
Prasetya berusaha keras untuk mencegah Rian pergi, tetapi Rian tetap tidak mendengarkannya. Dalam keputus asaan, Prasetya mencoba menghubungi pengacaranya untuk mendapatkan bantuan dalam menangani situasi tersebut. Namun, sayangnya, Rian berhasil kabur sebelum Prasetya dapat menghubungi siapa pun.
Rian berjalan ke depan saat Prasetya sibuk dengan pembicaraannya di telepon bersama seorang pengacara. Sementara dua pria yang selalu menjaga Prasetya pun tidak mengetahui kepergian Rian sebab pria itu keluar melalui jalan belakang rumahnya.
"Aku harus segera pergi, ini tidak akan aman bagiku. Sampai situasi mereda aku tidak akan kembali! Dara mungkin akan membujuk Biru agar tidak bertindak sampai ke ranah hukum dan memasukkan ku ke penjara. Bagaimana pun juga aku adalah ayah dari anaknya!" gumamnya secara menggeret 2 koper miliknya dan berhasil mencegat taksi yang secara kebetulan melintas di depannya.
"Rian ... Rian ... Papa sudah bicara pada pengacara. Dia akan membantu kita dalam masalah ini! Bersiap siaplah, kita akan pergi ke firma hukum!" teriak Prasetya.
Dua orang pengawal pribadinya berlari ke arah kamar setelah Prasetya memanggil Rian beberapa kali dan tidak ada sahutan darinya.
"Bos ... Mas Rian sudah tidak ada di kamarnya!" ujar salah satu pengawal dari arah kamar.
Prasetya terperanjat kaget, dia merasa kecewa dan frustrasi karena tidak bisa mencegah Rian pergi. Dia merasa terjebak dalam situasi yang semakin rumit dan sulit. Dalam keadaan panik, Prasetya berusaha mengumpulkan pikirannya dan memikirkan langkah-langkah selanjutnya yang harus diambil.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Rian sudah pergi. Aku harus segera menghubungi pengacara dan melaporkan situasi ini kepada mereka. Mungkin mereka bisa memberikan petunjuk tentang langkah yang harus aku ambil selanjutnya."
Prasetya mencari nomor pengacaranya dan segera menghubunginya lagi. Dia menjelaskan situasi yang terjadi, termasuk kepergian Rian. Pengacara memberikan saran dan bimbingan kepada Prasetya mengenai langkah-langkah hukum yang perlu diambil untuk menghadapi konsekuensi dari kepergian Rian dan situasi perusahaan yang rumit.
Sementara itu, Rian menjalankan rencananya untuk kabur, tanpa mengetahui langkah-langkah hukum yang sedang diambil oleh Prasetya. Dia merasa bahwa melarikan diri adalah satu-satunya jalan keluar yang ia lihat saat ini.
Perjalanan mereka berdua, Prasetya dan Rian, berlanjut dengan situasi yang semakin kompleks dan sulit. Prasetya harus menghadapi konsekuensi dari tindakan Rian, sementara Rian merasa terjebak dalam siklus keputusasaan dan ketakutan. Mereka berdua harus menghadapi tantangan ini dengan tekad dan ketekunan, mencari jalan keluar yang tepat untuk mengatasi masalah yang sedang mereka hadapi.
__ADS_1
Suara deru mesin mobil terdengar keras dari halaman rumahnya. Membuat Prasetya semakin was was saat pengawal mengatakan jika mereka melihat beberapa polisi dan juga dua orang pria berpakaian resmi.
Prasetya merasa putus asa ketika pihak kepolisian dan kuasa hukum Biru mendatanginya di kediamannya. Kehadiran mereka menambah beban dan kesulitan dalam kasus yang sedang menjeratnya. Prasetya merasa tertekan dan tidak tahu bagaimana menghadapinya.
"Minggir! Kalian cegah mereka masuk!" seru Prasetya pada pengawalnya.
Sesuai perintah bos mereka, dua pengawal berperawakan tinggi besar itu berjalan keluar dan mencoba menghalau para tamu tidak di undang untuk masuk.
"Kami dari kepolisian. Anda berdua bisa kami bawa ke kantor polisi karena memperlambat proses penyelidikan!" ujar salah satu polisi tersebut.
Pihak kepolisian lantas masuk begitu saja, mereka langsung bisa melihat Prasetya yang terperangah dan tidak sempat sembunyi.
Mereka menanyakan tentang keberadaan Rian dan berbagai pertanyaan terkait aktivitas bisnis mereka. Prasetya mencoba menjawab sebaik mungkin, namun dia merasa semakin terjepit oleh situasi ini. Ia berusaha menjelaskan bahwa ia tidak memiliki kendali atas tindakan Rian, namun pihak kepolisian tetap menuntut kejelasan.
