
"Pria tadi ... Ahk sayang sekali, wajahnya penuh dengan da rah dan aku tidak memperhatikannya! Kau melihatnya Bi ... Siapa dia?"
Biru terdiam, masih memperhatikan perempuan yang tersungkur di tanah dengan tangan penuh da rah.
"Bi?"
"Udah aku bilang kalau gagal ya jangan salahkan aku dong, uangnya juga udah habis. Lagi pula dia sudah dapetin apa yang dia mau! Dara!" Racaunya dengan terus tertawa. "Dasar si Rian brengsekk!"
Alex terkesiap, dia menoleh pada Biru yang tidak terlihat kaget sedikitpun mendengarnya.
"Bi?" panggilnya lagi pelan.
"Hah ...? Geledah dia Lex," Biru menyuruh Alex memeriksa apapun yang bisa dia temukan pada gadis yang dilemparkan begitu saja.
Hal itu memang biasa, pihak klub malam tidak akan repot repot mengurusi segala tindakan yang terjadi di dalam, alih alih melaporkannya pada polisi mereka lebih memilih angkat tangan. Sampai akhirnya wanita itu tidak sadarkan diri begitu saja.
"Lex ... cepat lakukan! Cari apa yang bisa kau daapatkan."
Alex terkesiap, sampai biru kembali membentaknya.
"Lex ... Cepat!!"
ALex pun menggeledah tas milik wanita itu, dia mengeluarkan semua isi di dalamnya dan hanya menemukan ponsel beserta dompet miliknya, dia membuka dompet dan mengambil ID card dari sana.
"Bi?"
Biru mengambilnya ID card miliknya, sementara Alex mengotak ngatiknya ponselnya sebentar lalu menoleh pada Biru.
"Aku menemukan sesuatu yang aneh!"
__ADS_1
Biru mengangguk, "Namanya Intan Aurora! Apa mungkin dia pacar Rian, tapi kenapa dia bisa tahu tentang Dara?"
Mereka pun menghubungi keluarga Intan untuk menjemputnya dengan mengatakan jika Intan mabok parah dan memukul orang.
Tak berselang lama ponsel Biru berdering nyaring, dia merogohnya dan langsung mengangkatnya. Raut wajahnya sulit diartikan, hanya terlihat dua alisnya berkerut lalu terbeliak kaget.
"Kita ke hotel Lex,"
"Ada apa. Apa kita tidak jadi masuk dan bersenang senang?"
"Nanti saja,"
Alex pun menghela nafas, dan hanya bisa mengikuti
Langkah Biru yang lebih dulu masuk ke dalam mobil miliknya,
"Entahlah Lex, aku masih belum tahu apa yang terjadi diantara mereka, kau cari tahu siapa itu Intan."
"Maksudnya apa yang kau lakukan di hotel, kenapa kita tidak pulang ke rumah saja?"
"Kau masih tidak paham juga jika orang orang di rumah tahu. Mereka bahkan akan lebih tahu dibandingkan aku sendiri gara gara kau!"
ALex mendengus pelan, bagaimana pun posisinya sulit, setiap saat dia harus melaporkan pekerjaan pada ayahnya Biru.
"Jadi aku harus ke hotel dulu apa mencari informasi tentang Intan dulu?" celetuknya.
Biru menoleh dengan tatapan tajam, "Kau bisa lakukan itudi hotel Alex!"
Alex akhirnya mengangguk, seraya terus melajukan mobilnya menuju hotel, tanpa dia tahu apa yang dilakukan Biru kali ini sebab dia tidaak di libatkan.
__ADS_1
Tidak lama kemudian mereka tiba di hotel, Biru langsung keluar dan menyuruh Alex menunggunya di mobil.
Hmpir 15 menit Alex menunggu, dia juga mencari informasi tentang Intan, gadis yang memukul Rian sampai terluka,
Biru kembali masuk ke dalam mobil dengan selembar map di tangannya.
"Bi ... Aku sudah menemukannya, dia .. Intan adalah teman sekolah Dara?" Kata Alex pada saat Biru mendudukkan tubuhnya di kursi jok.
"Kau serius?"
"Ya ... Apa ada kemungkinan mereka merencanakan ini sejak awal Bi, tapi gagal karena kau?"
"Bisa jadi Lex. Itu sangat masuk akal, itu pula sebabnya mereka benci padaku dan berusaha keras memisahkan aku dari Dara! Rian dan Intan, mungkin Prasetya juga ikut andil. Tapi mereka malah masuk perangkapnya sendiri." jawab Biru dengan terkekeh seraya mengibas ngibaskan map ditangannya.
"Maksudnya?"
"Aku dan Dara ...!?"
Alex menoleh padanya dengan wajah penasaran. "Ada apa dengan mu dan Dara?"
Sejurus kemudian dia melihat senyuman di bibir Biru semakin lebar, lalu mencium map di tangannya sekilas.
"Aku tidak akan memberi tahumu dulu karena kau pasti akan laporan pada Daddy!"
.
.
Nah lho kira kira ada apaa dengan Biru dan Dara? Wkwwk ...
__ADS_1