Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Mobil Baru


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Andra segera melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah secepatnya bahkan meninggalkan Leo di lokasi pembangunan proyeknya.


Betapa paniknya pria tua itu ketika sang istri tidak membalas pesan dan bahkan tidak mengangkat panggilannya. Andra benar-benar takut sekarang.


"Sayang, tolong angkat" gumam Andra pelan.


Arra seolah menghukum pria tua itu dengan tidak memberikan kabar apa-apa sehingga membuat Andra semakin panik karenanya.


Mobil hitam menyusuri jalan kota dengan sangat cepat agar bisa segera melihat langsung keadaan istrinya sekarang. Hingga setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam setengah, mobil Andra pun sampai di halaman rumah utama dengan pemiliknya yang segera keluar dari mobil tanpa memarkirkannya dahulu.


Andra berlari tergesa-gesa masuk ke dalam rumah utama dan mencari sang istri. "Sayang?! Sayang?! Dimana?!" Teriakan Andra yang memenuhi rumah.


Saat memeriksa beberapa ruangan yang kosong dan tidak ada orang, Andra kembali berlari ke lantai atas untuk memeriksa kamar utama dengan harap-harap cemas semoga faktanya tidak seperti yang ada di pikirannya sekarang.


Langkah Andra terhenti saat Ibu Leli berjalan mendekatinya. "Nak Arra sedang bersama Mr.Eldo dan Zero di taman belakang, Tuan."


****.-Andra.


*****


Leo yang saat itu sedang asyik mengobrol dengan beberapa pekerja pun terkejut melihat tingkah laku Andra. Terlebih ketika melihat majikannya itu berlari ke mobil dan melaju pergi tanpa mengatakan apapun yang membuat semua orang terkejut sekaligus heran karenanya.


"Apa terjadi sesuatu, Pak?" tanya manajer proyek tersebut kepada Leo.


Leo menggeleng pelan. "Masalah pribadi" jawabnya singkat.


Leo hanya bisa mengatakan itu saja karena ia sendiri pun tidak tau apa yang menjadi alasan Andra berlari tergesa-gesa bahkan mengemudi mobil dengan ugal-ugalan.


"Pak Leo nanti pulang ke pusat kota bagaimana?"


Celetukan salah satu pekerja bangunan membuat Leo tersadar bahwa dirinya tidak mempunyai kendaraan untuk pulang. Ia dan Andra pergi kemari hanya dengan menggunakan satu mobil yang sudah dibawa oleh majikannya itu.


Pak Andra memang gila.-Leo


*****


Taman Belakang


Andra berlari tergesa-gesa ke taman belakang untuk menyusul istrinya yang sedang bersama sang anak dan guru les anaknya.


Hal pertama yang dilihat Zero adalah Mr.Eldo yang sedang memanjat pohon jambu dengan Zero dan Arra yang menyemangatinya dari bawah.


What?-Andra.

__ADS_1


"Sayang" panggil Andra yang membuat Arra menoleh seketika.


"Kenapa, Mas?" tanya Arra heran terlebih ketika melihat suaminya yang bernafas ngos-ngosan.


Andra mengatur nafasnya terlebih dahulu seraya memberikan kode kepada sang istri sebelum ia membuka suara.


"Arra nggak macam-macam, kan?"


Pertanyaan Andra membuat Arra tertawa seketika. Istri kecil itu tau apa alasan Andra terlihat seperti kelelahan sekarang.


"Arra sengaja. Itu artinya 1:1."


"Apa?!"


*****


Sudah hampir satu jam yang lalu dan sampai sekarang Andra masih mengekori sang istri kemana pun istri kecilnya pergi. Memang sejak tadi Arra seolah enggan menjelaskan apa yang terjadi kepada suaminya hingga membuat Andra sangat penasaran.


"Papi cepelti bayangan Mami caja" gerutu Zero untuk kesekian kalinya.


Bocah itu sudah bosan melihat Andra yang tidak mau melepaskan Arra sebelum wanitanya menjelaskan apa yang terjadi.


"Mas! Arra mau nonton dengan tenang." Arra saja kesal dengan suaminya apalagi orang lain.


Namun, Andra seolah tutup mata dan telinga akan hal itu sehingga ia tidak peduli jika istrinya kesal terhadapnya. Ah, apa Andra tidak menyadari akan hukuman yang bisa saja terjadi padanya kali ini? Hukuman Arra akan selalu menunggu Andra di depan mata.


