Bukan Ayah Anakku

Bukan Ayah Anakku
Bab.45( Dengan cara yang benar)


__ADS_3

Seketika Dara berlari ke arahnya dan langsung memeluk tubuh Biru dari belakang, kedua tangannya membelit pinggang Biru dengan suara isak yang terdengar lirih.


"Aku ... Aku juga mencintaimu Biru!"


Deg


Tangan Biru yang berada di handle pintu terlepas begitu saja saat mendengarnya, dia terdiam untuk mendengar perkataan Dara dengan jelas.


"Aku marah karena kamu pergi gitu aja, aku marah sama keadaan yang bikin kita seperti ini. Aku marah pada diriku sendiri!"


Sesaat kemudian Biru membalikkan tubuhnya hingga dapat melihat wajah Dara yang basah dengan jelas.


"Kau bilang apa?"


"Aku bilang aku marah sama keadaan kita yang seperti ini, aku juga ma__"


"Bukan ....kau bilang sebelum itu tadi?"


"Apa?"


"Yang pertama kau katakan?"


Tatapan keduanya kembali beradu, yang semakin lama semakin dalam saja. Lamat lamat suara Dara terdengar lirih saat mengatakan lagi sesuatu yang membuat Biru bahagia.


"Aku juga cinta sama kamu!"


Sejurus kemudian, Biru menangkup wajah Dara dan langsung menyambar bibir tipis miliknya dengan lembut. Menyelusupkan lidahnya masuk dan bermain main di dalam sana.


Dara terkesiap dengan apa yang dilakukan Biru, jantungnya semakin berdetak tidak karuan terlebih jemari Biru kini merekat di sela ceruk lehernya dan membuatnya darahnya berdesir hebat.


Hembusan nafas kerduanya terdengar lembut, sling menerpa satu sama lain, pelukan keduanya semain erat tatkala Dara membalas pergerakan Biru yang semakin intens dan membuat keduanya larut terbuai as mara. Semakin lama semakin dalam, saling merasai rindu yang merajai hati hingga keduanya berhenti saat oksigen di sekelilingnya terasa hampir habis.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang Biru?" lirih Dara saat aktitas keduanya berakhir dengan saling memeluk.


Jujur saja, sampai saat ini Biru tidak memiliki rencana lain, hal ini tidak bisa dia duga sebelumnya. Andaai sajaa tidak pergi ke klub, andai saja tidak minum dan berbagai andai andai lainnya. Mungkin hal membahagiakan ini tidak akan terjadi.


Tidak bisa dia pungkiri karena keduanya kini bukan lagi sepasang suami istri, akan begitu sulit jika jadinya saat mereka tidak memiliki sau rencana pun saat saling mengakui perasaan masing masing.


"Aku masih belum punya rencana Dara! Tapi aku pastikan aku akan berjuang sekali lagi, dan kali ini demi cinta kita berdua." ucap biru dengan tersenyum.

__ADS_1


Dara mengangguk kecil, begitu bodoh karena baru menyadari perasaannya sekarang.


"Kamu janji?"


Biru mengangguk pasti, berjanji akan berjuang demi wanita yang dia cintai. "Aku tidak akan hanya janji padamu sayang, tapi aku akan menghalalkan cara untuk mendapatkanmu. Kau mengerti?'


Dara kembali mengangguk, ucapan Biru begitu menenangkan. Ditambah Dara tahu bagaimana meyakinkannya Biru jika sudah bicara.


"Bagaimana keadaannya?" ucap bIru denga mengelus perut Dara yang masih terlihat rata itu.


"Baik baik saja Biru." ucap Dara yang kembali malu malu sebab Biru masih peduli tentang kehamilannya.


"Biru mengangguk, menarik tangannya dengan tiba tiba saat sadar dia bukan lagi seorang suami, namun Dara menahan tangannya dan merekatkannya kembali.


