Bibit Unggul Mas Duda

Bibit Unggul Mas Duda
Jangan sentuh milikku!


__ADS_3

Zakki menyunggingkan senyum tipis saat melihat Sea tertidur di ruang tamu. Gadis itu menyandarkan kepalanya di sofa ruang tamu dengan buku yang menempel di tangan.


Zakki melangkah pelan, beberapa buku terlihat berserakan di sana. Akhir-akhir ini gadisnya itu memang sedang giat-giatnya belajar. Entah memang karena dia benar-benar ingin mendapat nilai bagus atau hanya karena iming-iming Zakki semata, yang jelas perubahan baik ini harus tetap Zakki syukuri.


Hari ini harusnya Zakki pulang lebih sore, tapi karena kedatangan pasien yang tidak dapat di prediksi, jadilah dia harus terlambat tiga jam untuk kembali ke rumah.


Zakki merendahkan tubuhnya,ditatapnya Sea yang sedang tertidur damai dengan sebuah senyuman. Diulurkannya tangannya untuk membelai lembut pucuk kepala gadis itu, hingga dengan pelan-pelan dia mencoba mengambil buku yang sedang ada di genggaman Sea.


Awalnya, Zakki hanya berniat merapikan buku-buku tersebut, tapi sebuah tulisan kecil tepat di lembar terakhir buku itu membuat Zakki membatalkan niat.


Terima kasih sudah hadir di hidupku.


Aku mungkin bukan orang yang kamu mau, tapi percayalah aku akan menjadi orang yang paling kamu butuhkan sepanjang kehidupan kita kelak.


โค๏ธ Ahmad Muzakki,


My Frozen Man.


Lagi-lagi Zakki dibuat tertawa oleh tingkah gadis kecil di depannya itu. Zakki kembali mengulurkan tangan, membelai pucuk kepala Sea lebih lama kali ini.


"Kamu bukan orang yang aku butuhkan, Sea. Tapi kamu adalah orang yang akan melengkapiku. Terima kasih juga sudah hadir di hidupku."


Kali ini Zakki mendekatkan wajahnya, memberi kecupan lembut ke dahi gadis yang masih terlelap itu. Masih dengan senyum yang mengembang, lagi-lagi pemuda itu membelai pucuk kepala sang kekasih. Zakki benar-benar dilanda penyakit mematikan. Kasmaran!


"Hei, bangun. Jangan tidur di sini." Belaian tangan Zakki kini berpindah di kanan Sea, membelai lembut sembari mencoba membangunkan.


Sea tak bergeming. "Sea, bangunlah," panggil Zakki lagi.


"Jangan diusap-usap begitu, yang ada aku makin nyenyak."


Zakki sedikit terkejut mendengar gumaman Sea, lebih terkejut lagi saat gadisnya itu berguling maju dan melesak dalam pelukannya.


Zakki yang semula hanya berjongkok langsung terduduk mendapat serangan tiba-tiba. "Kamu gak beneran tidur?"


"Tidur tapi tiba-tiba tadi ada pangeran tampan mencium kening," gumam Sea masih dengan mata tertutup.


"Terus?"


"Dia lupa kalau ada dua pipi yang juga ingin diperlakukan sama."


Zakki memutar bola matanya malas. Dia mendorong pelan tubuh gadis yang masih memeluknya erat itu.

__ADS_1


"Jangan ngelunjak!"


Sea yang didorong begitu saja langsung membuka mata, bibirnya mengerucut sempurna. Zakki tetaplah Zakki, sehari manis dua minggu kembali seperti frezer. Menyebalkan!


"Kamu kan calon kepala keluarga, aku cuma mau ngajarin gimana caranya berbagi dan adil."


Zakki melotot tak percaya, gadis itu selalu saja mempunyai jawaban konyol untuk membenarkan tingkah-tingkahnya yang juga konyol.


Bibir Zakki menyeringai setan, ucapan Sea membuat dia menemukan satu jawaban gila yang pasti akan merubah keadaan.


"Ouw ... adil dan berbagi? Baiklah, berarti kamu juga tidak akan keberatan dong berbagi cinta dan suami besok?"


Zakki menatap manaik-turunkan alis, Sea yang semula masih bermalas-malasan langsung bangkit dengan mata melotot.


"Jangan harap! Langkahin dulu mayat dokter Reno!" pungkasnya cepat.