"Sayang, hei ayolah jelaskan apa yang terjadi" ucap Andra untuk kesekian kalinya.


Arra menghela nafas berat, sepetinya ia sudah sadar sedang berhadapan dengan siapa sekarang. Pria tua dengan kepala batu yang tidak mau berhenti sebelum mendapat jawaban atas pertanyaan yang ia ajukan. Benar-benar mirip seperti Zero.


"Sengaja bagaimana?! Arra nggak tau gimana kagetnya Mas baca pesan itu?"


"Lalu? Gimana Arra baca pesan Mas yang typo itu?! Arra lagi senang buka paket tiba-tiba baca pesan itu jadi nggak mood."


"Sayang, Mas kan udah jelasin kalau itu typo."


"Arra juga. Itu typo."


"Astaga, Sayang. Arra tau nggak gimana paniknya Mas? Mas bahkan lupa bawa Leo."


Tentu saja ucapan Andra membuat Arra terkejut. "Loh? Kak Leo ditinggal dimana, Mas?!"


"Pinggir kota."


Plak


"Kenapa ditinggal sih?! Terus gimana Kak Leo pulang?! Kenapa juga ada di pinggiran kota?!"


Cup.


"Mas marah ya kalau Arra lebih khawatir sama lelaki lain" ucap Andra dengan wajah kesalnya membuat Arra tertawa seketika hingga ruangan dipenuhi oleh gelak tawa Arra.

__ADS_1


"Kok gemesin banget sih?!" ucap Arra yang membuat sang suami pun ikut tertawa.


Zero yang melihat kedua orang tuanya pun menatap mereka dengan tatapan heran.


"Aneh, tadi kan malah-malah telus thenapa teltawa?" gumam bocah pintar itu.


*****


Mari kita pergi ke tempat lelaki tampan yang sedang ditinggalkan oleh majikannya tersebut.


"Apa tidak ada taksi sekitar sini?" tanya Leo yang membuat semua orang menggeleng.


Proyek yang dibangun oleh Dirgantara Group saat ini cukup jauh dari pusat kota sehingga tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang disekitarnya. Beberapa fasilitas pun belum memadai membuat Leo cukup kesusahan mencari tumpangan ke pusat kota.


"Pak, saya mempunyai mobil butut yang semoga bisa mengantarkan Pak Leo kembali ke pusat kota dengan selamat tanpa kekurangan apapun."


Seorang pekerja bangunan mengangkat tangan membuat Leo menoleh kearahnya. "Bisa berfungsi dengan baik?" tanya Leo saat mendengar ucapan salah satu pekerja tersebut.


Lelaki paruh baya itu pun mengangguk dengan cukup pelan seolah ia sendiri belum yakin dengan jawabannya. "Akan saya ambilkan sekarang."


Leo pun mau tidak mau harus menuruti ucapan lelaki paruh baya tersebut karena tidak ada cara lain untuknya kembali ke pusat kota selama ini.


Bebsrapa menit kemudian, mobil pick up berhasil parkir di hadapan semua orang membuat mulut Leo seketika menganga. Bukan tanpa alasan, ia tidak pernah sekali pun dalam hidupnya menaiki mobil pick up berkursi dua tersebut.


"I-ini aman, kan..?" tanya Leo ragu.


Beberapa orang terkekeh pelan mendengar pertanyaan Leo karena mereka mengerti bahwa asisten bos besar mereka pasti tidak pernah menaiki mobil jenis pick up.


"Semoga, Pak."


*****


"Halo?"


"Pak, apakah saya bisa meminta tolong sekarang?"


"Apa yang terjadi, O?" tanya Andra mengerutkan keningnya heran.


"Tolong transfer 300 juta sekarang ke rekening kedua milik saya."


"Ada hal serius?"


"Saya membeli mobil dan saldo saya kurang. Dompet dan kartu ATM utama saya ada di mobil Pak Andra."


"Mobil?" Ucapan Leo semakin membuat Andra heran.


"Saya menaiki mobil pick up untuk kembali ke rumah. Karena rasanya tidak nyaman berada di mobil itu, jadi saya membeli mobil untuk seorang lelaki paruh baya yang mengantarkan saya."


"Hah?!"


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2