan.
"Udah males, Dok. Otakku pas-pasan, capek belajar mulu," jawab Sea asal. Gadis itu masih sibuk menusuk-nusuk tempe hingga kecil-kecil dan memakannya. Gadis kurang kerjaan.
Zakki menghembuskan napas pelan. Gadis seperti apa dihadapannya ini, disaat orang lain sibuk banting tulang biar bisa kuliah, dia yang tinggal menikmati fasilitas malah menyia-nyiakan.
"Dokter malu dekat denganku yang cuma lulusan SMA?" Sea tiba-tiba mendongak, menatap ke arah Zakki yang menaikkan sebelah alisnya karena kaget dengan pertanyaan Sea.
"Kenapa harus aku yang malu? Yang gak sekolah kan, kamu," jawab Zakki dengan cuek.
Sea menatap sebal ke arah Zakki. Seharusnya Zakki tak mandi tadi. Biarkan saja dia bau keringat dan berantakan seperti tadi, yang penting dia manis dan menggemaskan.
Fix! Sea harus selalu ada di sini tiap Zakki belum mandi. Sapa tau lelaki itu mendadak khilaf lagi.
"Kenapa malah senyum-senyum begitu?" Sea langsung menetralkan wajahnya. Jangan sampai Zakki tahu pikiran tak warasnya barusan.
"Gak, papa. Aku hanya berpikiran tak perlu capek-capek kuliah kalau cuma menjadi istri yang baik untukmu. Aku janji akan belajar dengan baik kepada mama cara buat service suami," ujar Sea sembari menaik turunkan alis. Membuat Zakki memutar bola matanya malas.
"Aku mau berangkat. Terserah kamu mau tidur di sini apa kembali ke apartemenmu. Ini kartu duplikat kamar ini." Zakki berdiri menyerahkan sebuah kartu duplikat pada Sea.
"Kalau tidur di rumah sakit aja, boleh?" tanya Sea sembari nyengir kuda.
Zakki memutar matanya sejenak. Berpikir. "Boleh," jawabnya dengan tersenyum manis.
"Tapi tidurnya di kamar jenazah," Sambung Zakki lagi yang langsung membuat Sea meredup. Padahal gadis itu baru saja mau jingkrak-jingkrak.
Zakki terkekeh, dia menuju kamarnya dan mengambil peralatan yang dia butuhkan. Sea ikut bangkit, dia mengikuti Zakki dari belakang dan berniat mengantarkan pemuda itu sampai pintu.
Sesampainya di pintu, Zakki berbalik menghadap Sea. Gadis itu ikut berhenti memandang Zakki dengan dahi berkerut.
"Ada apa? Ada yang ketinggalan?" tanya Sea lagi.
Zakki berdehem sebentar. "Kamu pernah dengar kan istilah ibu adalah madrasah pertama anak-anaknya? Apa nanti kamu tak ingin membuatku bangga karena mempunyai anak-anak yang cerdas berkat didikan ibunya? Aku tak menuntutmu untuk menjadi pinter atau pun sempurna, aku hanya ingin membuatmu sempurna di mata anak-anak kita kelak."
Zakki mengulurkan tangan, mengusap lembut pipi gadis yang melongo di depannya itu. Zakki tersenyum, kemudian menarik lagi tangannya.
__ADS_1
"Aku berangkat dulu, Assalammualaikum."
Kali ini Sea tak keberetan meskipun tak ada ciuman kening atau pelukan sebagai tanda perpisahan. Sea sudah cukup berbunga mendengar pernyataan Zakki barusan. Anak? Ah, Sea tak menduga Zakki akan mengajaknya berpikir sejauh ini.
"Menikah, punya anak dan hidup bahagia bareng dokter tampan? Ya Allah, gak sabar pingin bersandar di dada bidangnya." Sea bergumam sendiri sembari senyum-senyum tak karuan.
Zakki pun tak kalah semringah, dia tersenyum tipis mengingat ucapannya kepada Sea tadi. Bukan tanpa alasan Zakki berkata seperti itu, jika dia menyuruh Sea untuk kuliah begitu saja, gadis itu akan menolak. Tapi mendengar ucapannya tadi, dia yakin tanpa disuruh pun gadis itu akan senang hati berangkat kuliah. Gadis itu hanya butuh sedikit pancingan.
