
Tubuh Zakki melemas. Dia masih diam di tempat dengan hati dan pikiran yang amat kacau. Dia sudah membuang egonya, dia sudah menyatakan semua rasanya, tapi kenpa itu tak bisa membuat Sea kembali di sisinya?
Zakki pernah sekali kehilangan, dia tak mau lagi sekrang. Lantas apa yang harus dia perbuat lagi? Sedang apa yang baru saja dia ucapkan kepada Sea adalah pengakuan terdalamnya.
Belum lama Zakki merasa bahagia. Baru kali ini juga dia merasakan dicintai dan perasaan berbalas. Lantas, haruskah dia kehilangan itu lagi?
Zakki tak bisa, sungguh dia benar-benar tak bisa.
“Sampai kapan kamu masih berdiam di situ? Gak mau coba buat nahan lagi gitu? Rayu, kek. Kejar, kek. Atau gimana gitu?”
Zakki sontak berbalik saat mendengar suara yang tak asing. Wajah yang sebelumnya meredup itu kini bersinar lagi. Sebuah senyuman terbit dari bibir lelaki itu.
“Sea,” panggilnya lirih.
“Mau pulang gak nih? Aku udah laper banget ini.”
Zakki terdiam, dia menatap ke arah Sea yang kini juga menatapnya. Tak mau menyi-nyiakan kesempatan, Zakki langsung mengangguk.
“Iya, ayo kita pulang!” ajak Zakki dengan semangat. Untuk saat ini biarlah dia tak membahas apapun dulu, yang terpenting Sea sudah mau kembali kepadanya.
Sea mendekat ke arah Zakki dengan senyum mengembang. Gadis itu benra-benar unik, lihat saja tingkahnya. Dia bersikap biasa saja, seolah perdebatannya dengan Zakki yang baru saja terjadi itu hanyalah guyonan semata.
Zakki memasangkan helm ke kepala Sea. Ditatapnya gadis yang tak hentinya memamerkan senyuman itu. sungguh, tak ada perasaan lain yang bisa Zakki ungkapkan sekarang. Dia bahagia, teramat bahagia malah.
“Mau makan dimana? Mau sekalian jalan-jalan?” tanya Zakki sebelum naik ke atas motor.
Sea diam sejanak, mencoba berpikir hingga kemudian mengangguk setuju.
Tak menunggu lama lagi, Zakki langsung menyalakan motor dan melajukannya menuju mall terdekat. Hari ini, dia ingin menghabiskan waktu bersama orang terksihnya. Dia ingin menebus semua rasa sakit hati yang pernah dia ciptakan untuk gadisnya itu. hari Sea harus bahagia. Harus!
Sepanjang jalan, Zakki menyunggingkan senyuman. Dia menjalankan motor dengan kecepatan sedang, bahkan terkesan lambat, membuat Sea gemas sendiri.
“Kenapa pelan banget, sih? Kagak sampai-sampai ini nanti,” omel Sea dari belakang.
“Demi keselamatan, Sayang. Lagian buru-buru mau ngapain sih? Mallnya tutup masih ntar malam.”
__ADS_1
“Tapi ini panas,” gerutu Sea lagi.
“Coba peluk deh, pasti gak seberapa panas,” jawab Zakki iseng. Terserahlah dia dikatain orang bucin, karena nyatanya dia benar-benar bucin sekarang. Sea kembali lagi kepadanya saja dia sudah amat bahagia, gimana kalau lebih?
“Modus,” jawab Sea.
Zakki terbahak mendengar jawaban Sea. Namun,diam-diam Sea sendiri mulia menyunggingkan senyum dan melingkarkan tangannya dipinggang Zakki. Ya, dua orang anak manusia itu kini sedang menikmati bahagianya dalam versi masing-masing.
Zakki memasuki parkiran mall. Usai mendapatkan tempat yang pas, pemuda itu langsung membawa motornya ke sana. Butut-butut begitu tetap saja notor itu amanah. Bisa di penjara dia kalau sampai menghilangkan motor orang.
Usai dibantu melepaskan helm oleh Zakki, Sea hendak berbalik dan berjalan lebih dulu. Namun, langkahnya terhenti saat tanggan Zakki tiba-tiba menahannya.
“Terima kasih, Sea. Katakan apa yang harus aku lakukan agar bisa menebus semua rasa sakit hatimu karenaku. Aku ingin benar-benar dimaafkan olehmu,” ucap Zakki tulus.
Sea menatap Zakki sejenak, diperhatikannya wajah orang yang sangat dia cintai itu. sea benar-benar menemukan ketulusan di sana. Mau sesakit apapun hatinya oleh tingkah Zakki, tetap saja Sea tak bisa pungkiri kalau Zakki tetap saja jadi pemenang dihatinya. Kalau berjauhan sedikit saja dia tak bisa, bagaimana mungkin dia tak memaafkan pemuda itu.
