Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Andra Memeluknya


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yađŸ„°đŸ˜...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading GuysđŸ„°đŸ˜˜!!!!


*****


Arra dan Novi bersama Zero berjalan menuju minimarket didekat taman untuk membeli susu cokelat Zero serta membeli minuman dan camilan lainnya


“Vi, bagaimana dengan keadaan di rumah mu?" tanya Arra saat mereka sudah sampai di minimarket


“Masih sama” ucap Novi tersenyum


Senyum itu, bukan senyum bahagia, melainkan senyum untuk menutup luka yang semakin lama semakin terbuka lebar


“Apa ayahmu masih menyalahkan mu?” tanya Arra hati-hati


Novi mengangguk pelan tanpa sadar air mata sukses lolos membasahi wajahnya


“Berkali-kali aku mencoba untuk membela diri, tapi ayah tetap menyalahkan ku. Jika bisa digantikan, mending aku yang pergi, Ra. Aku nggak mau disalahkan atas kematian ibu, Ra”


Bahu Novi bergetar hebat, ia memang tak akan pernah sanggup untuk menceritakan tentang keluarganya. Rumah yang selalu sepi dan ayah nya yang akan selalu menyalahkannya setiap saat.


Novi berasal dari keluarga yang berkecukupan namun ia tak pernah merasakan kasih sayang. Ibunya pergi meninggalkan mereka beberapa saat setelah melahirkan Novi. Dan semenjak Novi tumbuh menjadi anak remaja dengan wajah yang benar-benar mirip ibunya, dari situlah ayahnya selalu menyalahkan Novi atas kematian sang ibu.


“Vi, maaf” ucap Arra merasa bersalah


“Nggak, jangan minta maaf. Aku baik-baik aja” ucap Novi tersenyum tipis


“Onty..Onty” panggil Zero yang sejak tadi sedang sibuk meminum susu cokelat kesukaannya


“Ada apa, Sayang?” tanya Novi sedikit menunduk untuk menatap Zero


“Onty thenapa ngis?”


“Ah, itu Aunty nggak nangis kok”


“Tapi ail matanya kelual, itu tandanya Onty lagi ngis”


“Astaga, anak ini pintar sekali” ucap Novi terkekeh pelan sedangkan Arra hanya tersenyum tipis


Tiba-tiba ponsel Arra kembali berdering menandakan sebuah panggilan masuk


Andre


“Kau dimana? Aku sudah sampai taman”


“Astaga cerewet sekali, aku di minimarket membeli susu Zero”


Tut tut tut


“Menyebalkan” gerutu Arra kesal


“Apa ada masalah, Ra?” tanya Novi yang melihat raut wajah Arra


“Hanya saja Uncle Zero sangat cerewet”


“Apa dia sudah sampai?”


“Iya, menelpon hanya untuk bertanya kita dimana lalu memutuskan panggilan secara sepihak. Menyebalkan, bukan?”


“Untel cangat nakal” ucap Zero tiba-tiba

__ADS_1


“Hahaha..Oh ya, apa Uncle Zero tampan?”


tanya Novi bergurau


“Da, Zelo yang tampan cepelti Papi, Untel da”


“Kenapa nggak?”


“Ish Untel itu nakal, celalu membuat Zelo malah”


“Hahaha astaga anak ini” ucap Arra seraya mengelus pucuk kepala Zero


“Mami da tau ya kemalen Untel ambil mimi Zelo diam-diam”


“Uncle Andre minum susu Zero?” tanya Arra terkejut


“Hu’um, dia menculi telus padahal Papi cudah kacih duit”


Ucapan dan ekspresi Zero yang membuat Arra maupun Novi tertawa


“Hah, disini rupanya”


Tiba-tiba suara berat seseorang terdengar dari belakang Arra


“Untelllll” teriak Zero seraya berlari memeluk kaki Andre


“Loh? Apa ini? Bukannya Zero kesal dengan Uncle Andre?” tanya Arra menahan tawa


“Oh, sudah pintar bergosip ya?” ucap Andre seraya menggelitik perut Zero membuat anak kecil itu tertawa


“Tudah tudah, Zelo capek tau”


“Andre, perkenalkan ini sahabatku Novi”


“Novi”


mereka pun berjabat tangan.


“Cie cie” ucap Zero menatap mereka


“Hei, siapa yang mengajarinya?” tanya Andre seraya duduk disebelah Arra


“Dia menonton drama di ponselku”


“Drama apa?”


“Romance” ucap Arra terkekeh


“Astaga Arra”


“Aku lupa kalau aku masih menyimpan drama itu di ponselku, jadi saat Zero meminta ponselku ya kuberikan saja karena menurutku dia nggak menonton apa-apa selain yang biasanya dia tonton. Tapi ternyata dia malah menonton drama, dan parahnya tanpa subtitle” ucap Arra menjelaskan yang membuat Andre dan Novi tertawa


“Hahaha...Kapan?”


