
"Aku tahu kau pasti akan melakukan apapun untuk melindungi Dara dan putraku! Ingat tuan Biru yang terhormat. Putraku!!"
Dengan marah Biru melangkah mendekati Rian. "Apa yang kamu katakan, Rian? Bagaimana kamu berani mengungkit hal itu sekarang?"
Rian tersenyum dengan senyum sinis "Oh, jadi kamu tidak ingin mendengar kebenaran, huh? Ini fakta, Biru. Bayi yang dilahirkan oleh Dara adalah putra kita. Dan kamu, dengan segala kesombonganmu, telah menyia-nyiakan hidupnya selama ini.
Biru semakin terdorong emosi. "Jangan berani-berani mengklaim hal itu! Aku tahu apa yang kamu coba lakukan. Kamu hanya ingin mengacaukan hidupku dan mencoba menghancurkan hubunganku dengan Dara. Hm?"
Rian tertawa. "Oh, jadi kamu lebih memilih menutup mata dan berpura-pura bahwa itu tidak benar? Lihatlah wajah bayi itu, Biru. Apa kau sudah melihatnya, apa kau lihat ada kemiripanmu di dalamnya. Apakah kamu akan tetap menyangkal kenyataan yang nyata ini? Dia pasti mirip denganku karena aku ayahnya. Ayah kandungnya!"
Biru marah sampai menggertakkan gigi. "Kamu tidak memiliki hak untuk mengklaim apa pun. Kamu telah melakukan begitu banyak kelicikan, termasuk menyebarkan berita tidak benar itu!"
__ADS_1
Sambil tertawa sinis, Rian memasukkan kedua tangannya dengan sinis.
"Kita berdua sama sama tahu jika hal itu sudah berakhir ketika kamu meninggalkan Dara dan putranya dan memilih sesuatu yang belum pasti. Kamu tidak akan pernah bisa menyangkal kenyataan bahwa bayi itu tidak layak kau sebut putramu!" pungkas Biru menohok.
Dengan nada yang tajam, Biru masih menatapnya. "Jadi cukup! Aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan nya dengan fitnahmu yang kotor. Kamu tidak akan mendapatkan apapun dari kebohonganmu ini Rian. Kau menganggap kau lebih pintar. Tapi sayang, dengan sikapmu ini memperlihatkan sebodoh apa dirimu dengan menuduh jika bayi itu lahir di luar pernikahan. Dan satu lagi kau lupa satu hal. Mereka tidak akan pernah menganggapmu ada sekalipun kau ayah biologisnya. Karena kau juga tidak pernah menganggapmu ada!"
Suasana semakin memanas dengan perdebatan yang semakin intens antara Biru dan Rian. Emosi yang terpendam meletup-letup dalam ruangan itu, menciptakan ketegangan yang luar biasa. Masing-masing pihak berusaha keras membela pandangannya dan mengekspos kebenaran menurut versi mereka sendiri.
Biru, meskipun marah dan terguncang, mencoba mempertahankan keyakinannya bahwa Rian hanya mencoba mengacaukan hidupnya dan merusak hubungannya dengan Dara. Dia menolak menerima klaim Rian dan mengecam perbuatannya.
Percakapan ini memperparah ketegangan yang ada di ruangan tersebut. Biru dan Rian, dengan kebencian dan ketidak percayaan yang meluap, saling menghadapi dalam pertempuran kata-kata yang penuh amarah. Semua orang di ruangan itu merasakan betapa tingginya intensitas emosi yang terlibat dalam situasi ini, dan suasana semakin tegang dan hampir meledak.
__ADS_1
Rian dan Biru terus saling berhadapan dalam perdebatan yang semakin memanas. Keduanya saling berbicara dengan nada yang tajam dan emosi yang membara, mencoba mempertahankan pandangan mereka masing-masing. Ruangan itu dipenuhi dengan ketegangan yang kian meningkat seiring berjalannya percakapan mereka.
Rian bicara dengan suara tinggi. "Kamu tidak bisa terus menutup mata terhadap kenyataan ini, Biru! Bayi itu adalah buah cinta ku dan Dara, dan kamu telah melupakan hal itu!"
Biru menatapnya dengan iba. "Aku kasihan terhadapmu Rian. Aku dan siapapun tidak akan menerima klaim palsumu! Kamu telah melakukan begitu banyak kejahatan dan tidak bisa dipercaya lagi, dan sekarang kau bilang anak itu adalah buah cintamu dan Dara? Lucu sekali.
Dengan nada sinis, Rian berseringar mendengarnya. "Coba pikirkan, Rian. Apa alasanmu mengakuinya saat ini dan memilih jalan menyebarkannya di media sosial? Kamu selalu berpura-pura bahwa itu tidak pernah terjadi. Kau benar benar bodoh!"
Dengan emosi yang terus memuncak, Rian hampir saja memukul wajah Biru, namun Alex lebih cepat menghalaunya dan mendorongnya hingga dia jatuh terjerembab.
"Biarkan dia Lex ... Biarkan dia memukulku sekali saja! Dia tidak akan pernah tahu akan seburuk apa setelah ini!" Seru Biru mencegah Alex. "Kau meninggalkan Dara begitu saja dan menjebaknya, kau dan wanita itu tidak akan pernah bisa menyentuh Dara sedikitpun. Dan kau!" tunjuknya pada Prasetya. "Kau akan menanggung semua kesalahan fatal yang putramu lakukan! Karena kalian telah mengkhianati kerja sama kita!" ungkapnya lagi.
__ADS_1
"Kau tidak bisa mengacaukan hidupku dengan tuduhan mu itu Biru!" ucap Prasetya.
Rian tertawa mengejek. "Kita semua tahu itu tidak akan terjadi!"