"Kok Reno?" tanya Zakki penasaran. Yang benar saja, apa kaitannya dengan Reno?


"Iya! Soalnya kalau langkahi mayatku dulu, keenakan dong kamu malah hiduo bahagia dengan istri baru. Jadi, mendingan langkahin dulu mayat Reno!"


Zakki terdiam sejenak, tiba-tiba saja tawanya meledak. Dia menggeleng-gelengkan kepala tak mengerti. Sea dengan segara kekonyolannya memang membawa warna baru di hidupnya.


"Kenapa? Dari pagi aku di sini," protes Sea


"Kalau aku gak di rumah, kamu bebas di sini, tapi kalau ada aku, lebih baik kamu kembali ke tempatmu."


"Kenapa? Jangan bilang kamu benar-benar mau berbagi cinta dan istri?" Sea lagi melotot tak terima, masa belum apa-apa dia sudah dipoligami?


Zakki terekekeh sendiri mendengar jawaban Sea. Lelaki itu maju beberapa langkah, dia mencondongkan wajahnya ke arah Sea dan kemudian berbolok sedikit tepat di telinga kanan gadis itu.


"Dulu, mungkin aku bisa menganggapmu tak ada, tapi sekarang? Aku takut tidak bisa menahan diri."


Usai berkata demikian Zakki berbalik, melangkah menuju kamarnya.


"Jangan sering-sering cemberut seperti itu si depanku," sambung Zakki lagi sebelum akhirnya benar-benar masuk ke dalam kamar.


\=\=\=\=\=\=\=Bibit Unggul Mas Duda\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Zakki melajukan motor dengan sedikit ugal-ugalan. Tadi pagi dia sudah berjanji kepada Sea akan menjemput gadis itu sepulang kuliah.


Hari ini, dia sengaja mengambil libur agar bisa mengantar jemput kekasihnya itu. Ini adalah haru ujian pertamanya, dia mau memberi dukungan agar Sea tetap semangat hingga ujian berakhir nanti.

__ADS_1


Zakki mengedarkan pandangan, biasanya saat dia membawa mobil dia akan lebih memilih berhenti di depan gerbang, tapi karena sekarang dia membawa motor dan sedikit terlambat, dia langsung melesat menuju fakultas hukum tempat Sea belajar.


"Kamu kenapa sih? Aku udah nyari kamu lama dan sudah ketemu seperti sekarang, kamu malah jual mahal."


"Siapa yang nyuruh kamu nyari aku? Kita sudah gak punya urusan apapun yang mesti dibicarain." Sea terlihat beberapa kali menghalau tangan pemuda itu yang berusaha meraihnya itu.


Kedua orang itu langsung menoleh saat mendengar suara motor yang berhenti tepat di samping mereka.


"Sayang?" panggil Sea dengan semringah.


Zakki menatap dua orang itu bergantian, dia menaikkan sebelah alis ke arah Sea, bertanya lebih tepatnya.


"Sayang?" tanya Pemuda itu dengan mengulang panggilan Sea.


"Kenalin dia calon suamiku!" ucap Sea dengan bangga.


"Calon suami? Kamu gak mau balik sama aku cuma karena dia? Lelaki yang bahkan cuma bawa motor butut seperti itu?" Pemuda itu senyum meremahkan.


Ya, Zakki saat ini memang sedang membawa motor bebek sedikit butut. Motor itu dia pinjam dari pemilik bengkel tempat dia service mobil. ya, karena mobilnya mendadak mogok itulah dia terlambat sekarang.


"Memang kenapa dia cuma bawa motor butut? Yang penting dia lebih ganteng dari pada kamu!"


Sea kembali mencibir. Sedang Zakki hanya menatap percakapan dua orang di hadapannya dengan pandangan tak suka.


"Tapi aku bisa kasih apa yang kamu mau!"


Pemuda itu kembali mencoba meraih tangan Sea kembali, tapi Sea terus menghindar. Zakki yang melihat itu langsung berjalan mendekat.


"Mundur dari tempatmu!" Zakki memberi peringatan.


Pemuda itu lagi-lagi tersenyum sinis. "Memangnya kamu mau apa?"


Zakki makin geram, dia mempercepat langkah hingga berdiri tepat di hadapan Sea dan pemuda tersebut.


"Touch mine, you die!"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kalau ramai, nanti langsung lanjut.


Tapi boong๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2