
Biru ... Geli, jangan lakukan itu! Gara gara kamu, kita jadi ketahuan!"
Biru tersenyum geli sambil mengangkat alisnya. "Maafkan aku, sayang. Aku tidak bisa menahan diri. Kamu terlihat begitu manis ketika tertawa. Tapi sungguh, aku benar-benar tidak bermaksud membuat kita ketahuan," ucap Biru dengan nada bermain-main.
Dara tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya. "Kita memang ceroboh, Biru. Udah tahu kita masih di rumah sakit. Tapi kamu tahu kan, aku udah gak marah. Ini hanya momen kecil yang gak bisa kita hindari. Tapi, jangan lakukan lagi ya, di sini" ujar Dara dengan lembut.
Biru mengangguk mengerti dan mencoba menahan senyumnya. "Baiklah, janji. Tapi kamu tahu, aku tidak bisa menahan tawaku ketika kamu ada di dekatku. Kamu membuatku bahagia, Dara," kata Biru dengan penuh penghargaan.
Dara memandang Biru dengan lembut. "Dan kamu juga membuatku bahagia, Biru. Meski kadang ceroboh, kamu selalu ada untukku. Aku berterima kasih atas cinta dan dukunganmu."
Keduanya saling tersenyum, merasakan kehangatan hubungan mereka. Mereka tahu bahwa kejadian kecil ini tidak akan merusak ikatan yang telah mereka bangun. Mereka berdua siap menghadapi segala tantangan dan cobaan bersama, sambil terus saling mendukung dan mencintai satu sama lain.
Drett
Drett
Ponsel Biru berdering, Biru dengan cepat mengangkat telepon dengan sedikit kebingungan.
"Halo? Siapa ini?" tanyanya sambil mendengarkan suara di seberang telepon.
Ekspresi wajah Biru berubah menjadi serius seiring dengan informasi yang dia terima dari telepon. Matanya membelalak dan tangannya gemetar sedikit. Dara memperhatikan reaksi Biru dengan khawatir.
"Biru, ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Dara dengan cemas.
Biru menatap Dara sejenak sebelum menjawab. "Itu tadi polisi. Mereka menemukan Rian. Dia ditangkap," ucap Biru dengan suara tergagap.
Dara merasa campur aduk. Di satu sisi, dia merasa lega bahwa Rian akhirnya ditangkap dan kasusnya akan diselesaikan. Namun di sisi lain, dia juga merasa sedih dan prihatin dengan nasib Rian. Namun Rian memang pantas mendapatkannya.
__ADS_1
"Mungkin ini adalah akhir dari segala masalah yang melibatkan Rian," kata Dara dengan suara bergetar.
Biru mengangguk, mencoba menenangkan dirinya sendiri. "Kita harus mempercayai hukum dan proses yang sedang berjalan. Semoga ini menjadi titik balik bagi kita, Dara."
Keduanya saling menggenggam tangan, mencoba menenangkan satu sama lain di tengah situasi yang penuh dengan emosi. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka belum berakhir, namun setidaknya mereka telah melewati satu tahap yang sulit bersama. Dalam kebersamaan dan dukungan mereka, mereka berharap dapat menghadapi masa depan dengan lebih tegar
"Begitu kata polisi. Mereka telah menangkap Rian dan saat ini sedang melakukan proses penyelidikan lebih lanjut," jawab Biru dengan suara lega.
Dara merasa ada kelegaan dalam hatinya. Meskipun mereka telah mengalami banyak kesulitan dan konflik dengan Rian, namun dia tidak bisa menyangkal bahwa perasaan khawatir dan sedih tetap ada dalam hatinya. Tapi sekarang, dengan penangkapan Rian, dia merasa bahwa ada sedikit keadilan dalam situasi ini.
"Mungkin ini adalah kesempatan bagi Rian untuk bertobat dan memperbaiki hidupnya," kata Dara dengan harapan.
