Bibit Unggul Mas Duda

Bibit Unggul Mas Duda
Sudah Cinta belum?


__ADS_3

Zakki sedikit kaget saat seseorang menepuk pundaknya, lebih kaget lagi melihat wanita yang dihadapannya.


Matanya berbinar, rindu yang selama ini dia tahan menyeruak. Bibirnya terkembang, merasakan dejavu dengan kejadian dulu saat pertama kali mereka bertemu.


"Ratu, kamu di sini?" tanyanya sedikit histeris.


"Ah, Maaf. Maksudku Saras," lanjutnya lagi dengan sedikit kikuk.


"Jangan seformal ini, Zakk. Kamu kayak ketemu siapa aja. Panggil aku sesukamu, bebass," jawab Saras yang membuat Zakki mengangguk.


"Tumben, ada apa?" tanya Zakki seraya memeperhatikan Saras dalam.


Gadis itu makin terlihat manis sekarang. Gayanya tak berubah walaupun sekarang menjadi seorang istri pengusaha. Hanya rambutnya saja yang beda, biasanya saat bertemu Zakki sering melihat rambut Saras dikuncir kuda, baru sekarang ini digerai, makin membuatnya manis dan dewasa.


"Aku mau menepati janji, mentraktirmu makan," jawab Saras dengan semangat.


"Serius? ah, kebetulan lagi bokek."


"Ahmad Muzakki dokter muda yang tampan nan rupawan lagi bokek? kenapa aku mencium bau-bau kebohongan?" ucap Saras deengan mata menyipit, seolah-olah tak percaya ucapan Zakki.


Zakki terbahak, tangannya hendak mengulurkan tangan, mengacak pucuk kepala Saras seperti kebiasaannya. Namun, dia urungkan, Saras istri orang lain sekarang. Mengingat itu, entah kenapa Hati Zakki tercubit lagi.


"Ah, kamu niat apa enggak sih mau traktir? kenapa mesti muji dulu yang endingnya harus di hempaskan?" Saras tertawa, membuat Zakki makin rindu dengan gadis itu. Walaupun sekarang gadisnya itu sudah di depan matanya.


"Ya, sudah. Ayo. Kita makan dimana? dipenyetan yang kapan hari itu? aku sengaja tidak sarapan biar bisa makan enak bareng kamu?"


"Ah, serius? Aku terharu sekali."


"Lebay," ucap Saras dengan memukul lengan Zakki. Lagi-lagi, Zakki hanya terbahak.


"Tapi sepertinya kita tidak bisa makan keluar, Ras. Aku takut gak keburu. Kamu kalau datang itu sore hari, pas aku pulang kerja, kan bisa leluasa," jelas Zakki yang diangguki Saras.


"Lah mana aku tahu kamu pulang sore, Zakki. Kamu aja jarang hubungi aku sekarang."


"Aku takut sama suamimu."


"Tapi aku masih temanmu."


"ya, sudah-sudah. Kita makan di kantin aja, gak papa, kan?" tanya Zakki yang lagi-lagi diangguki Saras.


Zakki dan Saras beriringan berjalan menuju kantin, gerak-gerik mereka tak luput sedikitpun dari pantauan seseorang.


"Eh, Ren. Kebetulan ketemu, nitip UGD bentar, ya, mau makan," ucap Zakki saat tak sengaja ketemu dokter Reno di perjalanan.


Tak menjawab, Reno justru terkejut melihat gadis yang disamping Zakki. Reno tahu persis kisah mereka, itulah yang menbuat Reno tak percaya, sekuat itu ternyata seorang Zakki.


"Halo, Dokter Reno," sapa Saras kepada Zakki.


"Eh, iya, Mbak Saras. Tumben?"


"Mau makan bareng Zakki. Mau sekalian gabung?"


"Eh, enggak-enggak. Aku biar jaga UGD, saja." Saras Dan Zakki berlalu dari hadapan Reno.

__ADS_1


Dokter muda itu masih mengarahkan matanya mengikuti kepergian Zakki dan Saras.


"Itu siapa sih, Dokt?" tanya Seseorang disamping Reno.


Reno yang masih asyik mengamati Saras dan Zakki menjawab tanpa melihat sedikitpun kepada si sumber suara.


"Cinta pertamanya Zakki. Gak nyangka iti cowon bisa setegar ini." Reno tersadar dengan ucapannya, bagaiamana bisa dia menjawab tanpa tahu siapa yabg bertanya.


Reno menoleh, terlihat orang yang bertanya tadi tersenyum dengan lebar. Reno menepuk jidatnya, menyesali kenapa gak nenggok dulu tadi.


"Kok kamu sih?" tanya Reno heran.


"Lah kalau aku emang kenapa?"


"Lagian aku heran, kamu kan cuma terkilir, sudah di ronsen, sudah di kasih obat, sudah bisa pulang harusnya, kenapa malah buang-buang duit nangkring di sini, sih?" tanya Reno, entah kenapa dia tiba-tiba sebal dengan gadis di depannya ini.


"Kenapa jadi dokter yang bingung? tenang saja, aku bisa bayar rumah sakit kok. Kalau pun gak bisa, aku mau bantu-bantu disini buat ngelunasin utang. Sapa tahu bisa membuat dokter Zakki tertararik padaku." Reno memutar bola matanya malas.


Dokter muda itu berlalu begitu saja tanpa memedulikan Sea yang masih tersenyum seperti orang gila di sana.