Prasetya terlihat berusaha untuk tetap tenang dan mencari jalan keluar dari situasi ini. Dia memutuskan untuk menghubungi pengacaranya lagi dan mencari nasihat hukum yang lebih lanjut. Ia menyadari bahwa penting untuk memiliki perlindungan hukum yang tepat dalam menghadapi kasus ini.
"Aku akan menghubungi tim pengacaku dan mendapat perlindungan hukum juga!" tukasnya setelah merasa semakin di tekan.
"Silahkan! Agar semua menjadi jelas ...!"
Dalam ketidak pastian dan tekanan yang terus meningkat, Prasetya merenungkan langkah-langkah yang harus diambil selanjutnya. Dia harus mencari cara untuk mengatasi kasus ini dengan bijaksana dan melindungi kepentingan dirinya serta perusahaan yang ia bangun dengan susah payah.
__ADS_1
Situasi semakin kompleks dan sulit bagi Prasetya. Ia harus memperjuangkan keadilan dan menemukan jalan keluar yang terbaik dalam menghadapi tuntutan hukum dan konsekuensi dari tindakan Rian. Dalam situasi putus asa ini, Prasetya membutuhkan ketekunan, keberanian, dan bantuan hukum yang tepat untuk menghadapi permasalahan yang sedang dihadapinya.
Kuasa hukum Biru pun mengeluarkan suara. "Kami adalah kuasa hukum dari pihak pak Biru. Kami hadir di sini untuk memberikan bantuan dan klarifikasi terkait kasus ini."
Sementara pihak kepolisian yang di wakili 4 anggota polisi dan salah satunya adalah kepala polisi. "Kami datang untuk melakukan penyelidikan terhadap perusahaan ini dan melihat keterlibatan Anda dalam beberapa kasus. Kami jelas butuh penjelasan yang sangat jelas dari Anda dan juga Rian."
"Ok ... Saya berusaha kooperatif dalam hal ini. Namun, saya perlu diingatkan bahwa saya tidak bertanggung jawab atas tindakan Rian. Dia bertindak tanpa sepengetahuan dan persetujuan saya. Dia bahkan pergi begitu saja!"
"Tentu, kami memahami bahwa Anda dan Rian adalah dua entitas yang berbeda. Namun, sebagai pemilik perusahaan, Anda tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga integritas dan legalitas bisnis Anda." kini pihak kuasa hukum yang bicara secara resmi.
"Kami mengerti bahwa ada pemisahan antara Anda dan Rian sebagai individu. Namun, kami juga melihat adanya keterkaitan dalam bisnis yang Anda jalankan bersama. Kami perlu informasi lebih lanjut tentang aliran dana dan operasi perusahaan ini." lanjutnya lagi.
"Ya Saya akan menjawab sejujurnya sesuai dengan pengetahuan saya. Namun, saya ingin menekankan bahwa saya tidak terlibat dalam tindakan-tindakan yang melanggar hukum." kilah Prasetya.
Dan suasana semakin genting saat kuasa hukum pihak Prasetya telah tiba. Pria paruh baya itu menghela nafas lega dan berharap segera keluar dari situasi yang menjepitnya di tengah tanpa memberikan kesempatan untuk menghirup nafas dengan leluasa.
Kuasa hukum dirinya pun ikut dalam perbincangan ini. "Prasetya jelas akan menjawab pertanyaan Anda anda swmua dengan sebaik mungkin. Namun, sebagai kuasa hukumnya, saya menegaskan bahwa Prasetya adalah seorang individu yang bertanggung jawab dan bekerja sesuai dengan hukum yang berlaku."
Semua anggota polisi dan juga kuasa hukum dari Biru menoleh ke arah suara. Dan kuasa hukum tersenyum seolah mendapatkan lawan yang imbang.
"Kami menghargai kerjasama Anda. Tetapi, kami ingin mendapatkan fakta-fakta yang jelas terkait kasus ini. Setiap informasi yang bisa membantu penyelidikan akan sangat berarti bagi kami."
__ADS_1
Percakapan antara kuasa hukum Biru dan pihak kepolisian terus berlanjut dengan pertanyaan dan jawaban yang intens. Prasetya merasa tertekan karena tekanan dari pihak kepolisian dan upaya kuasa hukum Biru untuk memperkuat kasus mereka. Dalam situasi ini, Prasetya berusaha untuk tetap tenang dan menjawab pertanyaan dengan santai.
"Tenang saja, sebagai kuasa hukum yang anda pilih, saya akan menjamin Anda terlepas dari jerat hukum penyelewengan dana dan kasus yang menjerat putra Anda yang sudah lebih dulu melarikan diri!"