Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Cemburu


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Leo dengan cepat mengemudikan mobil menuju rumah sakit dimana Arra dirawat sedangkan Andra yang dibelakang berusaha untuk tidak khawatir dan panik karena dihadapannya sedang ada sang anak yang sejak tadi hanya diam


“Zero, kenapa diam saja?”


“Papi.. Mami bannun, kan? Mami da tinggal Zelo, kan?”


Ya Tuhan.-Andra


“Tidak, sayang. Mami kan sayang Zero jadi tidak mungkin Mami meninggalkan Zero. Zero sayang Mami, kan? Zero percaya kalau Mami sayang Zero?”


Pertanyaan Andra hanya dibalas dengan anggukan mantap dari sang anak


“Sayang, jangan lupa berdoa ya untuk kesembuhan Mami agar Mami bisa kembali bersama kita”


“Bial Mami bica puk puk Zelo agi, bial Mami bica kacih mimi agi, bial Mami bica mam Zelo agi”


Tubuh Andra bergetar hebat saat mendengar suara Zero yang bersemangat. Ini pertama kalinya Andra melihat kasih sayang yang begitu tulus dari sang anak kepada Arra bahkan kepadanya yang mempunyai notabe sebagai ayah kandung Zero pun tidak pernah ia melihat Zero seperti ini terhadapnya


Ucapan syukur terus Andra ucapkan kepada Sang Pencipta karena di umurnya yang sekarang tanpa sengaja ia dipertemukan dengan sosok gadis kecil yang benar-benar menggoyahkan imannya. Gadis kecil yang bahkan tak pernah ia pikirkan akan menghiasi hari-harinya bersama anak lelakinya, gadis kecil yang menyayangi anaknya seperti anak kandung sendiri, dan gadis kecil yang benar-benar bisa membuatnya luluh.


Saat ini, mobil sudah terparkir tepat di depan gedung rumah sakit yang membuat Andra dengan segera keluar bersama Zero yang ada di pelukannya lalu berlari masuk ke dalam gedung dan menanyakan dimana ruangan Arra


“Ruangan kekasih--ah ruangan atas nama Arrabelle dimana?”


“Nona Arrabelle ada di ruangan nomor 409, Bapak bisa berjalan lurus lalu--“


Tanpa menunggu perawat menyelesaikan ucapannya yang ingin menjelaskan letak kamar pasien, Andra berlari dengan cepat dengan segala macam doa yang ia panjatkan agar kekasihnya itu baik-baik saja


Klekkk


Pintu ruangan terbuka dan masuklah Andra bersama Zero yang masih ada di pelukannya lalu menatap pasien yang sedang tertidur pulas


Tanpa pikir panjang, Andra berjalan mendekat lalu mengelus rambut kekasihnya


“Sayang, hei bangunlah. Kenapa kamu tidurnya nyenyak sekali?”


Andre yang duduk tepat di samping Arra pun hanya diam sejak masuknya Andra dan Zero ke dalam ruangan tanpa memperdulikannya yang membuat Andre yakin bahwa kakaknya tidak memperhatikan sekitar dan mengetahui keberadaannya karena rasa khawatir dan panik yang bersatu


“Arra hanya kelelahan, Kak. Dehidrasi dan sering mengabaikan perut kosongnya lalu memaksakan diri untuk mengerjakan pekerjaannya”


“Apa yang dikatakan, Dokter?”


“Hanya perlu beristirahat untuk memulihkan tenaganya”


“Arra, kamu dengar Mas? Mas mau marah karena kamu nakal, jarang minum air putih, kan? Selalu terlambat makan, kan? Kelelahan karena bekerja siang-malam, kan? Nakal sekali Mas marah loh ini kenapa kamu tidak mau bangun? Huh..”

__ADS_1


Andre terkekeh pelan mendengar semua ucapan yang keluar dari mulut sang Kakak yang ia kenal dingin dan arogan tapi bisa luluh hanya karena gadis kecil itu


“Papi..Papi.. Mami kan agi bobo nda boleh ganggu nanti Mami bannun telus belubah jadi singa”


Karena tak bisa menahan tawa, seketika ruangan penuh dengan gelak tawa Andre yang bisa kita yakini bahwa selera humornya sedikit receh


“Gila.”


gerutu Andra saat mendengar gelak tawa sang Adik


“Ra, cepatlah sadar sebelum kekasihmu yang bucin ini menjadi gila dan uring-uringan”


“Untel, bucin itu apa?”


