Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Wedding Day


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba dimana Arra sudah berdandan dengan sangat cantik bahkan membuat kedua sahabatnya benar-benar tak berhenti untuk memujinya.


"Astaga, kau benar-benar sangat cantik" ucap Novi untuk yang kesekian kalinya.


Arra tertawa. "Hei, kau sudah mengatakan itu hampir sepuluh kali" ucap Arra disela-sela gelak tawanya.


"Aku masih belum menyangka bahwa sahabatku akan menjadi istri orang" ucap Novi yang membuat Arra tersenyum tipis.


"Ra, berbahagialah sekarang. Sudah cukup kau menderita selama ini, jadi sekarang carilah kebahagiaan mu" ucap Kelly seraya menggenggam tangan Arra.


Novi pun ikut mendekat. "Kelly benar, kau harus bahagia setelah menikah karena jika tidak, kau pasti tau apa yang akan dilakukan Kelly pada suami mu."


Tentu saja ucapan Novi membuat kedua sahabatnya tertawa terutama Arra karena ia tau jika ada yang menyakiti dirinya dan Novi, maka Kelly akan maju paling depan.


Persahabatan mereka benar-benar warna-warni dengan banyaknya perbedaan seperti Kelly yang memang dari kalangan orang berduit dengan sifatnya yang cukup keras sehingga tak jarang mereka selalu berbeda pendapat. Namun, ia akan maju paling depan jika mendengar ada yang menyakiti kedua sahabatnya.


Juga Novi yang merupakan anak dari kalangan berkecukupan namun ia selalu menjadi sasaran kemarahan ayahnya membuat sifatnya sedikit tertutup dan sedikit susah untuk diajak bercerita.


Dan Arra yang memang sejak kecil berada di lingkungan yang membuatnya harus dewasa sebelum umur sehingga mempengaruhi sifatnya sekarang.


"Ah, ayo kita berfoto bersama sebelum pengantin wanita nya diambil" ucap Kelly seraya mengeluarkan kamera yang ada di dalam tas nya.


Mereka pun berfoto bersama mengabadikan momen sekali seumur hidup hari ini.


Tok tok tok


Pintu ruangan tiba-tiba diketuk oleh seseorang sehingga membuat ketiganya terkejut.

__ADS_1


"Sepertinya kau sudah harus turun" ucap Kelly seraya membuka pintu.


Ternyata, yang mengetuk pintu ruangan adalah Delon.


"Eh, Ko Delon? Ada apa, Ko?"


"Apa kau harus mendahului ku untuk menikah? Astaga, kau benar-benar tidak sopan dengan yang tua" ucap Delon yang membuat Arra tertawa.


"Keluar lah, Papa sudah menunggu."


Ya, Delon menawarkan Papa nya untuk menjadi wali di pernikahan Arra. Sebenarnya, Arra sempat menolak karena ia merasa tidak enak merepotkan orang lain terlebih ia belum mengenal keluarga Delon.


Dan tentu saja semuanya sudah dipersiapkan oleh Delon dan Andra. Malam itu keluarga Delon berkumpul di restoran dan menganggap Arra seperti anak mereka sendiri karena Delon sudah banyak bercerita tentang dirinya. Akhirnya, mau tidak mau Arra harus menerimanya.


Tak lama kemudian, Arra keluar dari kamar dibantu oleh Kelly dan Novi yang mengangkat gaunnya. Arra berjalan mendekati Om Deddy yang sudah menunggunya.


"Wow, anakku memang cantik sekali" ucap Om Deddy seraya meletakkan tangan Arra di lengannya.


Keluarga Delon benar-benar memperlakukan Arra dengan sangat baik terlebih ketika melihat sikap Arra yang benar-benar sopan pada orang lain.


"Kita turun sekarang. Sepertinya calon suami mu tidak sabar untuk melihat mu."


Andra yang saat itu sedang merapikan dasi nya benar-benar terpukau ketika melihat kecantikan Arra. Ia bahkan tidak bisa berkata-kata melihat wajah calon istrinya yang seolah membuat semua orang hanya tertuju padanya.


"Hei, lalat akan masuk ke mulut mu" tegur Ketua yang membuat Andra tersadar lalu berdehem pelan.


