Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Andra Korupsi


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


"Hah?!"


Baik Leo maupun Andra, keduanya benar-benar melongo tidak percaya mendengar ucapan panjang lebar yang Arra lontarkan.


Astaga, bagaimana bisa Arra sampai berpikir sejauh itu? Apa hormon kehamilan memang seperti itu?


"Ra.. kau berpikir terlalu jauh" ucap Leo pelan.


Arra yang saat itu sedang membayangkan bagaimana nasib ibu sapi yang sudah berada di perut Leo pun mulai mengeluarkan air mata hingga membuat sang asisten benar-benar panik karenanya.


"Hei, jangan menangis. Astaga Pak Andra, ini bagaimana?"


Andra segera mengambil alih ponselnya. "Sayang, hei jangan memikirkan hal yang jauh seperti itu."


"T-tapi, anak sapinya kasihan pasti menunggu ibunya pulang.."


Sial, bagaimana bisa istriku sangat menggemaskan seperti ini?-Andra.


Andra benar-benar ingin menyusul istrinya dan menggigit pipinya karena sangat gemas sekarang. Ah, Arra selalu bisa membuatnya jatuh cinta setiap hari.


Setelah memberikan pengertian, akhirnya Andra pun bisa bernafas lega terlebih ketika mendengar sang anak mengajak Arra untuk pergi berbelanja kebutuhan si adik sehingga membuat Arra lupa bahwa dirinya sempat menangisi ibu sapi yang ada di perut Leo.


"What happened to your wife?" tanya klien tersebut saat Andra baru saja memutuskan panggilan.


Andra tertawa canggung seraya menggaruk tengkuknya. "My wife cried out of pity for this beef. She is pregnant now and it seems it is due to pregnancy hormones."


Klien Andra pun tertawa mendengarnya. "Your wife is so cute. Pregnant women are like that and my wife is very bad again. He wouldn't let me sleep in the room for the first three months."


Glek


Andra menelan ludah kasar mendengar ucapan kliennya. Diam-diam dalam hati ia berdoa supaya istrinya tidak menjadi seperti itu. Jangankan tiga bulan, seharian saja ia akan stress jika tidak tidur bersama istrinya.


Kasihan sekali nasibnya.-Andra.


*****


Saat ini Arra dan Zero sedang masuk ke dalam sebuah toko perlengkapan bayi yang sangat besar. Keduanya berjalan-jalan seraya sesekali berhenti melihat perlengkapan bayi yang sangat lucu.


"Mami, kalena kita da tau adik nna cuka tobot atau balbie, jadi kita mau beli apa?" tanya Zero seraya mendongak menatap Arra.

__ADS_1


Arra terkekeh pelan mendengar ucapan sang anak. "Kita lihat-lihat dulu ya, kalau ada yang Zero suka boleh kita ambil, okay?" ucap Arra yang membuat Zero mengangguk.


Mereka pun berjalan-jalan seraya beberapa kali berhenti untuk melihat-lihat keperluan bayi yang lucu hingga Zero melihat tempat box bayi dan membawa Arra kesana.


"Halo, selamat sore, apa ada yang bisa dibantu Kak?" ucap seorang karyawan pria yang menjaga tempat box bayi tersebut.


Arra tersenyum tipis. "Ingin melihat-lihat saja dulu" ucapnya.


"Mami, iyat ini lucu kan?" ucap Zero seraya menunjuk sebuah box bayi yang sangat lucu.


Ah, anaknya benar-benar tau mana yang lucu bahkan hanya dengan sekali lihat saja Arra langsung tertarik.


"Pilihan yang sangat tepat, Kak. Ini termasuk salah tau box bayi yang limited edition dengan begitu banyak mainan didalamnya, dilengkapi dengan kelambu yang sangat memudahkan bayi untuk tetap terjaga dan aman. Dindingnya juga dapat dilepas dengan mudah."


Karyawan pria tersebut langsung menjelaskan box yang dipilih oleh Zero.


Tiba-tiba ponsel Arra berbunyi menandakan sebuah panggilan video masuk dari sang suami.


"Sayang, toko perlengkapan bayi di lantai berapa?" tanya Andra saat panggilan sedang berlangsung.


