Bukan Ayah Anakku

Bukan Ayah Anakku
Bab.60(Ada sesuatu)


__ADS_3

Sementara itu Biru tengah disibukkan dengan pekerjaannya yang baru, yang ternyata menguras fikirannya dan juga waktunya. Bahkan tidak jarang dia lupa makan.


Dia juga jadi lebih giat bekerja, terlebih saat staff ayahnya berhasil memperbaiki perkembangan perusahaan Baskoro. Semakin bersemangat membuktikan diri walau dengan sokongan keluarganya.


"Lex kau tidak lelah?" gumamnya pada Alex yang duduk di sofa dan mengerjakan tugasnya yang lebih banyak dari padanya.


Alex mendongkak, membuka kelopak matanya dengan lebar. "Aman ... Aku masih belum jadi Zombie,"


Biru tertawa mendengar sindirian sahabatnya itu, dia pun merentangkan tangannya di udara.


"Baiklah, kita pulang lebih awal hari ini. Anggap saja ambil libur!"


Alex mendengus, "Libur apanya. Kita hanya pulang 1 jam lebih awal!"


"Lumayan dari pada tidak, kau bisa pergi untuk bersenang senang dan tidak perlu ikut denganku!" Biru mulai membereskan berkas berkas di mejanya dan langsung bangkit.


"Tapi Bi! Itu yang di larang ayahmu! Aku harus mengikutimu sepanjang waktu!"


"Tidak perlu, aku akan ketemu Dara hari ini! Kau hanya akan jadi obat nyamuk!" ujarnya lalu pergi keluar.


Namun saat hendak pergi, tanpa sengaja dia melihat Dara yang hendak masuk ke dalam. Biru segera bersembunyi dan sedikit mengintip dibalik tembok.


"Kenapa Dara kemari?"


"Kau kenapa?"


Biru tersentak kaget, saat tiba tiba Alex muncul dari belakang. "Sialan ... Kau membuatku kaget!"


"Ada apa?"


Biru menunjuk ke arah lurus, dimana Dara tengah berjalan ke arah resepsionis.


"Kau cegah dia masuk! Bisa bisa kita ketahuan. Cepat!" Biru mendorong bahu Alex ke arah depan.


"Hey ... Kenapa aku. Aku tidak tahu harus katakan apa? Dia pasti bertanya pada resepsionis!"


"Untuk itulah kau pergi kesana dengan cepat, cegah dia bertanya dan tahu kalau kita di sini!"


"Kita ... Ini masalah pribadimu Bi! Jangan bawa bawa aku."


"Sudah kau handle dia, kau kan asistenku!"


Mau tidak mau Alex akhirnya berjalan dengan cepat untuk mencegah Dara tahu tentang Biru sekarang.


Dara tiba di di meja resepsionis, dengan rasa penasaran sekaligus tahu sedikit banyaknya tentang G.G Corps.


"Dara ... Dara ... Daraa!"


Dara menoleh, terbeliak saat melihat Alex berjalan memutari dirinya. "Alex ... Kenapa kamu ada di sini?"

__ADS_1


"Justru aku yang ingin tahu kenapa kau ada di sini?"


"Oh ... Aku hanya ingin tahu seseorang di perusahaan ini. Kau sendiri?"


"Aku ... Hm ... Aku tadi hanya lewat dan numpang ke kamar mandi karena kebelet! Ayo pergi, ku dengar orang orang yang bekerja di sini galak dan kejam!"


"Benarkah?"


Alex mengangguk, "Hm ... Mereka seperti Zombie!"


"Masa iya sih!"


Alex menggiring Dara untuk keluar dari gedung, membiarkan Biru keluar lebih dulu agar semuanya aman terkendali.


"Oh ya ... Bukankah kau ada janji bertemu dengan Biru?"


Dara mengangguk, mengerutkan kedua alisnya hingga berkumpul di tengah.


"Ya ... Masih ada waktu," cicitnya dengan menoleh ke belakang, lalu mendongkakkan kepalanya menatap gedung tinggi itu. "Apa kau tahu siapa yang bisa aku temui di kantor ini?"


"Hah ... Untuk apa? Keperluaan apa?"


"Aku ingin mengajak kerja sama!"


Alex terbeliak mendengarnya, "Kerja sama? Untuk ...?"


"Ah ... enggak, lupakan Alex!" ujarnya lagi.


"Apa yang dia katakan?"