Terlepas dari semua itu, Zakki sendiri memang berharap kali ini hubungannya dengan Sea berakhir bahagia. Dia sendiri yang memutuskan menerima gadis itu, dan bisa dia pastikan, gadis itu tak akan pernah terlepas dari genggamannya. Tak akan!
***
Zakki geleng-geleng kepala melihat salinan nilai akademik yang dia minta dari Sea. Menurutnya, ini tak bisa dibilang pas-pasan, lebih parah dari itu yang benar.
Zakki dan Sea saat ini sedang duduk di lesehan di depan televisi. Karena hari ini Zakki libur, pria itu bertekad untuk mengembalikan Sea ke jalan yang benar.
"Kamu yakin ini nilai? Parah banget Sea. Kamu dulu masuk ke jurusan hukum karena tes apa gara-gara ngancem dosennya?"
Zakki tak henti-hentinya mengomel, sedangkan gadis yang kena sasaran omelannya justru cengar-cengir tanpa dosa.
'Ganteng banget, sih, ini pacar. Mau ngomel, mau marah-marah tetep aja ganteng. Fix! Dia diharamkan buat terlihat jelek' Sea membatin sendiri dalam hatinya.
Sea masih terus saja memperhatikan Zakki. Dilihatnya setiap inci wajah lelaki tampan di hadapannya itu. Pahatan sempurna!
'Cium dikit boleh kagak, ya? Terkahir dicium kan seminggu yang lalu, sekarang kan lupa rasanya. Mana kemarin dicium dadakan, kan sekarang pingin aku yang cium," lagi-lagi Sea berbicara sendiri dalam batinnya.
"Sea!" Panggil Zakki dengan suara tinggi. Dia sudah mengomel sejak tadi, tapi ternyata gadis di sampingnya itu malah senyam-senyum tak jelas.
"Eh-eh, ada apa?" tanya Sea gelagapan.
"Kamu ngapain monyong-monyong begitu? Aku ngomong sejak tadi gak kamu peduliin?" omel Zakki yang hanya dijawab cengiran oleh Sea.
"Ngapain itu bibirmu?" tanya Zakki lagi.
"Ehm ... ehm ...." Sea tak menjawab, dia hanya menunduk sembari memilin ujung kemejanya.
__ADS_1
"Mau cium?" todong Zakki langsung.
Sea langsung mendongak, menatap Zakki dengan mata berbinar. Dia mengangguk pelan sembari tersenyum.
"Bener mau cium?" tanya Zakki lagi. Sea tak menjawab. Gadis itu sudah terlanjur girang, tak menyangka Zakki akan menurutinya pintanya.
"Mau cium yang mana?" sambung Zakki lagi. Zakki mengeluarkan seringai jahat. Dia sengaja memancing Sea yang sudah merona.
"Eh." Sea bingung sendiri, dia salah tingkah ditanyain begitu.
"Sini, merem!" ucap Zakki lagi. Lelaki itu sengaja mendekatkan wajahnya ke arah Sea.
Gadis yang terlanjur berbunga-bunga itu langsung menuruti perintah Zakki tanpa banyak bicara.
Sea memejamkan mata dengan mesam-mesem tak jelas. Zakki tersenyum miring, membiarkan Sea menunggunya. Dia sengaja mendekatkan wajah lebih dekat, biar Sea makin kegirangan.
Sea makin tak sabar, apalagi saat merasakan hembusan napas Zakki mulai mendekat.
"Nanti kalau nilai akademikmu sempurna saat ujian besok," bisik Zakki tepat di telinga Sea.
Mata Sea langsung terbuka lebar. Kaget dengan bisikan Zakki yang selembut bisikan setan tapi menyesatkan. Dia melongo melihat Zakki yang sudah menjauhkan wajahnya. Lelaki itu menaik turunkan alis sembari memegang bibirnya dengan ibu jari. Menggoda Sea yang melihatnya dengan tatapan membunuh.
"Dasar setan ganteng!" omel Sea dengan ekspresi yang sama.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan baper woeee, lagi puasaaaa🤣🤣🤣
Alhamdulillah gak kerasa puasa tinggal 28 hari lagi, yaakk. Semangat🤭🤭
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi kamu yang menjalankannya🙏 Tetap semangat dan jaga kesehatan.
Karena lagi mode puasa, gak ada kecup jauh, yak🤣 Sebagai gantinya aku kirim batako selai kacang buat buka puasa.
Eh kagak jadi. Nyari gambar batakonya kagak ada🤣🤣
__ADS_1