Arra mengerutkan keningnya heran. "Mas, itu benar mall yang Arra kunjungi? Siapa tau Mas Andra tersesat.."


"Tidak, Sayangku. Mas sudah bertanya dengan orang rumah" ucap Andra terkekeh pelan.


"Oh, di lantai tiga, Mas."


Setelah mengatakan hal itu, Andra segera memutuskan panggilan.


"Om, thenapa cenyum-cenyum? Papi manja kan ya" ucap Zero kepada karyawan tersebut karena terlihat sedang tersenyum mendengar Arra yang sedang sibuk bertelepon dengan sang suami.


"Eh—maaf, Kak" ucap karyawan tersebut seraya menunduk karena ketahuan sedang menguping pembicaraan suami istri tersebut.


Arra hanya tertawa canggung menanggapinya, padahal dalam hatinya ia malu karena Andra sempat mengucapkan kata i love you padanya.


"Mami.. Mami.. kita jadi beli ini?" tanya Zero mengalihkan pembicaraan.


Arra terkekeh pelan ketika melihat Zero yang sangat bersemangat. "Apa ada warna lain, Kak?" tanya Arra sopan.


"Sayang sekali untuk model yang ini hanya tersedia satu warna, Kak."


"Baiklah ini saja. Tolong dibantu ya, Kak" ucap Arra yang membuat Zero senang.


Mereka pun kembali melanjutkan acara jalan-jalan ke arah bagian tempat peralatan makan si kecil. Saat sedang sibuk melihat-lihat, Arra terkejut merasakan bahwa ada lengan yang tiba-tiba memeluknya dari belakang.


"Mas?!"


Cup.

__ADS_1


"Kenapa terkejut sih?"


Arra mendengus kesal. "Ya siapa yang nggak terkejut?! Mas Andra seperti hantu nggak ada suaranya tiba-tiba ada disini" ucap Arra yang membuat suaminya tertawa.


"Maaf, Cantik. Sudah membeli sesuatu?"


Zero mengangkat tangan seolah-olah ingin menjelaskan kepada Andra membuat pria itu langsung menggendong anak lelakinya.


"Zelo balu caja membeli tempat tidul adik" ucap Zero bersemangat.


"Wow benarkah? Hebat sekali anak Papi. Setelah ini ingin membeli apa?" tanya Andra yang membuat Zero kembali melihat-lihat sekitar hingga tatapannya tertuju pada kereta bayi.


"Papi ayo kecana, ada keleta adik."


"Sayang, mau melihat kereta dulu?" tanya Andra yang membuat Arra mengangguk pelan.


"Hei, kenapa jadi kalian yang bersemangat?" tanya Arra tertawa ketika melihat Andra yang berjalan sedikit cepat didepannya.


Andra terkekeh pelan. "Itu tandanya kita nggak sabar melihat adik."


*****


Setelah memilih beberapa barang seperti kereta bayi, tempat tidur yang bisa dibawa kemana-mana, peralatan makan, beberapa mainan edukasi, dan buku cerita tambahan, akhirnya Andra sekeluarga pun keluar dari toko perlengkapan tersebut.


"Mas, kapan mereka mengambilnya?" tanya Arra pelan ketika Andra mengatakan bahwa pengawalnya akan mengambil belanjaan mereka.


Andra tertawa melihat wajah sang istri yang sedikit panik. "Tenang, Sayang. Nggak ada yang berani mengambil barang kita. Mereka akan sampai sebentar lag—ah itu mereka" ucap Andra seraya menunjuk beberapa orang dengan baju pengawal yang berjalan ke arah mereka.


Arra menatap mereka cukup lama, dilihatnya satu persatu orang-orang yang katanya pengawal Andra tersebut. Ah, ia tidak pernah melihat mereka sebelumnya. Ada berapa banyak orang yang bekerja pada suaminya ini?


"Selamat sore, Tuan" ucap mereka menunduk sopan.


Andra hanya menanggapi dengan anggukan kecil. "Tolong bawa barang-barang belanjaan istri saya" ucapnya yang membuat para pengawal segera beranjak.


"Mas?"


"Kenapa, Sayang?"


"Mas Andra nggak korupsi, kan..?"


"Hah?!"


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2