
Mobil berhenti di restoran siap saji yang berlambangkan badut loreng-loreng.
"Kita makan di sini saja, ya? karena kamu sudah makan, jadi kamu bisa nyamil saja," ucap Zakki setelah memakirkan mobilnya. Aku hanya mengangguk lantas keluar dari mobil.
Sembari menunggu Zakki memesan makanan, aku mencari tempat duduk tepat di balik jendela, memperlihatkan lalu lalang kendaraan di jalanan.
Zakki datang membawa nampan penuh dengan makanan. Satu piring nasi lengkap dengan ayam kriuknya, ditambah dua burger, dua kentang dan dua minuman soda. Perut memang sudah kenyang, tapi melihat makanan enak di depanku seperti ini entah kenapa perutku meronta-ronta lagi. Untung saja tak ada air liur yang menetes.
"Kapan pulang ke Madiun, Ras?" tanya Zakki disela makannya.
"Gak tau. Mungkin lebaram besok," jawabku yang juga asik dengan burger di tangan.
"Lama banget. Tapi besok kalau mau pulang, bisa bareng aja sama aku. Aku jemput kamu di rumah," jelas Zakki yang membuat mataku berbinar.
"Serius?" tanyaku antusias.
Siapa yang tak mau ditawari seperti itu, setiap pulang lebaran aku selalu memilih pulang malam hari, pasalnya jika siang, selain desak-desakan sering kali aku harus menunggu lama karena bis selalu penuh. Sekarang, ada yang nawarin pulang bareng bawa mobil gratis pula, jadi gak sabar pingin pulang.
Namun, tiba-tiba saja wajahku meredup, aku teringat sebuah janji yang dulu pernah aku ucapkan kepada ibu.
"Kenapa murung begitu?" tanya Zakki yang mungkin melihat perubahan wajahku.
"Aku ragu buat pulang, Kemarin aku janji sama ibu, lebaran nanti aku bakal pulang dengan calon suamiku. Lah ini kurang dari lima bulan, aku masih jadi jomlo akut seperti sekarang," jelasku yang membuat Zakki terkikik.
"Kenapa harus janji seperti itu?"
Aku menimbang-nimbang sejenak, haruskah aku menceritakan kepada Zakki? tapi bagaimanapun, Juragan Ipan adalah Pakleknya, aku takut membuatnya tersinggung.
"Hmm ... gak papa sih, cuma taruhan sederhana sama ibu," jawabku sembari nyengir.
"Kamu sama ibu dari dulu masih sama, aneh-aneh saja kelakuannya. Lagian kenapa bingung, besok kamu juga pulang sama calon suami kan?"
Aku berpikir sejenak, mencerna maksud perkataan Zakki.
"Ish ... bisa geger sekampung kalau aku ngakuin kamu calon suami."
"Lah kenapa?"
"Lah masa remahan rempeyek di kaleng khong ghuan kayak aku gini pacaran sama dokter kayak kamu, sungguh amatlah fitnah keji itu." Tawa Zakki meledak, entah apa yang lucu dari ucapanku.
Saat tawa Zakki masih menggelegar, sebuah dering telepon mengalihkan perhatianku. Nama Mas Damar tertera di sana, ada apa dengannya?
__ADS_1
"Halo Assalammualaikum, Mas."
"Waalaikumsalam. Saras kamu dimana? Kok Pak Rusdi pulang sendiri?"
Saat hendak menjawab pertanyaan Mas Damar, suara tawa Zakki kembali terdengar, membuat suara diseberang saba kembali bertanya.
"Itu suara siapa? kamu pergi kemana?" Kembali pertanyaan beruntun terdengar dari Mas Damar.
"Maaf aku tadi lupa pamit, Mas. Aku diajak Zakki makan sebentar, aku mau nolak juga gak enak. Maaf, Mas."
"Makan? sama Zakki?" pertanyaan penuh penekanan kembali terdengar.
"Iya, Mas."
"Setelah makan, kamu segera pulang. Ehm ... Itu, bubur yang kamu buat sudah habis, aku mau dibuatkan lagi." Sedikit terbata, suara Mas Damar terdengar aneh di telingaku.