Sea masih diam di tempat, melihat punggung dokter Zakki yang sudah sangat jauh. Pantas saja sifat lelaki itu berubah 180 derajat saat bertemu gadis tadi. Selama ini Sea tak melihat Dokter Zakki tertawa, tapi tadi, bahkan dokter itu berkali-kali tertawa. Sea jadi penasaran dengan cinta pertama sang dokter itu.


"Apa kabar kamu, Zak? kamu baik-baik saja, kan?" tanya Saras saat mereka sudah duduk berdua di meja kantin.


"Aku sehat seperti yang kamu lihat."


"Bukan itu maksudku, apakah hatimu juga membaik?" tanya Saras ragu.


Zakki menghembuskan napas, menatap Saras dengan perasaan sendu. Dia sudah berusaha untuk bangkit, tapi kehadiran Saras kembali kali ini, membuat luka yang belum sembuh sama sekali itu kembali bernanah.


Tapi, kamu tenang saja. Aku sendiri yang mengikhlaskanmu. Aku merelakanmu dengan sepenuh hatiku. Maka aku pasti akan bangkit dan move on, kapan itu? entahlah, tapi aku yakin masa itu ada akan datang."


Zakki menyudahi ucapannya, menghela napas sembari menatap Saras yang sudah dengan raut wajah yang berubah.


"Maaf, Zakk," ucap Saras pelan.


"Sudahlah. Berbahagilah! karena bahagiamu adalah sumber kekuatanku untuk bangkit. Kita masih bisa berteman seperti ini saja aku sudah senang."


Saras mengangguk, tak lama pesanan mereka datang.


"Haloo, boleh gabung?" ucap seseorang. Belum sempat Saras dan Zakki menjawab, gadis itu sudah duduk di sebelah Zakki.


"Halo, Kak. Kenalin aku Sea." Gadis itu mengulurkan tangan, membuat Saras menyipitkan mata.


Saras melihat ke arah Zakki, tanda dia bertanya. Tapi zakki hanya menggidikkan bahu. Tanda tak peduli.


"Saras."


"Kakak ternyata orangnya manis, meskipun sebenarnya lebih manis aku sih," jawab Sea tanpa malu. Saras tersenyum, merasa gadis di depannya ini lucu.


"Kamu ngapain? bukannya di kamar sudah dapat jatah makan?" tanya Zakki kepada Sea.


"Aku bosen, Dokter. Lagian yang sakit kakiku, bukan mulutku. Gak enak banget makanannya orang sakit itu," oceh Sea.

__ADS_1


"Itu tahu cuma kakinya yang sakit, terkilir aja malah, kenapa gak pulang-pulang?"


"Belum menang."


"Menang dari apa?"


"Menangin hati Dokter ganteng."


Seketika tawa Saras pecah, dia tahu sekarang maksud gadis ini mendekat, dia naksir Zakki rupanya.


"Woow, kamu punya penggemar ternyata, Zak?" tanya Seras menaikturunkan alis.


"Banyak, pengecualian dia," jawab Zakki ketus seraya melirik sampingnya.


"Itu sekarang, gak tau kalau besok. Sapa tau besok dokter malah gak bisa jauh dari aku," ucap Sea dengan PDnya.


" Jangan berharap!" potong Zakki cepat.


"Tapi kalau ternyata si othor jodohin kamu sama aku, kamu bisa apa dok?" Zakki geleng-geleng kepala, nampaknya dia harus merayu si author agar menjauhkannya dari gadis resek ini.


"Ayo makan, Ras!" Saras yang sedari tadi hanya melihat perdebatan Sea dan Zakki akhirnya mengangguk.


Mereka mulai makan dengan sesekali berbincang. Kadang jika Zakki dan Saras berbicara, Sea hanya diam saja, mencermati sifat Saras apa yang bisa dia tiru agar bisa meluluhkan hati dokter zakki.


"Dok, boleh minta tolong, gak?" tanya Sea tiba-tiba.


"Apa" jawab zakki cuek.


"Tolong kebelakangin rambutku dong, ini mengganggu," rengek Sea yang membuat Zakki menoleh ke arahnnmya.


Kedua tangan Sea memang nampak kotor. Gadis itu memang makan pakai sendok, tapi entah dibuat apa itu tangannya hingga penuh minyak.


"Ras, tolongin dong," ucap Zakki kepada saras.


"Kenapa mesti aku? kan dia minta tolong ke kamu. Lagian kan kamu lebih deket."


"Iya, Ih. Kan aku minta tolongnya sama kamu dokter ganteeng," ucap Sea dengan manja.


Zakki memutar bola matanya malas. Sea mengangkat kepalanya, menghadapkan wajahnya ke arah Zakki.


Zakki mau tidak mau mengarahkan tangannya, menyelipkan rambut Sea kebelakang telinga.


"Dok," panggil Sea. Zakki hanya menjawab dengan gumaman.


"Sudah cinta belum?" Saras yang sedari tadi memperhatikan mereka sembari minum es, langsung kaget dengan pertanyaan Sea dan menyemburkan sebagian minumannya ke arah Zakki.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selamat hari minggu๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Kali ini gak ada adegan skidadap awe-awe, yakk, takut kalian baper๐Ÿ˜…


Insya Allah mulai besok Dikejar om seksi bakalan aktif update lagi, jangan lupa masukin daftar faforit kalian yakk. Ada yang belum baca? mampir gih, dijamin gak kalah seru sama Saras.

__ADS_1


Selamat berlibur.


Kecup jauh untuk kalian semua๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2