Bukan Ayah Anakku

Bukan Ayah Anakku
Bab.96(Asisten handal)


__ADS_3

Intan melajukan mobilnya menuju apartemen dimana Dara kini tinggal. Sophia dan Baskoro tentu percaya saja pada nya dan memberikan alamat dimana putrinya tinggal.


Tidak lama kemudian mobil Intan berhenti di gedjng apartemen,


"Gila si Dara ... nikah sama orang kaya dia! Pantesan aja Rian kalah kalau gitu, lawannya aja pasti lebih tajir. Apa pria itu suaminya?" ujarnya dengan terus menatap gedung apartemen didepannya.


Dara pun keluar dari mobil, dia langsung masuk dan berjalan menuju ke unit apartemen dimana Dara tinggal.


Belum juga sampai ke unit Dara, Intan sudah kaget karena dua pria menghadangnya. Langkahnya terhenti begitu saja saat melihat pria yang mengancamnya juga ada di sana.


"Kau mau kemana? Mengganggu rumah tangga orang?"


Intan terdiam, dia menatapnya dengan tajam.


"Kau lupa aku? Aku Alex ... Kau ingat, haishh ... Baru tadi kita bertemu ... Sayang sekali, rupanya ancamanku tidak membuatmu takut ya Intan!"


Dua pria menyeretnya begitu saja dari sana, dia terus berteriak dan meronta ronta saat diseret paksa.


"Aku ingin menemui Dara dan bicara dengannya. Kenapa tidak boleh? Lepas ... Lepaskan aku! Hey ....!"


Bruk!


Intan di hempaskan begitu saja di pelataran parkir, dia bahkan tidak bisa berbuat apa apa lagi.


"Pergilah ... Dan jangan pernah berusaha menemui Dara. Jangan mengganggu dia!" ucap Alex yang langsung berbalik arah dan pergi.

__ADS_1


"Aku hanya ingin meminta maaf ... Apa itu juga tidak boleh?" seru Intan keras.


Alex menoleh dengan bibir berseringai ke arahnya.


"Kau apa ...? Apa aku tidak salah dengar?"


Intan terkesiap, hanya bisa menatap Alex yang terlihat seolah mencibirnya secara tidak langsung. Dan menghembuskan nafas saat Alex berlalu begitu saja meninggalkannya.


"Sialan tuh orang!" desisnya, "Kenapa susah sekali ketemu si Dara itu!"


Alex masuk ke dalam lift bersama dua orang pengawalnya. Dia mengdengus kasar saat pintu lift perlahan menutup dan wajah Intan terlihat kesal padanya.


"Dia fikir bisa datang seenaknya setelah apa yang dia lakukan!"


Pria itu akan menemui Biru, akan melaporkan semuanya tanpa ada yang terlewatkan. Dan baru saja akan mengetuk pintu unit milik Biru, pintu sudah terbuka lebar.


"Asal kau tahu saja Bi ...! Semenjak kita bekerja ... Aku sudah tidak bisa bersikap santai, wajahku secara otomatis terpasang seperti ini. Tidak ada lagi Alex yang manis dan lucu!"


Biru berdecak, "Katakan dengan cepat ... Aku dan Dara akan pergi makan malam!"


"Kalau begitu cocok ... Aku dan anak buahku akan ikut denganmu untuk berjaga jaga!"


Dara yang menyembulkan kepalanya di belakang tubuh Biru pun tersenyum kecil. "Kamu benar benar serius memakai jasa pengawalan Bi?"


"Tentu saja Dara ... Kau tahu kan, kau dan Biru harus dijaga ketat dari orang orang yang jahat disekitar kalian. Dan aku sudah berlatih dengan serius selama ini menjadi seorang asisten profesional. Kau lihat wajahku yang seram ini?" celotehnya. Alex merasa selama ini dirinya bekerja dengan sangat baik agar bisa menjadi asisten sekaligus pengawal setia Biru.

__ADS_1


"Ayo Dara ... Jangan dengarkan dia!" Biru menarik tangan istrinya dan berlalu begitu saja.


Dan Alex pun berdehem seraya membenahi dasi yang melilit di kerah kemejanya.


"Ikuti bos dan istrinya, jangan sampai gadis tadi mendekat apalagi bicara pada mereka!" tegasnya pada dua pria di belakangnya.


Dua pria itu mengangguk, lantas berjalan mengikuti Biru dan juga Dara sementara Alex menghela nafas.


"Bukankah aku seorang asisten yang handal?"


***


Hari berganti hari, waktu demi waktu terus berputar tanpa henti sedetikpun. Begitu juga dengan kesedihan hati Dara, dia sudah hampir melupakan kejadian paling buruk di hidupnya. Biru benar benar menjaganya dengan baik, dia tidak mengijinkan Dara keluar seorang diri, tidak hanya memperhatikan Dara, tapi dia juga memperhatikan janin yang di kandungnya, juga tidak mengijinkannya bertemu dengan Rian ataupun Intan sekalipun masih banyak pertanyaan yang ingin dia ajukan pada dua manusia jahat itu.


Begitu pun dengan perusahaan Baskoro yang perlahan lahan bangkit dari keterpurukan dan semua kesulitan perusahaan. Semenjak itu pula, Intan terus berusaha menghubungi Dara. Dia bahkan datang ketempat di mana Dara kini tinggal.


Dara tidak pernah tahu hal itu sebab Biru tidak pernah mengatakan hal itu padanya. Intan masih berusaha menemui Dara, namun tidak pernah berhasil sebab selalu saja bisa digagalkan oleh dua pengawal ataupun Alex sendiri.


"Huh .... pekerjaan ini seru tapi aku lelah Bi!" keluh Alex saat mereka lagi lagi mencegah Intan datang menemui Dara.


"Besok acara perusahaan, kita biarkan Intan menemui Dara!" cetus Biru.


Kedua mata Alex terbeliak, "Kau gila! Bukankah kau tidak mau hal itu terjadi Bi?"


"Sudahlah ... Biarkan saja, aku tahu kau lelah Lex, jangan terobsesi terlalu keras untuk jadi asisten yang handal!"

__ADS_1


.


Dikit dikit dulu yaa ... Othor masih sibuk wara wiri di RL ... makasih buat kalian yang udah selalu sabar nungguin othor dan terus kasih dukungan walau kesel krena upnya lama dan dikit. Semoga othor bisa lebih maksimal lagi yaaaaaaa...


__ADS_2