Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Kalah Cepat


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Masih di dalam mobil


"Andre, kau ingin mengajakku kemana?" tanya Arra saat melihat mobil yang dikendarai oleh Andre berjalan melawan arah ke panti asuhan, tempat tinggalnya


"Ke kantor kak Andra" ucap Andre singkat


"Apa?!" ucap Arra sedikit meninggikan suaranya membuat Andre lagi dan lagi menatapnya dengan penuh curiga


"Apa kau Mami Zero?" tanya Andre menyelidik membuat Arra gelagapan


"A-apa maksudmu?"


"Kau terlihat sangat gugup saat aku membicarakan tentang kakak ku, jadi aku curiga bahwa kau mengenalinya atau bahkan kau yang akan menjadi Ibu sambung dari Zero" ucap Andre santai sedangkan Arra sudah ketakutan karena tidak ingin Andre tau tentang itu


Aku ingin menghilang.-Arra


"Aku tidak mengenal keluargamu"


"Aku tidak percaya"


"Hei!!"


"Hahaha..Baiklah aku percaya setelah melihat reaksi mu bertemu kak Andra"


Tak lama mobil pun berhenti tepat di depan gedung DGroup


Gila, dia benar-benar membawa ku kesini.-Arra


"Ayo masuk, tunggu apa?" tanya Andre saat melihat Arra mematung


Ya Tuhan, bagaimana jika Zero ada dan memanggilku Mami?-Arra


"Tunggu, kau ini tidak bisa sabar" ketus Arra lalu memberanikan diri untuk keluar dari mobil dan bersikap biasa saja padahal jauh didalam lubuk hatinya, ia sangat ketakutan


Tidak ada hubungan atau berusaha menyembunyikan?-Andre


Terlihat senyum tipis yang penuh arti dan hanya Andre yang mengetahuinya


"Selamat pagi, Tuan Muda Andre" ucap mang Johan sopan saat melihat anak kedua dari majikannya datang ke kantor


"Apa kak Andra ada di dalam, Pak?" tanya Andre sopan sedangkan Arra hanya diam menunduk


"Ada, Tuan. Bersama Nona Gladis"


Deg


Bukan Andre namanya jika tidak sempat melihat perubahan raut wajah Arra yang semakin membuatnya yakin bahwa temannya dan kakaknya ada hubungan

__ADS_1


Dasar bodoh! Kau itu gadis polos tapi sok-sokan berbohong di depanku.-Andre


"Baiklah terima kasih, Pak. Kami akan menyusul ke dalam"


Akhirnya Andre pun mengajak ah bukan, menggandeng tangan Arra untuk ikut masuk ke dalam kantor lalu berjalan menuju lift khusus yang akan membawanya langsung ke lantai paling atas, lantai presdir


Siapa lagi kalau bukan, Andra Dirgantara.


*****


"Apa kau takut?" tanya Andre khawatir saat melihat raut wajah Arra


"Ti-tidak, hanya saja aku kurang berani bertemu orang asing" ucap Arra pelan yang membuat Andre tersenyum tipis


"Kau gadis spesial"


Deg.


Arra benar-benar tidak tau apa maksud dari Andre yang mengatakan bahwa dirinya gadis spesial hanya karena Arra mengatakan dia kurang berani bertemu orang lain


Arra masih berlarut dalam pikirannya hingga tidak sadar bahwa mereka sudah berada di depan ruangan presdir yang membuat detak jantung Arra saat ini berdetak lebih cepat


Tanpa mengetuk terlebih dahulu, Andre langsung membuka pintu ruangan yang membuat pemiliknya terkejut bahkan Arra pun terkejut


Ya Tuhan.-Arra


Bagaimana tidak? Arra diperhadapkan dengan pemandangan yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya, dimana Andra sedang bermesraan bersama Gladis bahkan tangan Gladis sudah memegang kancing kemeja nya membuat Arra sontak menunduk saat tatapannya terkunci dengan tatapan Andra yang juga terkejut