"Kamu mungkin bukan ayahnya kandungnya, tapi baginya kamulah sosok pertama yang mengakuinya tanpa berfikir dua kali."


Biru kembali memeluk tubuh Dara yang hanya memakai kain penutup atas dan bawah.


"Ini sudah malam, aku akan mengantarkanmu pulang."


"Kamu ga bisa nyetir mobil dalam keadaan seperti ini, aku akan pulang sendiri saja,"


"Pakai bajumu dengan benar, aku takut berubah fikiran setelah tahu kita punya rasa yang sama." ujarnya lagi denga terkekeh.


Dara langsung menarik kembali tubuh Biru, sebab jika pelukannya terlepas, Biru semakin leluasa menatapnya, tubuhnya akan terpangpang dengan nyata sebab selimut yang dia pakai justru melorot saat mereka berciu maan tadi. Siaall, membuat Dara salah tingkah.


"Hey!" seloroh Biru kaget.


"Maaf, tapi bisa kah kamu ambil selimut itu, aku malu."


Biru tersenyum dengan tingkah Dara yang awalnya memiliki nyali sampai berani membuka pakaian tapi kini langsung menciut dan malu atas apa yang dia sendiri lakukan.


"Apa kita tidak jadi melakukannya malam ini?" goda Biru membuat Dara semakin malu saja.


"Biru please?"


"Panggil aku sayang." godanya lagi dengan terkekeh.


"Biru!"

__ADS_1


"Kau mau telan jang sepanjang malam? Katakan sekali saja karena aku ingin mendengarnya!"


Dara menyembunyikan wajahnya dengan malu di dada Biru seraya mengatakan apa yang ingin Biru dengar.


"Sayang, bisa ambilkan aku selimut itu?" cicitnya pelan.


Senyuman Biru semakin lebar saja saat mendengarnya, dia menyambar selimut dan menutupi tubuh Dara.


Gadis itu langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi setelah memunguti pakaiannya di lantai, sementara Biru semakin tersenyum bahagia melihatnya.


Berkali kali Biru membasuh wajahnya agar efek minuman hilang dengan cepat walaupun hal itu tidak 100 % berguna sebab kepalanya masih saja berat dan membiarkan Dara pulang sendiri adalah kekonyolan.


Namun Dara bersikeras ingin pulang sendiri dan menyuruh Biru beristirahat saja.


"Aku hanya tidak ingin papa melakuan hal lain lagi kalau lihat kamu nganterin aku pulang. Jadi lebih baik kita lebih hati hati sampai kita punya rencana yang lebih baik untuk masalah ini!"


"Bagaimana kalau kamu ikut aku pulang malam ini Dara?"


Dara menyambar jaket miliknya dan langsung mengenakannya, "Jangan gila Biru, itu sama saja dengan bu nuh diri! Aku tidak mau."


"Jadi kita akan backstreet?"


Cup


Dara sedikit berjinjit untuk mengecup pipi Biru dengan lembut lalu memeluknya lagi.


"Ya ... Sampai kamu bisa bawa aku dari rumah dengan cara yang benar!" ujar Dara.


Hati Biru terenyuh, sebuah permintaan sederhana dengan makna yang dalam, menyuruhnya melakukan hal benar ketimbang sesuatu rencana yang buruk yang sejak tadi berkeliaran di otaknya.


Setelah mengatakan nya, Dara akhirnya pergi. Meninggalkan Biru berdiri mematung dan tanpa bisa mengatakan apa apa.


"Ya sayang, satu hari nanti aku akan pastikan membawamu keluar dari rumah itu dengan cara yang benar!"


.


Dih sweet banget sih mereka ... Hihihihi,


Terima kasih buat kalian yang masih setia baca karya karya receh othor dan setia nunggu othor up, ya walaaupun makin kesini yang komen makin dikit, mungkin sibuk bikin kue kue yekaan ...

__ADS_1


Udah dapet berapa toples makkk ... Wwkwkk


__ADS_2