Bukan Ayah Anakku

Bukan Ayah Anakku
Bab.41(Gara gara Dara)


__ADS_3

"Kalau begitu bagaimana kalau kau cari tahu kenapa Dara tidak menghubungi sampai saat ini, apa dia tidak khawatir padaku?"


Alex berdecak seraya memejamkan kedua matanya. "Oh ayolah Biru. Kau ini bodoh sekali, sudah jelas semua keluarganya tidak menyukaimu! Untuk apa lagi mengingatnya, sudah bagus seperti ini."


"Kau tidak akan mengerti!" Biru mendesahh, "Aku ... Arrgh ... Sulit aku ungkapkan,"


"Sudah ku bilang kau menyukai gadis itu, gadis yang hamil bukan olehmu. Heran, kau ini punya segalanya, ketampanan, kekayaan sudah jelas akan banyak gadis yang bisa kau pilih dengan mudah."


Biru hanya terdiam, entahlah dia juga tidak tahu kenapa justru terpikat pada gadis yang tadinya hanya ingin dia tolong saja. Dan sekarang mungkin sudah terlambat mengingat pernikahan mereka sudah dibatalkan.


Biru bangit dari kursi secepat kilat, dia langsung berjalan melewati Alex dan menuju pintu. Alex pun ikut bangkit.


"Kau mau kemana?"


"Ada sesuatu yang harus aku pastikan." ucapnya dengan membuka pintu dan keluar.


Alex tentu saja mengikutinya, tugas yang di berikan Zian padanya yaitu menemani dan mengawasinya kemana pun dia pergi.


"Apa yang ingin kau pastikan? Biar aku yang kerjakan." ujar Alex, tidak ingin membiarkan Biru melakukan hal hal dengan gegabah.


Alih alih menjawab pertanyaan Biru, Biru terus melangkah menuju ke arah luar gedung global globe. Wajahnya terpasang dengan datar membuat para karyawan segan melihatnya.


"Biru ... Maksudku Bos. Katakan kau mau kemana?"


"Kau ikut saja, biarkan aku yang menyetir!" ucapnya merebut kunci mobil dari Alex.


Alex segera menyusulnya, "Mana bisa begitu, sekarang aku benar benar asisten pribadimu dan aku mendapatkan gaji dari pekerjaanku. Berikan padaku!"


Biru masuk kedalam pintu kemudi, membiarkan Alex terus bicara sendiri dan beberapa orang staff melihatnya.

__ADS_1


Jika dilihat selintas, mungkin sikap Biru menakutkan. Terlihat sedang marah pada asisten pribadinya sampai menyetir sendiri.


"Lex!" serunya, menyuruhnya untuk masuk ke dalam mobil dengan menggunakan lirikan matanya


Alex mendengus, tidak ada pilihan lain selain menurutinya. Persetan dengan anggapan orang lain yang melihatnya.


Alex pun masuk, dan deru mesin mobil langsung terdengar saat itu juga.


"Astaga ... Semua orang menganggap kau CEO yang kejam, terlihat marah pada asistenmu sendiri di hari pertamanya kerja!"


"Oh ya?"


"Ya ... Kau tidak lihat tatapan orang orang tadi padaku?"


"Tidak ... Memangnya tatapan apa?"


Biru tertawa seraya terus melajukan mobil ke arah satu tempat dimana dia bisa melihat Dara.


"Aku tidak peduli, yang jelas kau tahu kalau aku tidak marah!"


"Ya aku tahu, kau harus menjaga images bukan. Huhhh ... Sekarang katakan kita akan kemana?"


Biru menghentikan mobil tepat di depan sebuah kampus, "Kau lihat disana, aku periksa di sini!"


"Hah?"


"Aku hanya akan melihatnya saja, serius ...!" tukas Biru tanpa melihat ke arah Alex,


Tanpa mengatakan tujuannya dengan jelas, namun Alex sudah bisa menduganya.

__ADS_1


"Astaga ... Kau ini memang gila. Kau mangkir di hari pertama kerja hanya karena ingin melihat Dara!"


Biru terkekeh, dengan terus menatap gerbang utama kampus dimana Dara berkuliah. Begitu juga dengan Alex yang memperhatikan gerbang 1 pintu khusus mahasiswa yang berjalan kaki.


Terlihat Dara berjalan ke arah keluar, dengan wajah lelah dan terlihat sendu. Kedua tangannya memegangi beberapa buku yang dipakainya untuk menutupi perutnya.


"Itu dia!" Gumam Biru.


"Pandangilah sepuasmu! Kalau perlu kau pelototi."


Bibir Biru mengerucut mendengarnya sindirian dari sahabatnya. Dia merasa begitu bodoh, disisi lain tidak rela pada Dara dan di sisi lain tidak suka pada keluarganya.


Senyuman Dara membuyarkan fikirannya saat itu juga, terlebih saat Biru melihat Rian yang datang menjemputnya.


Keduanya masuk ke dalam mobil Rian dan langsung melaju pergi.


"Kau puas?" sentak Alex. "Ini yang ingin kau lihat. Hah? Astaga ... Kau benar benar bodoh, untuk apa lagi coba kau datang. Mereka itu jelas akan menikah, terlebih pria itu yang seharusnya bertanggung jawab karena sudah menghamilinya!"


"Ya ... Aku tahu!"


"Kau tahu sejak awal, tapi kau bodoh!"


Biru menghela nafas, dengan terus menatap mobil Rian yang semakin menjauh, sementara Alex terus menggerutu dan menyalahkan sikapnya.


"Berhenti menggerutu Alex ... Kau ingin aku pukul?"


Alex hanya merasa tidak rela jika sahabatnya terus bodoh karena Dara. Gadis yang menurutnya tidaklah pantas untuk Biru. Sekalipun dia tahu jika Biru menyukainya, bahkan sampai membuat Biru melakukan hal hal yang jauh dari biasanya.


"Ini semua gara gara Dara!"

__ADS_1


__ADS_2