Bibit Unggul Mas Duda

Bibit Unggul Mas Duda
Calon Suami?


__ADS_3

Zakki menatap bingung pada gadis yang tiba-tiba saja duduk di hadapannya. Dia memang masih jam menerima pasien sekarang, tapi gadis di depannya ini? Dia memang sedang sakit, tapi bukan Zakki dokternya. Gadis itu sakit jiwa lebih tepatnya.


"Ngapain di sini?" tanya Zakki seraya menatap datar gadis yang cengar-cengir di hadapannya.


"Ngasih sarapan," jawab Sea sembari mengankat bungkusan kresek di tangannya.


"Gak usah repot, bentar lagi pulang," jawab Zakki tanpa memandang ke arah Sea. Lelaki itu sibuk merapikan berkas-berkas di hadapannya, membuat Sea mengerucutkan bibir.


'Semalam aja manis banget, sekarang udah balik ke sifat asalnya' gerutu Sea dalam hatinya.


"Ya, sudah. Kita makan di sini aja," usul Sea dengan semangat.


Zakki menoleh ke arah Sea sekilas. "Sebentar lagi Reno datang. Lagian gak enak dilihat suster."


Zakki bangkit dari tempatnya, dia berjalan keluar dari ruang UGD. Sea yang melihat Zakki pergi langsung menyusulnya.


"Terus ini makanan gimana?" tanya Sea lagi seraya mensejajarkan langkah di samping Zakki.


Zakki berhenti, menoleh ke arah Sea dengan sedikit gemas. "Makan sendiri! Lagian kenapa juga bawa makanan ke sini?"


"Semalam katanya mau buka hati, minta bantuan biar aku bisa menetap di sana," ucap Sea sembari mengarahkan telunjuk ke arah dada Zakki.


"Ya, ini caraku," lanjut Sea dengan nyengir kuda.


Zakki menepuk dahinya pelan. Bukannya dia lupa dengan ucapannya sendiri, Zakki pikir, semua bisa dilakukan pelan-pelan, tapi dia teramat lupa kalau gadis itu adalah Sea. Gadis yang tanpa diberi kesempatan pun akan begitu gigih mengejarnya.


"Ya, tapi gak dengan ngintilin terus begini, Seeaaa," kata Zakki sembari menahan gemas.


"Lah terus gimana? Dokter aku ikutin terus begini aja susah banget luluhnya, apalagi aku cuekin? Yang ada kesempatan buat menetap di hati dokter ilang dong?"


Zakki menghembuskan napas pasrah. Dia sedikit ragu, apakah ucapannya semalam tindakan yang salah? Mendadak Zakki menelan ludah sendiri, membayangkan hidupnya akan sedikit runyam dikintilin Sea terus-terusan.


Zakki berbalik lagi, melanjutkan langkahnya tanpa menjawab ucapan gadis di hadapannya itu. Sea yang melihat Zakki pergi dengan gesit mengejarnya lagi.


"Dok! Kamu marah, ya? Jangan marah, dong. Baru juga semalam aku dibikin girang, masa sekarang di cuekin lagi sih?" tanya Sea sembari sedikit kesusahan menyusul langkah Zakki yang begitu lebar.


Zakki yang mendengar rengekan Sea otomatis berhenti dan berbalik. Pemuda itu menatap Sea sejenak, kemudian mengulurkan tangan dan mengacak pucuk rambut gadis di hadapannya itu gemas.


"Kamu memang bikin gemes, ya," ucap Zakki sembari tersenyum.

__ADS_1


Sea yang awalnya sedikit kaget dengan tingkah Zakki langsung membalas senyuman pemuda itu lebar. Untuk beberapa detik mereka masih berada di posisi yang sama.


"Ya, udah. Ayo!" ajak Zakki seraya berbalik dan melanjutkan jalannya.


"Eh, ayo kemana?" tanya Sea ikut melangkah.


"Katanya makan," jawab Zakki sembari terus berjalan.


"Kirain ayo ke KUA," jawab Sea sembari terkekeh.


"Itu judul novelnya Arjuna."


"Eh, iya sih. Berondongnya si othor. Dokter jadi nganterin aku pulang nanti gak?"


