Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Persiapan


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Dia benar-benar sangat sopan.-Ketua


"Selamat malam, Nak" ucap Ketua tersenyum tipis.


Nyonya Besar hanya diam tanpa menanggapi karena ia masih merasa malu terhadap Arra dan keluarganya.


"Untel, kapan mam? Zelo lapal" celetuk Zero tiba-tiba yang membuat semua orang tertawa.


"Ah iya, mari kita makan dulu. Kasihan cucu Kakek kelaparan" ajak Ketua kepada semuanya.


Mereka pun segera berjalan menuju meja makan dengan hidangan yang sudah dipersiapkan.


"Zelo mam cama Mami" ucap Zero yang membuat Arra tersenyum tipis lalu menyiapkan makanan untuknya.


"Zero itu sudah besar, makan sendiri" ucap Andra tegas.


Arra segera menghentikan Andra dengan mengelus pelan lengannya. "Gapapa, Mas. Lagian kan jarang-jarang Zero minta disuapin" ucap Arra pelan.


Dengan telaten, Arra menyuapi anaknya yang membuat air mata Ketua tanpa sadar keluar membasahi wajahnya bahkan Nyonya Besar pun terharu melihat Arra yang benar-benar seperti malaikat.


"Arra, makanlah juga" ucap Ketua yang membuat Arra tersenyum.


"Saya akan makan setelah menyuapi Zero, Ketua" ucapnya sopan.


"Hei, panggil Ayah saja. Kau kan calon menantu ku" ucap Ketua yang membuat Arra sedikit salah tingkah.


"Menantu itu apa, Papi?" celetuk Zero yang membuat Andra tersedak.


Dengan cepat Arra memberikan air minum kepadanya seraya mengelus-elus tengkuk Andra.


"Ish, dacal manja."


"Hei, Papi terkejut mendengar pertanyaan mu" gerutu Andra kesal.


"Kata Mami, kita halus beltanya kalau da mengelti."


"Kata Mami, jangan berbicara ketika makan."


"Lalu, Papi uga calahkan Kakek? Kakek yang belbicala dulu."


"Astaga, anak ini."


*****

__ADS_1


Setelah berbagai macam drama saat makan malam, disinilah semuanya berada di ruang keluarga kecuali Zero dan Andre yang sedang bermain sendiri di dekat kolam berenang.


Sebenarnya, Zero tadi sedikit rewel tidak ingin bermain bersama Andre dengan alasan Uncle nya bau, namun ketika Ketua menjanjikan apa saja yang Zero inginkan, ia segera menarik Andre untuk pergi.


Tiba-tiba Nyonya Besar berlutut di hadapan Arra yang membuat semua orang terkejut.


"Ya Tuhan, Nyonya!" Arra segera membantunya untuk berdiri namun tangannya malah digenggam oleh Nyonya Besar.


"Nak, maaf.. maafkan saya.. maaf karena kebodohan saya membuatmu kehilangan keluarga mu.."


"Astaga, jangan seperti ini.. Ayo berdiri, Nyonya."


"Tidak, tolong maafkan saya.. bahkan kata maaf pun tidak cukup menebus semua dosa yang telah saya lakukan.."


"Nyonya, berhentilah.. saya sudah memaafkan Nyonya" ucap Arra seraya membantu Nyonya Besar untuk berdiri.


"Maaf.. maafkan saya. Apa yang harus saya lakukan untuk menebus dosa terhadap keluarga mu..?"


Arra menghela nafas. Jujur saja, jauh dalam lubuk hatinya ia belum terima dengan kenyataan yang ada apalagi ketika melihat wajah Nyonya Besar yang membuatnya kembali berpikir tentang ketidakadilan dalam kecelakaan yang menimpa seluruh keluarganya.


"Nyonya, saya juga ingin marah atas apa yang menimpa keluarga saya. Namun, untuk apa saya marah sehingga dendam dan membenci Nyonya? Apa yang saya lakukan bisa menghidupkan kembali keluarga saya? Saya hanya sedang belajar mengikhlaskan semuanya dan kembali menjalani hidup seperti biasa. Tolong, jangan berlutut seperti ini, saya benar-benar tidak enak."


Sungguh, jangankan Nyonya Besar, Ketua saja benar-benar terkejut mendengar apa yang keluar dari mulut Arra. Seolah yang ada dihadapan mereka adalah gadis berhati malaikat. Benar-benar membuat pasangan suami istri tersebut takjub.