Seketika Andre menggaruk tengkuk tidak gatal


“Bucin itu artinya orang yang sayang Mami”


“Belalti Zelo uga bucin dong? Kan Zelo tayang Mami”


*****


Arra membuka mata dan mengerjapkan matanya berkali-kali hingga sadar bahwa dirinya sedang berada ditempat yang begitu asing untuknya namun karena merasakan bau obat-obatan ia pun sadar bahwa dirinya sedang berada di rumah sakit


“Mami..Mami..”


Zero yang melihat Arra membuka mata pun dengan segera memanggil Mami nya


Seketika pandangan Arra beralih terhadap seorang pria yang tertidur meringkuk di sofa karena tubuhnya yang tinggi sehingga ia harus menyeimbangi sofa yang pas-pasan


“Mami cudah bannun? Mau mam? Mamu mimi?”


Pertanyaan beruntun keluar dari mulut kecil anak itu sehingga membuat Arra gemas


“Loh? Sayang?! Kamu sudah bangun? Ada yang sakit? Mas panggil Dokter ya sebentar”


“Papi.. Mami belum jawab peltanyaan nya Zelo uga”


Arra tersenyum tipis melihat dua lelaki dihadapannya yang memberikan pertanyaan beruntun kepadanya


“Mami halus jawab peltanyaan Zelo”


“Nggak, pertanyaan Papi lebih penting”


Astaga.-Arra


“Sayang, Mami nggak mau makan atau minum” ucap Arra yang menjawab pertanyaan Zero sehingga membuat senyum terukir di wajahnya sedangkan Andra mendengus kesal


“Sayang, pertanyaan Mas masa belum dijawab sih?”


“Zero, kenapa masih disini? Mami baik-baik aja Sayang, jadi Zero pulang ya bersama Papi”


“Da, Zelo mau bobo cama Mami”

__ADS_1


“Sayang”


“Yasudah sini sama Mami. Bisa naik sendiri?” tanya Arra lagi tanpa memperdulikan pertanyaan ataupun ucapan dari Andra membuat lelaki itu hanya menghela nafas berat


Astaga singa mode on. Mampus lah kalau sudah begini. Tidak tau saja aku benar-benar seperti orang gila karena mengkhawatirkannya.-Andra


“Jangan menyumpahi ku”. Skakmat.


Andra benar-benar terkejut saat suara Arra menggema hingga membuat tubuhnya sedikit tersentak


“Tidak, Sayang. Mas tidak menyumpahi mu” ucap Andra menggeleng cepat membuat Arra hanya menatapnya dengan kesal


“Sayang--“


“Zero ingin Mami baca dongeng tentang apa?”


Oke tidak dihiraukan untuk kelima kalinya.-Andra


Andra hanya berdiam namun tetap matanya menatap lekat gadis kecil yang berbaring di ranjang rumah sakit bersama dengan jagoan kecilnya


“Mami?”


“Ya, Sayang?”


Lihat? Zero saja jika membuka suara langsung dijawab.-Andra


“Mami malah cama Papi, ya?”. Skakmat 2.


“Eh-nggak kok. Kata siapa Mami marah ke Papi?”


“Papi dali tadi beltanya kalena kawatil tapi Mami da mau jawab”. Oke skakmat 3.


Arra hanya tersenyum canggung tanpa tau harus membalas apa sedangkan Andra sudah tersenyum penuh kemenangan dan tak lupa mengucap syukur kepada Sang Pencipta sudah diberikan anak sepintar dan sepeka Zero. Hahaha


Dengan cepat Andra berjalan mendekat dan duduk tepat di sebelah Arra lalu mengelus pucuk kepala sang kekasih membuat Arra menatapnya kesal


“Mami hanya cemburu, Son”


Hanya? Hanya cemburu saat dia hendak bercinta dengan wanita lain? Oke dicatat dan dimiringkan dan ditebalkan : Hanya.-Arra


“Cembulu itu apa, Pi?”


“Eh-Zero tadi ingin Mami ceritakan tentang apa?”


tanya Arra mengalihkan pembicaraan agar Zero tidak bertanya lagi


“Zero ingin tau apa itu cembulu dan kenapa Mami cembulu.” Haha skakmat. Arra seakan ingin menghilang dari bumi.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2