
"Maafkan aku Dad ... Aku menghancurkan acaramu, tapi aku rasa inilah waktu yang paling tepat untuk mereka!"
Zian menggelengkan kepalanya tanpa bisa mengatakan apapun terkait apa yang di bicarakan oleh putra pertamanya itu. Dia hanya melirik ke arah istri yang terlihat mengangguk anggukan kepalanya lirih.
"Trust him Daddy ... Biru gak akan pernah mengecewakan Daddy. Hm?"
"Dia sama sepertimu!"
"Tentu saja ... Dia putra kita Daddy!"
"Ya ... Terserah kalian saja, Daddy tidak mungkin bisa merubahnya lagi, toh semua sudah terjadi. Tapi apakah ini yang terbaik?"
"Percaya saja pada Biru ya sayang!" sahut Agnia dengan menggenggam tangan suaminya.
Zian kembali menghela nafas, tidak bisa dia sangka jika Biru memiliki rencana seperti itu.
Sementara Dara kini ikut berlari saat ayahnya pergi keluar dari ball room hotel itu untuk menyusul Prasetya. Wanita yang tengah mengandung 7 bulan itu kini khawatir akan penyakit ayahnya yang bisa saja tiba tiba anfal setelah mendengar semua kebenaran itu.
Terlihat Baskoro menyusul mobil yang di kendarai Rian yang masih tertahan di pintu keluar. Sophia pun lebih dulu menyusul suaminya.
"Mam ... Papa,"
"Papa harus bicara pada Prasetya dan juga Rian. Apa benar mereka melakukan hal selicik ini pada keluarga kita!"
"Papa ... Lebih baik kita masuk. Biarkan mereka yang tidak tahu diri itu pergi dari sini. Mereka pasti sekarang tidak punya muka bertemu kita!" Sela Sophia yang menahan lengan Baskoro.
Baskoro menarik nafas panjang, dia bahkan memegangi dadanya yang kini terasa sesak dan mulai sakit.
__ADS_1
"Papa....!" Teriak Dara. "Papa gak apa apa kan?"
Baskoro menggelengkan kepalanya dengan wajah yang mulai pucat. "Papa gak apa apa!"
Deru mesin kendaraan yang di kemudian Rian kini terdengar lebih kencang. Klakson berbunyi berkali kali dan akhirnya menabrak portal yang sengaja dipasang untuk mencegahnya.
"Biarkan mereka pergi!" seru Biru pada Alex dari ambang pintu masuk hotel.
"Bi?"
Biru hanya mengangguk saja, dia lalu berjalan ke arah Dara dan juga kedua orang tuanya.
Alex pun menyuruh orangnya untuk membiarkan mereka pergi dari sana melalui ear set yang terpasang di lubang telinganya dan segera menyusul Biru.
"Kau membiarkan mereka lolos Bi?"
Acara yang seharusnya seru dan penuh dengan kesempatan emas berubah menjadi bencana khususnya bagi Prasetya dan juga Rian, termasuk Intan yang juga memilih pergi begitu saja.
Tidak lama, ambulance datang tepat pada saat Baskoro akhirnya ambruk tidak sadarkan diri, hingga dia langsung di bawa ke rumah sakit.
Biru menarik Dara pada saat Baskoro sudah berada di dalam ambulance, dia berniat naik namun Biru mencegahnya.
"Lepas Bi ..., Harusnya kamu gak lakuin hal itu Bi,"
Biru terdiam kaget, dia sudah merencanakan hal ini dan 100 % yakin akan berhasil. Namun melihat kondisi Baskoro yang tidak dia sadari. "Dara ...!"
"Papa Bi ... Papa ... Gimana Papa!" Dara berusaha melepaskan tangan Biru, "Lepas ... Aku ingin ikut Papa!"
__ADS_1
"Kita naik mobil Dara ... Kita kesana!"
Dara akhirnya menangis, saat Sophia ikut naik di belakang menemani suaminya. "Lepas Bi ... Aku gak mau ikut sama kamu."
Dara bersikeras naik ke dalam mobil dan langsung menyuruh petugas ambulance untuk segera melaju agar bisa tepat waktu tiba di rumah sakit.
Melihat Ambulance akhirnya melaju, Biru segera berlari dan langsung memasuki kendaraan miliknya. Terlihat Alex sudah siap di belakang kemudi dengan satu pria yang ikut masuk setelah Biru.
"Jalan Lex ... Kita ikuti Dara!"
Suara sirine sudah terdengar sepanjang ruas jalan. Baskoro yang kini tidak sadarkan diri terbaring lemah dengan alat alat penunjang yang ada di dalam ambulance.
Dara dan Sophia saling berpelukan dan menangis.
"Maafin Dara Papa ... maafin Dara, Ini semua salah Dara, harusnya Dara mikirin kesehatan Papa."
Mobil ambulance yang memiliki keistimewaan sendiri dan lebih di dahulukan di jalanan itu kini berhenti tepat di depan rumah sakit. Beberapa perawat datang setelah mendapat informasi darurat mengenai pasien jantung mereka.
Begitu juga Dara dan Sophia. Yang langsung melompat turun dan menyusul blankar yang membawa Baskoro masuk.
"Oh ya ampun ... Bagaimana ini Dara! Bagaimana dengan Papa!"
"Mam ... Aku gak tahu!"
Petugas pun membawa Baskoro masuk kedalam ruangan pemeriksaan, mereka memeriksa kondisi Baskoro yang tiba tiba drop dan lemah.
Begitu juga dengan Biru yang langsung bergegas masuk untuk melihat kondisi istri dan keluarganya.
__ADS_1
"Siapkan kamar operasi saja Dokter!! Pasien itu riwayat jantung dan ini ke 3 kalinya dalam satu bulan dimana bulan ini penyakitnya kambuh!"