“Aku tahu kok, gak gampang untuk kamu ngakuin semua ini tadi. Aku juga percaya kamu sudah berusahaa keras untuk lepas dari masa lalumu. Namun, aku juga tahu pasti, masa lalu itu tak segampang itu buat dilupain, letak dia tak hanya di pikiran, tapi dihati juga. Jadikan saja masa lalu itu untuk pembelajaran dan kenangan untukmu sendiri. So, kalau memang sudah begini keadaanya, mau gimana lagi? Setidaknya aku dan kamu sudah cukup berusahaa untuk memperbaikai keadaan kita ini. Selagi kita masih bisa sama-sama mengejar, kenapa harus menyerah? Paling tidak kita bisa didewasakan keadaan dan dikuatkan oleh Allah. Ayo kita jalani semua ini bersama-sama.”
Ucapan sederhana Sea benar-benar menampar kesadaran Zakki. Gadis yang selama ini dia anggap bocah kemarin sore itu justru lebih dewasa dari apa yang dia pikirkan.
Sea membalas pelukan Zakki dengan senyum mengembang. “Masa? Padahal biasanya aku loh yang paling takut kehilanganmu,” jawab Sea dengan terkekeh.
“Sekarang aku berubah pikiran. Aku hanya ingin menghabiskan dua waktu bersamamu, hari ini dan selamanya.” (Qoutes oleh Latifa latifa, peserta event bucin di groub chat)
“Cie ... bucin, ciee.” Ledek Sea yang justru langsung dapat jitakan oleh Zakki.
“Dasar bocil. Sudah ayo masuk!”
Zakki mengurai pelukannya. Digenggamnya tangan Sea dan mulai berjalan meningglakan perkiran.
Sesuai rencana awal, Zakki dan Sea menuju salah satu restoran siap saji untuk makan terlebih dahulu. semabri menunggu makanan siap, Zakki sengaja memesan kopi terlebih dahulu. sejujurnya, dia amat ngantuk sekarang. Dia dinas malam kemarin dan baru pulang tadi pagi. Benar hari ini dia libur, tapi waktu liburnya itu dia gunakan untuk berjalan dengan Sea saat ini. Jadi, wajarlah jika dia butuh kopi untuk menahan rasa kantuknya.
“Sea, melihat kopi aku jadi pingin ngerayu buat kamu,” ucap Zakki antusias.
“Oh,ya? Gimana-gimana?”
__ADS_1
“Jika kopi menghasilkan ketenangan, maka kamu mendatangkan kedamaian.”
Sea hampir saja terbahak mendengar gombalan Zakki. Yang benar saja, Zakki yang dia kenal selama ini bukan seperti ini perwujudannya.
“Jika kopi membuatku candu, maka kamu membuatku selalu rindu.”
Lagi-lagi Sea harus mati-matian menahan tawa mendengar ucapan Zakki, andai saja pemuda itu sedang kesurupan, ingin sekali dia berterima kasih kepada itu makluk karena berhasil membuat Zakki seperti ini.
“Satu lagi, jika kopi mengandung kafein yang mengawal mata agar tetap terjaga, maka kamu mengandung zat khusus yang membuatku untuk tetap setia.” (Qoutes by Nenny_Utami. Pemenang event bucin di groub chat. Maaf sedikit aku revisi biar enak dibaca, yak)
Kali ini Sea benar-benar tak bisa menahan tawanya. Darimana zakki belajar kata-kata seperti itu? andai saja yang mengatakannya orang lain, mungkin Sea tak ambil pusing. Namun, ini Zakki, si frozen man yang bahkan minta peluk saja harus negrayu dan marah-marah terlebih dahulu.
“Kamu beneran sehat, Sayang?” tanya Sea sembari mengulurkan tangan memeriksa dahi zakki. Pemuda itu menepis begitu saja.
“Cewek itu aneh, ya? Kalau kaku terus, katanya gak ada romantis-romantisnya. Giliran digombalin, bilangnya sakit. Kalian makluk aneh,” gerutu Zakki yang akhirnya membuat Sea tertawa sekali lagi.
“Maaf-maaf. Habisnya kamu aneh.”
Obrolan mereka terjeda saat pramusaji mengantar pesanan mereka. beberapa menu makanan terhidnag di meja itu, Sea yang sudah teramat lapar tak menunggu lama lagi untuk menyantap makanan tersebut.
“Bayangin deh, kalau sudah nikah nanti, kamu sedang masak buat aku terus aku nungguin di meja makan sembari lihatin kamu. Sesekali datang buat ngelab keringat kamu. Romantis banget, kan?”
sea yang sedang asyik makan langsung tersedak begitu saja. Fix, hari ini Zakki benar-benar kesambet setan bucin.
“Gimana kalau masakannya aku tambahin sama sianida. Jadi, pas kamu makan aku tinggal nungguin kamu mati di depan mataku. Twist ending banget, kan?
“Ya Allah, Sea. Kamu kenapa jadi ketularan Reno begini yang seneng bunuh orang. Kamu berharap jadi janda?”
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Yuhuu ... sudahi galaumu, mari bucin bersama Zakki. Sudah cukup Zakki dibikin kelimpungan, kasihan anak yatim piatu dia😅😅
Oh, ya, Buat yang kemarin ikut event bucin, qoutesnya dipajang gantian, yak. Aku juga kudu mikir moment yang pas kapan qoutes itu harus keluar.
Sudah, ya.
__ADS_1
Kecup jauh untuk kalian semua😘😘