Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Anak Kita


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yaa😘!!!


Author sayang Readers🥰!!!


Happy Reading!!!


*****


"Untel, kapan celecai? Zelo mau beltemu Mami cekalang"


"Sebentar lagi ya, Uncle membereskan ini dulu"


"Ish, Untel telpon ciapa lagi?" gerutu Zero saat melihat Leo kembali sibuk dengan telepon


Leo pun terkekeh pelan melihat wajah cemberut bocah itu karena sejak tadi Zero terus merengek minta diantarkan bertemu dengan Arra padahal Leo sedang sibuk menelpon kepala sekolah tempat Arra bersekolah dan melunasi uang sekolah gadis itu, tak lupa juga Leo menelpon pemilik restoran dimana Arra akan wawancara siang nanti


"Sudah selesai"


"Untel celius? Kita beltemu Mami cekalang?"


"Iya, Sayang. Tapi kita ke ruangan Papi dulu ya, izin ke Papi"


"Horeee" teriak Zero lalu pergi ke ruangan Andra meninggalkan Leo yang menatapnya seraya tersenyum tipis hingga tak lama kemudian Leo pun menyusul Zero untuk ke ruangan Andra.


*****


Ruangan Presdir


"Papi, Zelo mau beltemu Mami cekalang" ucap Zero mengejutkan Andra yang sedang beristirahat di sofa


"Oh ya? Uncle sudah selesai bekerja?"


"Tudah" jawab Zero bersemangat


Tak berapa lama pintu pun terbuka dan masuklah Leo


"Sudah selesai, O?"


"Apa Bapak juga ingin ikut?"


"Nanti lihat jika sempat"


"Baiklah, Pak. Oh iya, untuk pembayaran sekolah sudah dilunasi"


"Kerja bagus"


"Papi...Papi, Zelo mau mimi"


"Nanti Uncle Leo yang ambil ya" ucap Leo lalu berjalan mendekati kulkas mini yang berada tak jauh dari sofa


"Eum, O. Dimana kalian akan makan siang?"


"Restoran seberang kantor, ditempat Arra melamar kerja"


"Restoran itu? Telpon pemiliknya-"


"Saya sudah melakukannya, Pak"


"Apa?"


"Menelpon pemilik restoran agar menerima Arra bekerja, wawancara hanya formalitas" jawab Leo yang membuat Andra terdiam


"Apa sudah tidak ada yang dibicarakan, Pak? Dua menit lagi jam istirahat"


"Tidak ada" jawab Andra pelan


"Saya permisi, Pak"

__ADS_1


Lalu Zero mendekati Andra dan


Cup.


"Pay pay, Papi" teriak Zero setelah mencium pipi Andra.


*****


Baru saja Leo menghentikan mobilnya dihalaman restoran tiba-tiba Zero sudah berlari masuk ke dalam restoran meninggalkan Leo yang hendak mengambil ponsel di dashboard mobil


Zero langsung berlari masuk seraya berteriak mencari Arra


"Mami...Mami" teriak bocah itu tanpa sadar berlari dan menabrak seorang wanita hingga susu kotak yang ditangannya membasahi dress wanita itu


"Hei bocah" teriak wanita tersebut yang membuat semua pengunjung restoran menatap kearah mereka


"Tante, maafin Zelo, Zelo da cengaja" ucap Zero pelan tanpa berani menatap wanita itu


"Menyusahkan saja" ketus wanita itu lalu mengambil paksa susu kotak Zero dan


Pyurrrrr


Begitu teganya wanita tersebut menyiram kepala Zero dengan sisa susu kotak hingga membuat Zero sangat ketakutan namun tidak berani mengangkat kepala


"Zero" teriak Arra yang baru saja keluar dari ruang manajer restoran dan berlari mendekat lalu memeluk Zero yang sudah basah


"Apa ada ini? Apa Mbak tidak punya hati? Mengapa tega sekali menyiram anak kecil?" teriak Arra menatap wanita itu dengan penuh amarah


"Mami, Zelo yang calah" lirih Zero pelan


"Kau dengar bukan? Anak itu yang salah dan membuat dress ku terkena susu"


"Tapi apa Mbak pantas untuk membalas dengan menyiramnya?" teriak Arra yang membuat wanita itu terbawa emosi lalu


Plakkkk


"Cih, kau masih kecil berani sekali menceramahi ku. Dilihat dari wajahmu yang masih polos pasti anak ini anak haram" ucap wanita itu dengan kesal sedangkan Arra hanya diam dan masih memeluk Zero dengan erat.


Kembali ke Leo yang masih di luar restoran, saat Leo hendak mengambil ponselnya tiba-tiba Andra menelponnya


"Ada apa, Pak?"