"Iya."


"Asyik. Nanti kenalan sekalian sama mama papaku, ya? Sama Ryu juga," lanjut Sea lagi.


"Iya."


Sea makin tersenyum lebar mendengar jawaban Zakki. Meskipun lelaki itu menjawab tanpa menoleh ke arahnya, tapi setidaknya ucapan Zakki soal membuka hati mulai terlihat sekarang.


"Dok, ini gak digandeng gitu tanganku?"


"Jangan ngelunjak," jawab Zakki seraya mendorong pelan dahi Sea dengan telunjuknya.


Zakki kembali melanjutkan langkahnya, tapi diam-diam sebuah senyuman tipis terbit dari bibirnya. Sedang di belakang sana Sea masih belum beranjak sembari memanyunkan bibir maksimal.


***


"Kamu pulang jam berapa? Balik ke apartemen buat mandi dan ganti baju dulu, masih keburu, kan?" tanya Zakki saat mereka sudah selesai makan.


Setelah pemaksaan Sea untuk makan bersama, akhirnya di sinilah mereka sekarang. Di ruangan Zakki.


"Sempet, kok. Dandan yang ganteng, ya, Dok?" jawab Sea penuh semangat.


"Sudah ganteng dari sononya," jawab Zakki datar.


"Ciee ... yang mulai narsis." Sea menahan senyum sembari melihat ke arah lelaki di hadapannya itu. Zakki hanya melirik sekilas, tak berniat menanggapi.

__ADS_1


"Tapi dokter emang ganteng sih. Maksudnya dandan yang makin cakep, makin rapi dan nanti biar aku makin bangga saat ngenalin dokter sebagai calon suami."


Zakki yang sedang minum sontak menyemburkan begitu saja airnya. Untung saja tidak mengenai wajah Sea.


"Eh, dokter baik-baik aja?" tanya Sea seraya bangkit dari kursinya.


Gadis itu berdiri di samping Zakki. Menepuk-nepuk punggung Zakki yang masih terbatuk akibat tersedak.


"Sea." Panggil Zakki setelah kondisinya sedikit membaik. Lelaki itu memiringkan tubuh menghadap Sea.


"Ya?"


"Kamu gak perlu repot memperkenalkanku."


"Lah, kenapa?"


"Karena aku sendiri yang akan memperkenalkan diri kepada orang tuamu." ucap Zakki dengan serius.


"Sebagai calon suami?" tanya Sea memastikan.


"Bukan, tapi sebagai sopir pribadi," jawab Zakki sembari menahan senyum.


Sea auto berbalik, mengambil batako dan mengolesinya dengan selai bluberry.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Yuhu ... Ayam kaming😀😀


Btw, aku mau minta saran nih. Kasih ide dong buat novel baru. Kalau oke, insya Allah bakalan tak tamatin di sini. Selama ini ceritaku belum ada yang tamat, yak? Ya Allah, emang dasar othor gak ada akhlak yakk🤭🤭✌️✌️


"Thor, Om Denis aja lanjutin?" Ntar, kalau ada ide yang mateng. Aku lagi nyari ide yang pas, dan belum dapat. Daripda tak lanjut ntar ujung-ujungnya berhenti tengah jalan, kan mending diberhentiin sekarang, pas lagi mereka sayang-sayangan🤭


"Jangan bikin cerita baru, fokus ini aja dulu, baru bikin lagi."


Ini pasti tak tamatin. Pasti! Tapi juga sembari jalan. Kemarin-kemarin aku juga sambil garap naskah lain juga kok, dan ini masih jalan to? Jadi, tenang saja.


Yuuk ... kasih ide, tapi ingat! Jangan pelakor, drama rumah tangga apalagi drama sinetron ikan terbang. Aseelikk bukan genreku.


Ntar kalau ada ide yang cocok bakal aku kasih pulsa 10.000 deh. Cuma 10.000 thor? Pelit banget. Ah elaah ... udah dikasih kagak terima kasih, itu 10.000 juga dapat utang di counter🤣🤣

__ADS_1


So, tuang ide terbaikku di sini.


Kecup jauh untuk kalian semua😘😘


__ADS_2