Dahiku berkerut, belum ada dua jam dari kepergianku, masa dia lapar lagi?
"Iya nanti aku langsung pulang, kalau Mas Damar keburu lapar, bisa minta tolong buatin Mbak Indri dulu."
"Gak mau! aku mau buatan kamu. Apa perlu Pak Rusdi aku surub jemput kamu?"
"Eh, jangan-jangan! oke habis ini aku balik."
"Siapa, Ras?" tanya Zakki saat aku memaaukkan kembali handphoneku ke dalam tas.
"Mas Damar. Aku di suruh cepet balik, habis ini aku langsung pulang, ya?"
"Kenapa di suruh cepat pulang? kamu sudah disuruh kerja berat sama dia?" tanya Zakki penuh selidik.
"Enggak. semalam maagnya kambuh, tadi paginaku bikinin bubur, dan sekarang dia minta lagi, padahal dua jam tadi baru selesai makan. aku gak tau kalau seleranya makannya besar banget."
Zakki tertawa kecil mendengar penjelasanku.
"Kamu ini benar-benar polos, Ras."
"Maksudnya gimana?"
"Zakki gak mau kamu dekat-dekat denganku."
"Tapi dia tadi gak ngomong gitu."
__ADS_1
"Ya, gak mungkin juga kali ngomong terang-terangan."
Aku masih belum sepenuhnya paham dengan ucapan Zakki. Lelaki apa memang seaneh ini? banyak sekali teka-teki yang sulit untuk di pecahkan.
"Ya, sudah ayo kita pulang. Itu burger sama kentang punyaku kamu bawa pulang aja. Apa perlu tambah lagi?" tawar Zakki berdiri dari kursinya.
"Gak usah, gak usah. Ini sudah cukup." Zakki mengangguk, kami pun beriringan menuju parkiran.
Diperjalan, tak banyak yang kami bicarakan. Hanya butuh sepuluh menit kami sampai di rumah.
Zakki memasukkan mobilnya hingga di depan pintu. Di sana terlihat Mas Damar berdiri dengan memasukkan kedua tangan ke dalam saku celananya. Lelaki itu menatap tajam, mendadak ngeri sendiri.
Aku turun dari Mobil, ternyata Zakki pun ikut turun.
"Pagi, Pak," sapa Zakki kepada Mas Damar.
Mas Damar hanya menganggum singkat, kemudian beralih menatapku.
"Ayo, Masuk! aku sudah lapar," Aku mengangguk kemudian menatap Zakki sebentar untuk pamit.
"Zakk, makasih, ya?"
"Sama-sama. Lain kali boleh kan aku ajak jalan lagi?" tanya Zakki. Belum sempat aku menjawa, jawaban Mas Damar terdengar terlebih dahulu.
"Lain kali ijin aku dulu kalau mau ajak dia pergi!"
"Ouw, Oke. Ras aku pergi dulu. Kalau butuh apa-apa jangan sungkan bicara padaku. Saya pamit, Pak Damar." Zakki masuk kedalam mobilnya, sesaat kemudian mobilnya sudah meluncur keluar gerbang.
"Kalau butuh apa-apa kamu tak perlu bilang padanya, aku masih bisa penuhi kebutuhanmu," ucap Mas Damar dingin, lelaki itu akhirnya berlalu begitu saja dari hadapanku.
Ada apa dengan kedua lelaki ini?
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Halooo ... selamat Hari Minggu. Semoga liburannya menyenangkan.
Belum genap dua hari yak, jadi yang ngomong updatenya lama, ayoo coba di cek π π
Tapi tetap saja, aku minta maaf atas segala keterbatasan waktuku. Kesibukan duta akhirnya membuat tubuh sedikit melemah, jadi mohon maaf kalau mungkin besok gak bisa update lagi. Tapi selagi bisa, aku bakal usahain secepatnya.
Maaf kalau update sekarang kurang panjang, lagi bergulat dengan kepala yang berkunang-kunangπ π
__ADS_1
Happy reading, semoga terhibur.
Kecup jauh untuk kalian semuaπππ