"Eum, Zero dimana?"


"Sudah berlari masuk dan mencari Arra. Saya baru saja ingin masuk--Arra? Zero?"ucap Leo lalu berlari mendekat tanpa mendengar lagi apa yang diucapkan Andra di telepon saat panggilan masih berlangsung


"Ada apa in--Gladis?"


"Leo? Dimana Andra? Apa Andra di kantornya?"


"Apa yang terjadi?"


"Anak kecil ini menyiram ku dengan susunya hingga membuat dress kesayanganku basah, lalu aku membalasnya dengan menyirami kepalanya dan bocah ini menceramahi ku"


"APA??!! Zero, kau tidak apa-apa?"


"O, kau mengenal mereka?"


"Minta maaflah pada mereka"


"Tidak mau, anak kecil ini yang salah"


"Kau membalas anak kecil ini dengan menyiram kepalanya dan menampar gadis itu. Bagaimana kau bisa tidak mau meminta maaf pada mereka?" tanya Leo dengan nada meninggi


"Aku tidak mau" teriak Gladis lalu pergi meninggalkan mereka


"Antar kami ke ruangan pemilik hotel ini dan tolong belikan pakaian anak dengan segera" ucap Leo kepada karyawan restoran seraya memberikan atmnya agar karyawan bisa membeli baju untuk Zero.

__ADS_1


*****


Ruangan Pemilik Restoran


"Selamat beristirahat, Tuan" ucap pemilik restoran lalu pergi dari ruangannya meninggalkan Zero, Arra, dan Leo


Arra tak berhenti-hentinya menangis menatap Zero yang sudah basah karena susu cokelat membuat Zero berjalan mendekatinya dan memeluknya erat


"Mami, jannan belcedih, Zelo baik-baik aja" ucap Zero pelan


"Zero, maafkan Mami ya, Nak. Mami terlambat untuk menyelamatkanmu"


"Uncle juga minta maaf, Sayang. Maaf Uncle tidak menyusul mu segera"


"Da, Mami dan Untel da boleh minta maaf. Ini calah Zelo, Zelo yang menablak Tante galak itu"


"Zero" tiba-tiba pintu terbuka dan masuklah Andra dengan wajah khawatir


"Sayang, ada apa denganmu? Apa yang terjadi? Dan mengapa kepalamu basah?" tanya Andra seraya mengecek setiap tubuh Zero


"Papi, tunggu cebeltal, Mami cedang ngis gala-gala Zelo, jadi Zelo halus bikin Mami tenyum lagi" ucap Zero lalu berbalik menatap Arra dan menghapus sisa air mata di wajahnya


Tak lupa juga Zero mengelus pelan wajah Arra yang memerah akibat tamparan Gladis itu


Cup.


"Mami, maaf Zelo ya, Zelo bikin pipi Mami melah"


"Tidak, Sayang. Ini bukan salah Zero"


"Apa yang terjadi, O?"


"Zero berlari masuk ke restoran dan tidak sengaja menabrak Gladis hingga susunya membasahi dress Gladis dan membuat wanita itu marah lalu menyiram Zero dengan sisa susu kotak. Arra datang dan memarahi Gladis dan dengan teganya wanita itu menampar pipi Arra. Maafkan saya, Pak"


"BRENGSEK!!"


"Pak, ada Zero" bisik Leo pelan karena Andra kelepasan berbicara


"Saya sudah meminta karyawan untuk membeli pakaian Zero dan sebentar lagi akan tiba"


Tanpa menghiraukan perkataan Leo, Andra pun berjalan mendekati Arra dan berjongkok dihadapan gadis yang sedang duduk bersama Zero di pelukannya


"Sayang, maafkan Papi yang tidak bisa menjagamu"


"Maaf, Pak" lirih Arra pelan seraya menatap Andra yang berjongkok dihadapannya


"Jangan meminta maaf Arra"


"Ta-tapi Zero dipermalukan didepan umum, Pak. Maaf karena saya terlambat menemukannya"


Lagi-lagi air mata sukses keluar dengan derasnya membasahi wajah Arra dan hal itu membuat hati Andra perih hingga tanpa sadar Andra menggenggam tangan gadis itu


"Anak kita baik-baik saja, berhentilah menangis"


"Zelo tudah bilang Zelo da cedih, Pi. Tapi Mami macih ngis" ucap Zero mengadu kepada Andra


"Kau dengar, kan? Zero tidak sedih, dia kuat"


"Zelo danteng dan kuat jadi Zelo da cedih" ucap Zero yang sukses membuat semuanya terkekeh


"Berhenti menangis, air matamu sungguh berharga" ucap Andra lalu menghapus jejak air mata Arra


"Ehem...Ehem"


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2