Saat matanya terkunci dengan tatapan Arra, seakan sadar dari lamunan dengan cepat Andra menepis kasar tangan Gladis lalu berdiri dan menggaruk tengkuknya hingga membuat Andre menatapnya heran


"Jika ingin bercinta, gunakan hotel." ucap Andre santai yang membuat Arra sontak mengangkat kepala dan menatapnya


Sial.-Andra


"Pergilah jika tidak ada yang ingin kau bicarakan selain omong kosong"


"Bisakah Gladis pergi? Suasana hatiku sedang tidak baik dan aku bisa memakan mu hidup-hidup" ucap Andre sedikit kesal


"Aku menunggu kekasihku. Diam saja kau bocah" ucap Gladis membela diri


"kekasihku" tentu kata-kata itu terngiang di pikiran Arra


Haha bodoh! Bagaimana bisa kau terjebak dengannya?-Arra


"Gadis memalukan" sindir Andre lalu duduk di sofa tak lupa menarik Arra untuk bersamanya


"Menjauh sedikit, aku alergi denganmu"


"Andre, bisakah kau sedikit sopan dengan orang yang lebih tua darimu?" tegur Andra yang membuat detak jantung Arra berdetak lebih cepat


Ya Tuhan, mengapa sakit sekali?-Arra


"Tidak"


"Kau--"

__ADS_1


"Aku kemari bukan untuk mengibarkan bendera perang, Kak" ucap Andre kesal yang membuat Andra menghela nafas berat


"Lakukan sesuatu untukku" ucap Andre pelan namun terdengar jelas oleh Andra hingga membuat sang Kakak menatapnya heran


"Temanku di bully dan yang mem-bully nya adalah anak dari rekan kerja kak Andra"


"Temanmu?"


"Arra, ini temanku yang aku yakin bahwa kak Andra sudah mengenalnya"


Boom, tepat sasaran.


"Arra?" ucap Gladis lalu memperhatikan gadis yang ada disebelah Andre


"Hei, bukankah kau gadis murahan yang membawa anak kecil itu? Sial, aku bertemu denganmu lagi. Kau yang membuat aku dibentak oleh Leo dan sekarang? Kau mendekati Andre? Wow, kau benar-benar gadis yang--"


"Hentikan ucapan mu!" ucap Andre dengan raut wajah yang seakan sedang menahan amarah namun Arra tidak bisa melihatnya karena ia hanya menunduk dengan tangan yang gemetaran


"Siapa dia hingga kau membelanya?"


"Aku menyukai nya."


Deg.


Bagai disambar petir di siang bolong, Andra maupun Arra benar-benar terkejut mendengarnya bahkan Arra menarik pelan ujung baju Andre seolah memintanya untuk menghentikan ini semua


"Tenang, Ra. Aku disini" ucap Andre lembut


Dan Andra? Jelas sekali menyaksikan itu semua hingga dirinya tidak bisa berkata apa-apa lagi


"Pergilah, aku tidak ingin melihatmu"


"Sayang--" ucap Gladis yang ingin mengadu kepada Andra namun ucapannya terpotong oleh Andre


"Berhenti bersikap seolah kau gadis yang baik. Melihatmu saja membuatku ingin muntah"


Lagi, Andre lagi-lagi mengeluarkan kata-kata yang jelas terlihat bahwa ia membenci Gladis


"Maaf semuanya, saya permisi."


Arra tak bisa lagi menahan itu semua hingga yang dilakukannya hanya pamit pergi dari sana membuat Andra bahkan Andre terkejut dan ingin mengejarnya namun sial, Andra kalah cepat dari sang Adik


****.-Andra


"Gladis, pergilah."


"Sayang-"


"Berhenti memanggilku dengan sebutan menjijikkan itu" ucap Andra dingin membuat Gladis ketakutan lalu keluar dari ruangan presdir tersebut


Arra, maaf.-Andra


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2