
"Bi ... Aku ...!"
Setelah melewati banyak konflik dan ketegangan, Dara dan Biru akhirnya duduk bersebelahan di ruangan yang tenang. Udara terasa lebih lega, dan suasana di sekitar mereka telah berubah. Mereka saling memandang dengan ekspresi yang penuh kelegaan dan kebahagiaan.
Dara merasakan beban yang selama ini menghimpit dadanya mulai terangkat. Ada rasa lega yang mendalam ketika dia melihat bahwa Biru masih di sisinya, dan bahwa mereka berdua bersedia memperbaiki hubungan mereka. Semua rasa sakit dan kesalahpahaman yang ada menjadi seperti debu yang terbawa angin, tersapu oleh kebahagiaan dan kelegaan yang mereka rasakan.
Biru memegang tangan Dara dengan lembut, menciptakan kontak fisik yang hangat di antara mereka. Dia bisa merasakan eratnya ikatan antara mereka yang telah melewati berbagai rintangan. Matanya berbinar, dan senyumnya menghiasi wajahnya yang dulu begitu sering membuat Biru jatuh cinta.
"Terima kasih telah memberiku kesempatan, Dara," ujar Biru dengan suara penuh syukur. "Aku berjanji akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu, untuk kita. Aku tidak ingin kehilanganmu termasuk putra kita."
Dara tersenyum dan menganggukkan kepala, merasakan kebahagiaan yang tak terbendung. "Aku juga gak mau kehilangan kamu, Biru. Kita telah melewati begitu banyak hal bersama, dan aku yakin kita bisa menghadapi segala tantangan yang ada. Kita akan saling mendukung dan memperbaiki diri kita sendiri, serta hubungan kita."
Mereka duduk berdampingan dalam keheningan yang nyaman, menikmati kelegaan yang membuncah di dalam hati mereka. Ada perasaan baru yang tumbuh di antara mereka, perasaan saling percaya dan memilih untuk berjuang bersama.
Kini, mereka memiliki kesempatan untuk membangun kembali hubungan yang pernah rapuh, memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan, dan melangkah bersama menuju masa depan yang lebih baik. Kelegaan yang mereka rasakan membawa harapan baru, bahwa cinta mereka akan mampu mengatasi segala rintangan dan mengikat mereka lebih kuat lagi.
__ADS_1
Dara dan Biru saling memandang dengan penuh keyakinan. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka tidak akan mudah, namun mereka siap menghadapinya dengan berani. Kedua hati yang pernah terluka kini berjanji untuk saling menyembuhkan dan membangun ikatan yang kokoh.
Mereka berpegangan pada harapan dan cinta yang mereka bagi, menghadapi masa depan dengan keyakinan bahwa bersama mereka bisa mengatasi segala halangan. Kelegaan yang mereka rasakan menjadi titik balik bagi kisah cinta mereka, sebuah awal baru yang penuh dengan kesempatan dan kebahagiaan
Dara duduk di samping Biru, masih terasa kelegaan yang mengisi ruangan setelah mereka memutuskan untuk memperbaiki hubungan mereka. Namun, ada satu hal yang masih mengganggu pikiran Dara, yaitu berita yang beredar di media sosial tentang kehamilannya di luar nikah.
Dara memandang Biru dengan ekspresi campuran antara kekhawatiran dan keraguan. Dia perlu mendapatkan kejelasan dari Biru tentang isu tersebut.
"Biru," ucap Dara dengan suara yang sedikit gemetar. "Aku perlu tahu tentang berita yang beredar di sosial media. Apakah itu benar?"
Biru menatap Dara dengan serius, menyadari bahwa isu ini akan mempengaruhi hubungan mereka dan kehidupan mereka secara keseluruhan. Sekalipun Alex sudah berhasil menarik berita itu dan menutupnya, namun Dara justru mengetahuinya jua.
Dia menggenggam tangan Dara dengan erat, memberikan dukungan yang tulus.
"Dara, aku minta maaf atas segala kekhawatiran yang kamu rasakan," ujar Biru dengan suara lembut. "Benar bahwa berita itu menyebar di media sosial, tetapi aku ingin kamu tahu bahwa aku tetap ada di sini untukmu. Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian menghadapi ini, berita itu sudah aku hapus. Tenanglah dan jangan khawatir lagi. Hm?"
__ADS_1
Dara menatap Biru dengan rasa lega dan harapan yang tumbuh di dalam hatinya. Dia bisa merasakan kejujuran dan kesungguhan dalam kata-kata Biru. Namun, masih ada keraguan yang menghantuinya.
"Biru, aku butuh kejelasan," kata Dara dengan suara lembut. "Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah berita ini benar?"
Biru menggenggam tangan Dara dengan lebih erat dan mengangguk dengan mantap. "Dara, aku tidak ingin berbohong padamu. Iya, berita itu benar. Aku tahu aku membuat kesalahan yang besar karena melepaskan Rian begitu saja dan aku menyesalinya. Tapi tolong percayalah bahwa aku akan melakukan segalanya untuk memperbaiki kesalahan itu dan menjadi ayah yang bertanggung jawab."
"Rian?"
Biru mengangguk, "Rian sendiri yang menyebarkannya dengan tujuan mempermalukanmu dan membuatku lemah. Menyerang dan memancing keluargaku. Tapi aku tidak akan terpancing Dara. Mereka tidak akan jera hanya karena aku membalas perbuatan mereka."
Dara terdiam sejenak, merenungkan kata-kata Biru. Meskipun isu ini mengejutkan dan menimbulkan banyak emosi, dia bisa merasakan bahwa Biru memiliki niat baik nan tulus untuk menghadapi konsekuensi dari kesalahan besar yang dia lakukan.
"Dara, aku mengerti bahwa ini adalah situasi yang sulit dan rumit," lanjut Biru dengan penuh kesungguhan. "Tapi aku berjanji, aku akan berdiri di sampingmu dan menjaga keluarga kita. Kita akan menghadapinya bersama-sama."
Dara merasakan kehangatan dan kejujuran dalam kata-kata Biru. Meskipun masih ada tantangan yang harus mereka hadapi, Biru memutuskan untuk memberikan kesempatan pada Dara untuk membuktikan kesungguhannya dan memperbaiki kesalahan masa lalu.
__ADS_1
"Dalam keadaan seperti ini, kita harus saling mendukung dan berjuang bersama," ucap Biru dengan suara yang tegas. "Jadi tetaplah kuat Dara!"
"Aku mempercayaimu, Biru. Aku juga percaya kalau kita hadapi ini bersama-sama dan menciptakan masa depan untuk keluarga kecil kita."