Andre, yang menawarkan diri untuk menjadi MC pun segera membuka suara.


"Selamat malam para rekan dan tamu undangan yang sudah hadir dalam pesta pernikahan saudara Andra Dirgantara dan saudari Arrabelle pada malam ini. Sebelumnya, izinkan saya untuk memperkenalkan diri. Saya adalah Andre Dirgantara, adik kandung dari mempelai pria. Sebenarnya, saya tidak ingin menjadi MC tapi karena katanya dibayar mahal jadi saya langsung menawarkan diri."


Semua tamu undangan tertawa mendengar lelucon yang keluar dari mulut Andre.


"Baiklah, tidak perlu menunggu waktu lama karena sepertinya pengantin pria sudah tidak sabar berdekatan dengan calon istrinya. Sekarang, pengantin pria akan berjalan menuju altar bersama dengan sang Ayah."


Dengan gagahnya Andra berjalan beriringan dengan Ketua menuju altar yang sudah dipersiapkan.

__ADS_1


"Pengantin wanita juga akan berjalan menuju altar bersama sang Ayah. Dilanjutkan dengan sang Ayah dari pihak wanita akan menyerahkan gadisnya pada pengantin pria."


Arra segera menggandeng Om Deddy dan berjalan pelan menuju altar yang sudah ditunggu oleh calon suaminya.


Setelah sampai dihadapan Andra, Om Deddy segera meletakkan tangan Arra pada tangan calon menantunya.


"Saya serahkan anak perempuan saya kepada Nak Andra. Tolong sayangi dia seperti Nak Andra menyayangi orang tua Nak Andra. Tolong bimbing dia menjadi istri dan ibu yang baik sehingga rumah tangga kalian menjadi sejahtera. Anak Om memang masih sangat muda, namun ketika ia memutuskan untuk menerima Nak Andra sebagai suaminya, ia sudah menyerahkan seluruh hidupnya untuk menjadi suami Nak Andra dan menjadi bagian dari keluarga Dirgantara. Jika anak Om bersalah atau pun menyakiti hati Nak Andra, tolong jangan pernah memukulnya, berikan padanya pengertian dan bimbing dia kembali ke jalan yang benar. Dan jika suatu saat Nak Andra berhenti mencintainya, tolong kembalikan kepada Om dengan baik-baik karena Om menyerahkannya pada Nak Andra secara baik-baik."


Semua tamu undangan benar-benar terharu ketika mendengar Om Deddy yang memberikan lebih dari cukup nasehat untuk Andra.


Andra mengangguk mantap. "Andra akan menjaganya seperti Andra menjaga diri Andra sendiri."


Pesta pun kembali berlanjut. "Sekarang, kita memasuki acara pemberkatan nikah yang akan dipimpin langsung oleh Pendeta."


"Andra Dirgantara, apakah anda bersedia menerima Arrabelle sebagai istri dan menyerahkan seluruh hidup anda untuk membimbingnya. Membangun rumah tangga yang baik dengan melewati suka dan duka bersama-sama hingga maut memisahkan? Jika bersedia jawablah ya saya bersedia."


Andra mengangguk mantap. "Ya, saya bersedia."


"Arrabelle, apakah anda bersedia menerima Andra Dirgantara sebagai suami dan menyerahkan seluruh hidup anda untuk melayaninya. Membangun rumah tangga bersama dengan suka dan duka yang datang silih berganti dan akan tetap bersama hingga maut memisahkan? Jika bersedia jawablah ya saya bersedia."


"Ya, saya bersedia" ucap Arra pelan.


"Sekarang ada saatnya bagi kedua mempelai untuk memasangkan cincin kawin."


Tak lama, Zero dengan gagahnya berjalan menuju altar untuk memberikan kotak cincin. Kedua mempelai pun mulai bergantian memasangkan cincin kawin pada pasangannya.


Setelah pemasangan cincin kawin, Pendeta memberikan arahan untuk kedua mempelai agar bisa menghampiri orang tua masing-masing untuk meminta restu atas rumah tangga yang baru saja dibangun.


*


*


*


Selamat menempuh hidup baru untuk Andra dan Arra. Jadilah pasangan suami istri yang selalu bahagia.

__ADS_1


*


*


__ADS_2