Bibit Unggul Mas Duda

Bibit Unggul Mas Duda
Kerja sama


__ADS_3

Sea sedang sibuk menata makanan yang Zakki pesen dari gofood. Hati Sea berbunga mengingat ucapan Zakki yang tiba-tiba saja mengijinkannya untuk tinggal sementara.


Pintu kamar Zakki terbuka, menampakan sosok yang berambut basah dengan perpaduan aroma sabun dan shampoo yang menggugah gairah.


Pikiran Sea mulai berfantasi. Awalnya dia tertarik kepada Zakki hanya karena dia begitu tampan, tapi makin kesini entah kenapa dia makin merasa tergila-gila.


Sea yakin ada sesuatu di diri Zakki yang belum dia ketahui. Pada saat bersama Saras, Zakki berubah menjadi sosok yang berbeda, dia begitu lucu dan ceria. Sedangkan dilain waktu, Zakki begitu dingin dan penuh misteri. Sebab itulah Sea menjadi tertantang sendiri. Setidaknya dia berharap hadirnya nanti akan merubah Zakki seperti sedia kala.


"Ada apa?" tanya Zakki yang melihat Sea tengah melongo menatapnya.


"Eh! Gak papa, Dok! Dokter seger banget, jadi pingin nemplok, Eh! Maaf lagi Dok, sengaja."


Zakki hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah absurd Sea. Lelaki itu menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Sea.


"Biar aku ambilkan piring, Dokter duduk saja."


Sea dengan cekatan mengambil piring dan membantu memindahkan makanan yang sebelumnya


Zakki diam-diam mengamati Sea yang sedang sibuk mengambilkan piring dan menyiapkan minuman untuknya. Dia tak pernah menyangka jika gadis yang dia kira manja dan absurd ternyata bisa menyiapkan kebutuhan untuknya.


"Panggil aku Zakki, jangan panggil Dokter terus, kamu bukan pasienku," ucap Zakki saat Sea sudah mengambil


"Sudah kebiasaan, Dok. Kalau pakai panggilan lain, boleh?"


Zakki menghentikan makannya, dia menoleh sejenak ke arah Sea. "Apa?"


"Sayang, mungkin?" Sea memamerkan senyum manisnya, sedang Zakki tak menanggapi dan melanjutkan makannya.


Suara bel pintu terdengar, Zakki dan Sea mendongak secara bersamaan. Zakki berdiri, melangkah menuju pintu.

__ADS_1


"Selamat pagi, Pangeran Charles datang bertamu."


Zakki memutar bola matanya malas, dia berjalan masuk meninggalkan si tamu yang tak tahu malu.


"Loh! Kok dia di sini?"


"Pagi Dokter Reno, sudah sarapan?"


Zakki kembali duduk dikursinya, Sedang Reno masih melongo di tempat. Dia sedikit terkejut dengan keberadaan Sea, bahkan yang dengan santainya duduk makan berdua dengan Zakki.


'Sepertinya, aku mencium aroma-aroma mencurigakan' Reno bergumam sendiri dalam hatinya.


"Kalian ngapain? Kalian kumpul kebo, ya?"


Zakki sontak melempar serbet ke arah Reno. "Ngomong pakai aturan!"


Reno mengambil tempat duduk, dia mencomot kerupuk milik Zakki. "Aku sepertinya butuh sebuah penjelasan," ucap Reno lagi.


"Kalian gak ngelakuin hal aneh-aneh, kan? Untung ini di apartemen, kalau di indekos bisa langsung di grebek nih!" ucap Reno lagi.


"Aku malah berharap di grebek, Dok. Langsung di kawinin kan?"


"Dih! Cewek sarap! Ada gitu cewek yang seneng digrebek."


Zakki bangkit dari kursi membawa piring kosong ke arah wastafel. Dia tak memedulikan dua makluk yang sedang sibuk berceloteh itu.


"Mau ambil kunci aja, kan? Noh di samping TV. Aku mau tidur," ucap Zakki seraya berbalik menuju kamar.


"Weh, Gak sopan banget sih ada tamu ditinggal masuk gitu aja?"

__ADS_1


"Tamunya gak penting!" Zakki masuk ke kamar, menutup rapat pintunya tanpa peduli.


"Mau kemana, Dok?" tanya Sea saat sudah duduk berdua saja dengan Reno.


"Jemput Ibu dari kampung. Pingin lihat calon istri katanya. Istri mana coba yang mau tak kenalin, orang calonnya aja belum ada. Nasih-nasib, perasaan aku juga lumayan ganteng, mirip Aldebaran malahan, kenapa kagak ada yang mau? Naksir si Arin, eh kagak ditanggepin. Ck! Apes bener ini nasib."


Sea terbahak seketika, sedang Reno melongo. Mendadak dia tersadar kalau baru saja curhat salah sasaran.


"Itu sih gak terima apes, Dok. Sial tujuh turunan itu, mah." Sea masih terbahak, membuat Reno menatapnya tajam.


"Btw, Arin orang mana, Dok? Suster di rumah sakit?"


"Bukan! Lagian ngapain sih kepo! Kamu gak perlu tahu kalau Arin itu baby sitter anaknya Saras. Eh!"


Zakki spontan memukul kepalanya pelan, penyakitnya sejak dulu, ya begini. Sering kebablasan kalau ngomong.


Sedang Sea makin terbahak, dia tak menyangka Dokter Reno yang terkenal kalem dan berwibawa di rumah sakit ternyata selebor juga di rumah.


"Dok, mau kerja sama gak?" tawar Sea saat tawanya sudah reda.


Reno menyipitkan mata. "Kerja sama apa?"


"Aku bantuin dokter deket sama si Arin itu, tapi dokter bantuin aku PDKT sama dokter Zakki. Gimana?"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kurang seru, yak? Maafin, ya? 😅 Besok diusahain lagi lebih menarik.


Eh jangan lupa mampir ke Denis dan Mutia yak, mereka juga pasangan somplak. Gak percaya? Buktiin sendiri deh😅

__ADS_1


Kecup jauh untuk kalian semua😘😘


__ADS_2