Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Zero Lagi


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yađŸ„°đŸ˜...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading GuysđŸ„°đŸ˜˜!!!!


*****


Setelah selesai dengan drama botol air dan acara maaf-maaf an, akhirnya Zero dan Andra kembali berbaikan dan bersama-sama akan makan malam dengan anak-anak panti lainnya di halaman depan karena mereka mengadakan pesta kecil-kecilan setiap bulan untuk merayakan ulang tahun anak-anak pada bulan tersebut


“Andai aku tau, maka aku akan meminta Leo membawakan bahan-bahan masak” ucap Andra yang benar-benar tidak tau bahwa mereka akan mengadakan pesta kecil-kecilan malam itu.


Arra yang mendengarnya hanya tersenyum tipis. “Itulah alasan kenapa Arra nggak memberitahukan Mas, karena Mas akan membuat Kak Leo repot nantinya” ucap Arra terkekeh pelan


“Sayang, itu kan memang tugasnya Leo” ucap Andra yang membenarkan bahwa semua yang ia perintahkan kepada Leo memang wajar mengingat Leo adalah asisten pribadi nya


Zero yang mendengar kedua orang tuanya berbicara pun ikut menanggapi. “Kacian Untel Leo kalena halus kecana kecini mendengal pelintah Papi”


“Bukannya Uncle Leo memang bekerja untuk Papi?” tanya Andra tak mau kalah


Arra yang sudah mengetahui apa yang akan terjadi tidak mau terlalu menanggapi mereka dan fokus untuk membakar sosis dan daging saja.


“Apa halus membuat Untel Leo bekelja di lual jam kelja?” tanya Zero heran


Sebenarnya, tak jarang Zero selalu mengomentari apapun yang Andra perintahkan terhadap Leo terlebih jika hal itu menurut Zero kurang pas karena memberi perintah di luar jam kerja. Untunglah Zero termasuk anak yang selalu blak-blakan dan akan mengajak berdebat jika menurutnya itu tidak baik karena Arra selalu mengajarinya jika ia merasa pendapatnya benar maka ia harus selalu mengutarakan pendapatnya itu.


Sepertinya, peran Arra sungguh sangat penting dalam tumbuh kembang Zero sekarang.


“Papi kan meminta tolong kepada Uncle Leo”


“Da, Papi da pelnah bilang kalau Papi minta tolong”


“Astaga, baiklah. Papi mengaku kalah”


“No. Zelo da minta Papi mengaku kalah kalena Zelo mau nanti Papi halus mengucapkan kata minta tolong kepada Untel Leo”


Arra yang mendengarnya langsung menoleh dan menatap Zero dengan bangga. “Hei, anak siapa ini? Kenapa sangat pintar?” tanya Arra seraya tangannya terulur ingin memeluk Zero

__ADS_1


Karena melihat Mami nya ingin berpelukan, Zero pun langsung berlari memeluk Arra dengan sangat erat membuat Andra hanya mendengus kesal


“Kata Mami jannan lupa kata minta maaf, minta tolong, dan telima acih. Dan Zero cedang mengajalkan Papi untuk da lupa mengucapkan kata minta tolong kepada Untel Leo”


Arra tersenyum bangga mendengar apa yang diucapkan oleh Zero karena menurutnya Zero benar-benar bocah yang sangat pintar dan selalu mendengar apa yang diucapkan oleh orang tua jika mereka sedang mengajar Zero.


“Karena anak Mami sangat pintar maka Mami berikan sosis bakar sebagai hadiahnya”


Hanya dengan hal itu membuat Zero senang bukan main sehingga ia loncat-loncat kegirangan dan memeluk kaki Arra yang sedang memindahkan sosis ke piringnya


“Untuk Papi mana?” celetuk Andra tiba-tiba


Zero yang melihat Papi nya mendekat pun langsung melarang Andra untuk mengambil sosisnya. “Papi halus jadi anak pintal agal dibelikan daging panjang oleh Mami”


“Astaga, anak ini”


*****


Beberapa hari kemudian, malam ini tiba-tiba Zero menangis keras hanya untuk bertemu dengan Arra padahal dirinya sudah tidur sejak pukul 21.00 WIB tadi namun sekarang bahkan sudah pukul 23.47 WIB, ia tiba-tiba menangis dan menginginkan Arra untuk menidurkannya.


Sebenarnya, sudah beberapa kali Andra melakukan segala hal dari menjanjikan besok akan bertemu Arra hingga menjanjikan akan membawa Arra untuk tinggal bersama beberapa saat lagi. Namun, semuanya tidak ada yang berhasil dan entah kenapa Zero semakin rewel padahal badannya tidak panas.


Tak ada cara lain selain mau tak mau menghubungi Arra yang tentu saja sudah tertidur sekarang. Andra sebenarnya tidak tega membangunkan sang calon istri namun ia juga tidak tega mendengar Zero yang sejak tadi menangis bahkan sudah batuk-batuk akibat tangisannya.


“Halo?” gumam Arra yang membuat Andra semakin bersalah menelponnya tengah malam seperti ini


Andra menghela nafas pelan lalu mulai membuka suara. “Sayang, maaf Mas mengganggu mu”


“Ada apa, Mas? Apa Zero sedang rewel?” tanya Arra to the point karena ia tau jika Andra sudah menelponnya tengah malam hanya ada satu alasan yaitu karena Zero mencarinya


“Zero terbangun dan menangis sejak tadi mencari mu”


“Boleh Arra mencoba mengobrol dengannya?”


Dengan cepat Andra memberikan ponselnya kepada Zero yang masih menangis. “Mami ingin berbicara denganmu” ucap Andra setelah mengaktifkan speaker panggilan tersebut


Zero hanya diam tanpa ingin mengambil ponsel itu namun perlahan tangisnya mulai reda.

__ADS_1


“Anak Mami kenapa, Sayang?”. Hening.


“Apa Zero rindu Mami?”. Hanya anggukan yang Zero berikan yang tentu tidak bisa dilihat oleh Arra


“Bagaimana ini? Apa Zero sudah nggak mau bicara dengan Mami?” tanya Arra dengan suara sendu yang sengaja ia buat agar Zero ingin menjawab semua pertanyaannya


“Zelo mau bobo belcama Mami..”. Terdengar suara pelan Zero yang membuat Arra di seberang sana tersenyum tipis sedangkan Andra hanya diam dengan masih memegang ponselnya


“Yasudah, minta tolong Papi untuk jemput Mami dirumah, ya?”


Seketika, bola mata Zero membulat bahkan Andra pun terkejut karena mendengar Arra ingin menemani Zero padahal hari sudah tengah malam seperti ini


“Sayang, ini serius?”


“Mas, minta tolong jemput Arra sekarang ya. Bawa Zero juga sekalian”


“Mami celiyus bobo belcama Zelo?” tanya Zero yang juga tidak percaya jika Arra dengan mudahnya menyetujui keinginannya


“Mami tunggu dirumah ya. Janji dulu kalau Zero nggak nangis lagi”


“Hu’um Zelo janji, Mami”


“Anak pintar. Yasudah Mami siap-siap dulu ya, Sayang?”


“Mami, telima acih..”


“Hadiahnya nanti peluk Mami ya?”


“Hu’um”


Begitulah malam itu terlewatkan dengan Arra yang akhirnya tidur bersama Zero dirumah Andra.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2