“Saat Mas Andra lembur”


“Oh, kejadian PlayStation rusak?” tanya Andre tak bisa menahan tawa mengingat kejadian beberapa hari yang lalu


“Novi, bergabunglah dan jangan hanya diam” ucap Arra yang melihat sahabatnya hanya diam


“Aku kan nggak tau ceritanya, Ra”


“Ah, benar juga”

__ADS_1


“Onty takut cama Untel”


“Kenapa takut?” tanya Andre mengerutkan kening


“Eh? Nggak” jawab Novi cepat


“Kalena Untel olang jahat”


“Astaga”


*****


Hari-hari Arra jalani dengan terbiasa akan kehadiran Andra dan Zero dalam hidupnya bahkan sepertinya Arra sudah siap menjadi istri dan ibu yang baik. Sebenarnya Arra masih belum percaya diri menjalin hubungan dengan Andra, namun ia akan selalu mempercayai takdir dan menjalani semuanya. Sudah berbulan-bulan lamanya ia terbiasa dengan hadirnya Andra dan juga Zero, sejak saat itu juga ia tak pernah mendengar lagi kabar ibu kandung Zero yang sejak awal ia takuti jika bertemu dengannya.


Sudah sejak beberapa hari yang lalu, sikap Andra tiba-tiba berubah terhadapnya, Andra selalu susah untuk dihubungi, bahkan untuk sekedar membaca pesan Arra pun sepertinya enggan, terlebih saat Zero yang beberapa hari ini juga tak ada menghubungi atau mendatangi panti asuhan, membuat Arra bertanya-tanya apa ia mempunyai salah hingga mereka terlihat seperti menghindar darinya


“Ah, mungkin saja Mas Andra sangat sibuk jadi nggak ada waktu untuk mengantarkan Zero kemari” gumam Arra pelan


Saat ini ia sedang berada di kamarnya untuk mengistirahatkan tubuh dan otaknya yang setiap malam susah tidur karena memikirkan perubahan calon suami dan anaknya tersebut


“Apa kesalahanku sangat susah untuk dimaafkan? Tapi, aku bahkan nggak tau apa kesalahanku”


Lagi-lagi ia hanya berbicara kepada dirinya sendiri


“Apa aku kerumah Mas Andra aja ya?”


Tiba-tiba usulan itu terlintas di kepalanya sehingga ia mulai bersiap-siap untuk mengunjungi rumah Andra.


Setelah mendapatkan izin dari Ibu panti, akhirnya Arra pergi ke luar untuk menunggu taksi yang ia pesan. Beberapa saat kemudian, taksi pun datang dan mulai menyusuri jalan raya untuk membawanya ke alamat rumah Andra


Di perjalanan, Arra terlihat sangat gelisah karena takut akan apa yang akan ia hadapi nantinya. Entah kenapa perasaannya tiba-tiba tidak enak sehingga beberapa kali ia merasakan nafasnya begitu sesak dan tangannya tiba-tiba gemetaran. Hal itu dilihat oleh supir taksi yang sejak tadi memperhatikannya dengan raut wajah khawatir


“Apa Nona baik-baik saja?” tanya sang supir taksi dengan sopan


“Ah, saya baik-baik saja, Pak. Maaf jika saya merepotkan Bapak” ucap Arra yang berusaha untuk menutupi perasaannya


“Jika Nona sedang sakit, saya bisa mengantarkan Nona ke rumah sakit atau klinik terdekat. Wajah Nona sudah terlihat sangat pucat”


Lagi. Sang supir taksi berbicara dengan raut wajah khawatir


“Tidak, Pak. Tolong segera antarkan saya ke alamat yang tadi saja. Terima kasih atas kekhawatiran Bapak”


Tak lama, taksi pun berhenti tepat di dengan rumah Andra yang membuat Arra semakin gemetaran


“Terima kasih, Pak” ucap Arra saat sudah keluar dari taksi


“Kalau begitu, saya permisi, Nona”


Taksi tersebut pun semakin lama semakin menghilang dari tatapan Arra.


Arra berjalan untuk menekan bel rumah yang ada di pagar, pagar yang sedikit terbuka membuat Arra mengintip dan melihat ada mobil yang sangat asing menurutnya


Apa Mas Andra sedang ada tamu?-Arra


Saat baru saja ia hendak menekan bel kembali, tiba-tiba Andra keluar dengan seorang wanita yang tak pernah Arra lihat sebelumnya dari dalam rumah


Deg


Andra memeluknya.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2