Tanpa mereka sadari bahwa ada dua orang yang menatap mereka dengan tatapan penuh arti.


"Untel, thenapa Nenek jahat cepelti itu?"


"Hu'um, kita halus belcikap copan dennan cinga betina."


*****


Malam ini, setelah mengurus semuanya, Arra membaringkan tubuhnya di tempat tidur yang ada dimana saat ini mereka sedang berada di hotel milik Andra karena besok adalah hari yang ditunggu-tunggu yaitu hari pernikahan kedua mempelai.


Beberapa hari yang lalu, mereka sudah mempersiapkan semuanya dari fitting baju pengantin, mencari cincin kawin, mengurus dekorasi hingga catering makanan. Semua benar-benar dipersiapkan sendiri oleh kedua mempelai.


Saat sedang menatap langit-langit kamarnya, Arra mendengar ada yang mengetuk kamarnya sehingga ia berdiri lalu membuka pintu.


"Kelly?!"


"Arra?! I really miss you" teriak Kelly seraya memeluk sahabatnya erat.


"Hei, kau bilang akan sampai besok" ketus Arra kesal karena tau ia sedang dikerjai oleh sahabatnya.


Arra segera membawa Kelly dan Novi masuk ke kamarnya.


"Astaga, sahabatku akan menjadi istri orang" ucap Kelly heboh.


"Kau tau, Ra? Hampir saja suami mu di santet oleh Kelly" ucap Novi bercerita.


"Astaga, mengapa bisa?"

__ADS_1


"Satu minggu yang lalu, Novi mengejutkan ku dengan mengatakan bahwa kau akan menikah dan tentu saja aku heboh karena tidak mendengar kabar bahwa kau memiliki kekasih. Hampir saja aku mencari dukun online karena ku kira kau menikah karena terpaksa."


Arra tertawa ketika mendengar cerita sahabatnya. Kelly memang gadis yang sangat bar-bar. Persahabatan mereka sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu namun saat SMA terpisah karena Kelly harus pindah mengikuti kedua orang tuanya yang pindah tempat kerja.


"Astaga, apa aku harus menikah juga?"


"Kau benar, aku iri melihat Arra menikah."


"Hei, kalian ini. Menikah tidak semudah itu" ucap Arra pelan.


"Ah, benar. Bisa-bisa aku membunuh calon suami ku" ucap Kelly membayangkan.


"Dan bisa-bisa aku masuk rumah sakit karena melihat calon suami ku" celetuk Novi.


Gelak tawa terdengar memenuhi kamar Arra membuat suasana semakin indah.


"Hei, aku membawa ini."


Kelly segera mengambil sesuatu dari dalam kopernya.


"Astaga! Kau ingin apa?" tanya Arra terkejut ketika melihat dua botol soju yang ada di genggaman Kelly.


"Kita harus berpesta, anggap saja pesta hari terakhir mu menjadi gadis" ucap Kelly mengedipkan sebelah matanya.


"Aku tidak tanggung jawab jika semuanya mabuk."


"Maka dari itu, mari minum sekarang."


Mereka pun mulai minum seraya menceritakan tentang kehidupan mereka. Diketahui bahwa Kelly sedang mendaftar jadi calon mahasiswa kedokteran sedangkan Novi memilih untuk langsung bekerja bersama Arra di restoran milik Delon.


Arra sebenarnya ingin berkuliah juga namun tanggung jawabnya sebagai seorang Ibu sangat besar sehingga ia ingin mengurungkan niatnya terlebih dahulu dan akan memikirkannya nanti setelah semuanya beres.


"Ah, aku ingin memiliki kekasih" ucap Kelly tiba-tiba.


"Bagaimana dengan Kak Leo?" usul Arra yang membuat Novi tertawa seketika sedangkan Kelly segera menatapnya tajam.


"Kau ingin asisten suami mu mati dalam 24 jam? Aku tidak tahan berhadapan dengan pria dingin."


"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana Kelly yang bar-bar menaklukkan gunung es itu" ucap Novi tertawa.


"Mungkin dengan beberapa kali berdebat akan menimbulkan perasaan" celetuk Arra terkekeh pelan.


"Hei, kita hidup di dunia nyata bukan novel."


T-tapi, kalian memang ada di novel yang ku buat.-Author.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2