
Sea tak berhenti tersenyum sejak tadi. Siapa yang sangka sekarang dia sedang duduk di mobil bersama Zakki yang sibuk menyetir. Entah ini dinamakan kencan atau tidak, yang jelas dia sangat bahagia. Kesempatan yang tidak akan datang dua kali ini benar-benar harus dia manfaatkan dengan baik.
"Ngapain ngelihat begitu?" tanya Zakki saat melihat Sea yang sedari tadi mencuri pandang padanya.
"Apa salahnya? Aku lagi lihatin dokter biar gak lupa caranya bersyukur." urai Sea yang lagi-lagi dengan senyum mengembang.
"Maksudnya?"
"Iya. Mensyukuri keindahan ciptaan Allah itu baik, kan? dan itu yang lagi aku lakuin sekarang."
Zakki hanya menggelengkan kepala mendengar penjelasan Sea. Gadis itu memang benar-benar aneh, memikirkan Sea lama-lama otaknya menjadi gak waras.
Mobil masuk ke dalam parkiran sebuah mall. Sea keluar lebih dulu, berjalan menyamping sembari menunggu Zakki yang keluar dari mobil.
"Ayo!" ajak Zakki yang kemudian berjalan lebih dulu.
"Dok, gak mau gandeng gitu?"
Zakki menoleh Sea yang masih tertinggal di belakang, dia menaikkan sebelah alisnya. "Kita gak lagi mau nyebrang," jawabnya singkat dan berlalu.
Sea menghela napas, harusnya dia sadar Zakki masih lelaki yang sama. Sungguh sebuah mukjizat jika dia tiba-tiba menuruti permintaanya.
Sebuah tangan tiba-tiba menarik telapak tangan Sea. Gadis itu mendongak kaget. Lelaki dihadapannya tak lagi menoleh, dia menarik tangan Sea dan mengajaknya berjalan.
"Ngelamun di parkiran bikin sawan!" ucap Zakki singkat.
Sea tak bisa berekspresi lain selain tetap tersenyum. Matanya memindai dari telapak tangannya yang berada di dalam genggaman Zakki.
'Ah, Tuhan. Semoga saja ini bukan mimpi.'
Baru saja Sea berharap bukan mimpi, Zakki sudah melepas genggamannya. Lelakinitu kembali melenggang seperti biasa tanpa dosa.
__ADS_1
"Loh, kok dilepas?" tanya Sea yang sudah berhasil mensejajari Zakki.
"Ngapain gandengan terus? Udah di dalam mall juga," jawab Zakki dengan santainya.
"Nanti kalai aku kesambet gimana?"
"Gak bakal. Setannya gak doyan ngemall."
"Tapi setan dalam bentuk manusia dan berwujud lelaki banyak loh."
"Mereka bakalan rugi gangguin wanita model kayak kamu."
Capek berdebat, Sea lebih memilih jalan sendiri dan membuntuti Zakki dari belakang. Zakki benar-benar susah di tebak, semua yang dia lakukan tak bisa dikira. Kadang sangat manis, kadang menyebalkan. Seperti sekarang.
Sea dan Zakki sampai di bioskop. Mereka melihat-lihat sejenak film apa yang sedang tayang.
"Mau nonton apa?" tanya Zakki.
"Nonton drama romance aja gimana?"
"Kalau horor gimana?" usul Sea Lagi.
"Kamu gak takut?" tanya Zakki seraya melihat ke arah Sea.
"Enggak. Kan kalau takut ada dokter yang bisa jadi pegangan." Sea menaik-turunkan alis, menggoda Zakki yang sudah mulai senewen menatapnya.
"Gak! Nonton action aja. Ada romancenya, ada horornya, ada bunuh-bunuhannya. Lengkap."
Tak menunggu jawaban Sea, pemuda itu langsung saja berjalan sendiri menuju pembelian tiket.
"Dih! Apa ada orang ngajakin nonton begini? Kenapa gak nonton sendiri aja kakau gini?" omel Sea sembari menatap kepergian Zakki yang bahkan tak menoleh ke arahnya.
__ADS_1
Usai membeli tiket dan dua bungkus popcorn yang lengkap dengan minumannya, Sea dan Zakkinpun langsung masuk ke dalam gedung bioskop.
Bioskop sudah mulai penuh, beruntung saja Zakki dan Sea belum terlambat karena lima menit selanjutnya film sudah siap diputar.
Zakki fokus dengan filmnya dengan sesekali mengambil popcorn dan memakannya. Dia melirik ke arah Sea, beberapa kali Sean terlihat tidak nyaman di tempatnya. Awalnya Zakki pikir Sea hanya tak suka dengan filmnya, tapi ternyata dugaanya salah.
"Berdiri!" perintah Zakki kepada Sea.
"Hah?" Sea yang bingung Zakki menyuruhnya berdiri masih diam di tempat.
"Berdiri!"
"Kenapa?"
"Berdiri saja kenapa sih?"
Tak lagi membantah Sea berdiri dari tempatnya. Lelaki itu menarik Sea untuk sedikit maju dan setelah itu dia berpindah ke arah tempat duduk Sea dan berganti Sea yang duduk di kursinya.
"Kali ini saya maafkan, tapi kalau saya masih melihat anda menganggu istri saya. Saya tidak akan tinggal diam!"
Meskipun pelan, Sea mendengar dengan jelas ucapan Zakki kepada lelaki di sampingnya itu.
'Apa yang aku dengar barusan? Dokter mengakuiku istrinya? Benar-benar orang yang susah di tebak.' Batin Sea.
"Dok, ucapannya boleh kuamini gak?" bisik Sea dengan mendekatkan tubuhnya sedikit condong ke Zakki.
"Soal yang mana? Yang kamu minta digangguin dia terus?"
"Bukanlah. Soal Dokter yang bilang hubungan kita."
"Hubungan kita yang mana?" Sebetulnya Zakki tau betul apa maksud Sea, hanya saja dia sengaja menggoda gadis tersebut.
__ADS_1
"Ish. Terserah dokterlah. Yang penting aku udah aminin."
"Serah!"