"Katanya ingin mengajak kerja sama dengan seseorang yang ada di sana! Ku fikir kau seharusnya cepat katakan yang sebenarnya pada Dara. Kasian Dia!"


Biru terdiam, dia memang ingin mengatakan semuanya pada Dara, tapi apakah Dara tidak akan kecewa padanya atau bahkan marah lalu pergi karena merasa dia bohongi.


"Bi ... Malah ngebug!"


"Entahlah Lex ... aku takut Dara marah dan kecewa. Tapi aku sudah pasti akan mengatakannya nanti! Cepat atau lambat!" terang Biru yang juga berlalu ke arah mobil dan masuk ke dalamnya.


Sementara Alex masih berdiri, ditinggalkan dua orang hingga dia sendirian.


Biru melajukan mobilnya ke arah kafe dimana dia akan bertemu Dara, dan dari kejauhan sudah terlihat Dara yang duduk menunggunya.


Biru membungkukkan tubuhnya tepat di belakang kursi dimana Dara duduk, dengan mendekatkan wajah ke telinganya. "Sore cantik!"


Dara terkesiap, menoleh ke arah belakang dengan langsung tertawa. "Biru! Ngagetin aja deh!"


"Bukankah sudah aku bilang untuk panggil aku sayang setiap kali kita bertemu. Hm?"


"Ih ...sutthh!" Dara mencubit pinggangnya, merasa malu karena suara Biru cukup keras dan beberapa orang melihat ke arahnya.

__ADS_1


"Aw! Sakit Dara!"


"Makanya lihat lihat tempat, kamu fikir ini dimana. Malu tahu!"


Biru menarik kursi, lalu menghempaskan bokongnya di sana. "Aku tidak telanjang kok. Kenapa harus malu, lagi pula aku memang ingin semua orang tahu kalau kita ini pasangan!"


Dara membulatkan kedua matanya sempurna mendengar ucapan Biru yang cukup berani itu.


"Ayo pesen makan, aku udah lapar!" cicitnya mengalihkan pembicaraan, namun tidak bisa dipungkiri kini wajahnya terasa panas.


Akhirnya mereka memesan beberapa makanan dan cemilan, Dara juga memesan Es krim berukuran jumbo.


"Seseorang bilang sama aku kalau es krim itu bisa menenangkan!"


Biru mengangkup wajahnya sendiri dengan terus menatap Dara. "Aku jadi ingin berubah jadi es krim! Agar bisa menenangkan kamu!"


"Ish ... Kamu ini!"


"Siapa seseorang itu. Aku jadi penasaran, kenapa dia berfikir dia mengenalmu dengan baik!"


"Aku lupa tanya namanya, kita juga gak sempet tukar nomor. Tapi dia baik, lembut dan menyenangkan!"


Biru mendengus, "Kau berani memuji orang lain di depan suamimu ini."


Dara tersentak menatap Biru dengan mulut terkatup.


Biru terkekeh melihat reaksi Dara yang menggemaskan dengan kedua alis yang naik turun. "Maksudku mantan suami yang akan segera jadi suamimu lagi!"


Dara masih terdiam dengan terus menatap Biru yang terlihat bahagia. "Tadi aku pergi ke gedung G.G Coprs!"


"Ya ... Terus!" Biru memasukkan mentimun ke dalam mulutnya lalu mengunyahnya. "Kau mau apa ke sana? Bertemu siapa?"


Dengan ragu ragu Dara bicara, perlahan lahan meletakkan sendok dan garpu di atas piring miliknya.


"Aku melihat mobilmu di sana!"


Bruff!


Biru hampir tersedak makanan yang tengah dia kunyah, lalu menatap Dara.


"Mobil yang kamu bilang milik ayahmu itu!" Dara menghela nafas.


"Apa kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku Biru?"


"Dara ... Apa maksudmu?"


"Aku juga gak sengaja lihat kartu Black Card atas namamu di dalam dompetmu, aku juga lihat kartu akses Blue moon, dan kamu tidak kaget atau penasaran kenapa aku pergi ke G.G Corps. Aku makin yakin kalau ada yang kamu sembunyikan saat aku lihat Alex yang berusaha bawa aku keluar dari sana dengan segala alasan konyolnya!"


"Dara ...!"

__ADS_1


"Bi ... Aku memang sayang dan cinta sama kamu, tapi aku juga gak suka di bohongi!"


__ADS_2