Biru menatap Dara dengan penuh kehangatan. "Apa yang akan kamu lakukan kalau Rian berubah dan memperbaiki dirinya?"
"Ish ... Apaan ih!" dengus Dara yang sama sekali tidak berfikir ke arah sana.
Dara mengangguk setuju, tersenyum pada Biru. "Kamu benar. Kita telah menghadapi begitu banyak rintangan bersama, dan aku yakin kita bisa menghadapi yang lainnya dengan kekuatan kita sendiri."
Keduanya saling berpegangan tangan erat, saling memberikan dukungan dan keyakinan satu sama lain. Meskipun masih ada tantangan yang harus dihadapi, mereka bersama-sama menghadapinya dengan semangat dan tekad yang kuat. Bersama, mereka melihat masa depan yang lebih cerah dan penuh harapan.
"Aku harus pergi ke kantor polisi Dara. Kau tidak keberatan kalau aku pergi lagi bukan?"
"Biru aku akan kembali pulang ke rumah nanti sore?"
"Benarkah? Baiklah. Aku akan menjemputmu! Tapi setelah aku selesai mengurus sesuatu di rumah sakit!"
Dara merenung sejenak, mengerti bahwa Biru perlu mengurus urusan di kantor polisi terkait penangkapan Rian. Dia sadar bahwa saat ini masih ada beberapa hal yang perlu diselesaikan dan dihadapi bersama.
__ADS_1
"Tentu saja, Biru," jawab Dara dengan penuh pengertian. "Aku mengerti bahwa ada tanggung jawab yang perlu kamu jalani. Aku akan baik-baik saja. Yang terpenting, pastikan kamu menjaga dirimu dengan baik."
Biru tersenyum, menghargai pengertian dari Dara. Dia tahu bahwa Dara adalah sosok yang kuat dan mampu menjaga dirinya sendiri. Namun, itu tidak mengurangi kekhawatiran dan perhatiannya terhadap keberadaan Dara.
"Aku akan selalu memikirkanmu, Dara. Aku akan segera kembali setelah urusan di kantor polisi selesai," ucap Biru sambil mencium lembut kening Dara.
Dara merasakan kehangatan dari ciuman itu, memberinya kekuatan dan ketenangan. "Berhati-hatilah di sana, Biru. Kembalilah dengan selamat."
Mereka saling berpandangan sejenak, penuh dengan kepercayaan dan cinta satu sama lain. Kemudian, Biru memeluknya sebelum meninggalkan ruangan dengan tekad untuk menyelesaikan tugasnya.
Dara duduk di sana, merasa sedikit kesepian tanpa kehadiran Biru. Namun, dia juga merasa bangga dan berterima kasih memiliki seorang pasangan yang berjuang untuk keadilan dan kebenaran.
Dalam kesendirian, Dara memilih untuk mengalihkan perhatiannya pada bayi mereka yang sedang menjalani perawatan.
Dara memilih berjalan jalan menuju ke arah ruangan bayi. Dan bertemu dengan sang Ibu. Sophia.
"Dara ... Kau mau kemana? Mami baru saja melihat cucu Mami yang lucu. Apa kamu mau kesana juga?"
Dara mengangguk lirih. "Boleh kah aku melihatnya Mami?"
"Tentu sayang, tentu saja kamu boleh melihatnya. Ayo. Mami antar ke ruangan bayi!"
Sophia jelas bahagia mendengar keinginan Dara untuk melihat bayinya yang sedang dirawat. Dan itu artinya kondisi Dara semakin membaik saja.
Dara bertekad untuk tetap kuat dan optimis, menantikan kepulangan Biru dengan penuh harapan baru. Berjalan di samping sang ibu dengan wajah yang lebih cerah dari sebelum Biru kembali.
"Cucuku yang tampan! Lihatlah Dara, dia sangat lucu sekali...."
__ADS_1