Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Perkara Typo


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Pagi ini suasana rumah utama terlihat sangat damai dan tentram karena sepertinya orang-orang yang berada di dalam rumah utama sedang baik-baik saja.


Memang setelah kejadian Gladis dan penjelasan Andra, hubungannya dengan sang istri semakin baik bahkan keduanya sudah berbaikan sekarang. Ah, syukurlah Andra tidak harus tidur sendiri malam itu.


"Mami, Untel Andle nakal" teriak Zero dari lantai bawah yang membuat Arra yang saat itu sedang menyiapkan pakaian kantor untuk sang suami pun terkejut.


"Sayang, nanti Mas aja yang ke bawah" ucap Andra yang saat itu baru saja keluar dari kamar mandi.


Cup.


Setelah mencium singkat bibir istrinya, Andra segera melangkah mendekati pintu kamar namun tiba-tiba teriakan Arra menghentikan langkanya.


"Mas Andra mau pamer otot pagi-pagi?!"


Sial, Andra lupa bahwa dirinya hanya memakai handuk setengah badan.


Andra membalikkan badannya dan tertawa canggung menatap sang istri yang juga menatapnya dengan wajah kesal.


"I am sorry, Mami.." ucap Andra pelan lalu berlari kecil menghampiri istrinya dan memeluknya.


"Bilang aja kalau mau pamer otot. Memang ya lelaki itu nggak cukup sama satu wanita. Maunya tebar pesona kesana kemari padahal udah tau istrinya hamil besar. Buat apa coba pamer-pamer gitu? Mau dipuji? Mau jadi idaman semua orang? Ma—." Arra yang sudah terlanjur kesal pun langsung memarahi sang suami, namun ucapannya bahkan belum selesai karena Andra langsung membungkam mulutnya dengan ciuman.


"I always like it" ucap Andra tersenyum tipis seraya mengelus bekas ciumannya.


Arra kembali menatap suami dengan wajah kesal. "Suka-suka tapi setiap Arra mengomel pasti Mas langsung modus cium-cium."


"Karena istri Mas sangat lucu jadi Mas nggak tahan mau cium terus."


Cup.


Cup.


Cup.


"MAS ANDRA?!"


"Why, babe?"


Arra bergidik ngeri. Ia tidak terbiasa jika Andra selalu memanggilnya babe atau baby. Hal itu sangat terlihat seperti Andra seorang Om Pedo.

__ADS_1


"Pakai jubah handuk dulu terus coba periksa Zero."


Cup.


Setelah kembali mencium sang istri, Andra berlari ke kamar mandi untuk memakai jubah mandi lalu turun ke lantai bawah untuk memeriksa anaknya.


"Lihat, singa sedang berjalan" bisik Andre kepada Zero yang membuat bocah itu tertawa seketika.


"Loh? Ada apa? Tadi mengadu ke Mami kalau Uncle Andre nakal, terus kenapa sekarang jadi ketawa?"


"Oh iya Zelo lupa. Untel cana-cana, jannan dekat-dekat Zelo." Seolah sadar bahwa dirinya sedang memusuhi Andre, Zero segera mendorong Andre agar menjauh darinya.


"Papi, maca kata nna Untel Andle mau pelgi jauh" ucap Zero mengadu kepada Andra.


"Uncle bicara seperti itu?"


Zero mengangguk pelan. "Untel nakal ya? Kalau pelgi jauh nanti teman nna ciapa? Telus nanti da dapat duit dali Papi uga. Telus da bica iyat Zelo cekolah cama Mami. Telus da bica iyat Untel Leo beltemu Onty nna." Mulut kecil Zero mengoceh banyak yang membuat Andra dan Andre terkekeh pelan melihatnya.


"Zero tau Uncle Andre mau kemana?" tanya Andra sekali lagi yang membuat Zero mengangguk mantap.


"Negeli Konoha."


*****


Andra benar-benar tidak habis pikir dengan isi otak adiknya tersebut. Entah berapa banyak ide konyol dan random yang selalu mengisi pikirannya.


Bagaimana kejadian itu bisa terlewati? Andra tidak akan pernah bisa memarahi istri kecilnya yang tidak sengaja memakan ikan mahal tersebut. Dan Arra pun tidak bisa memarahi Andre karena mengajari Zero hal aneh. Arra hanya menegur keduanya hingga akhirnya mereka patungan untuk mengganti ikan koi milik Andra tersebut.


"Sayang, pantas aja Arra bilang jangan sampai mereka sama-sama" ucap Andra seraya menghela nafas berat.


Arra terkekeh pelan. "Kan Mas Andra biasanya bilang mereka itu bisa jadi hiburan kalau Mas Andra lelah dari kantor."


Andra mengangguk setuju. Sebelumnya ia tidak terlalu peduli dengan apa yang dilakukan oleh anak lelaki dan adiknya tersebut sebelum ia tau bahwa ikan miliknya dimasak menjadi ikan asam pedas manis.


Sebelumnya pun Andra selalu menyetujui apapun yang dilakukan oleh keduanya walaupun kadang sangat random sekali seperti lomba membersihkan rumah dari lantai satu hingga lantai atas, lomba melukis di atas meja makan, lomba memetik daun di taman belakang hingga habis, bahkan pernah sekali mereka lomba untuk menghitung uang tabungan Zero yang berujung Arra yang membersihkannya.


"Mas bingung dengan jalan pikiran Andre itu, padahal kan dia udah kuliah bahkan lebih tua dari Arra. Tapi anehnya masih aja kelakuan seperti anak-anak."


Arra terkekeh pelan ketika suaminya yang sedang sibuk dengan laptop masih saja menggosip dengan iparnya itu.


"Mungkin karena Andre terlalu sering menghabiskan waktu dengan Zero, Mas. Karena bermain dengan anak kecil itu sangat menyenangkan."


"Seperti Arra bermain dengan Mas?"


"Heh, kalau ngomong itu disaring dulu, Mas."


"Iya, kan? Mas kan anak kecil, bayi nya Arra."

__ADS_1


*****


Hari ini sebenarnya Andra sangat malas sekali untuk pergi ke kantor karena hari senin adalah hari terpadat baginya. Ia akan pergi kesana kemari untuk urusan bisnis dan akan kembali disaat istrinya sudah tidur.


Seperti hari ini, rasanya baru saja ia duduk bahkan tidak sampai lima menit, Leo sudah datang dengan membawa beberapa berkas yang tentu akan diperiksa olehnya.


Andra menghela nafas berat. "O, bagaimana cara agar menghilangkan hari senin?" tanya Andra dengan wajah lelahnya.


"Menahan nafas."


"Hah? Menahan nafas?" Andra tidak mengerti maksud asistennya tersebut.


Leo mengangguk. "Iya menahan nafas selama satu jam."


"****! Yang ada aku meninggal."


"Setidaknya Pak Andra tidak akan melewati hari senin lagi."


Selamat mendapat predikat mulut terpedas sedunia, Leo.


*****


Lagi, Andra baru saja kembali dari luar untuk memeriksa beberapa proyek perusahaan sekalian bertemu dengan kliennya hingga membuatnya benar-benar tidak bertenaga sekarang.


"Begitu saja lemah, biasanya dengan Arra bisa tahan dua jam."


Leo, apa kau sedang iri atau menang hanya ingin menyindir?


Andra melemparkan bantal ke arah asistennya yang kurang ajar itu. "Menikah dan kau akan merasakan kenikmatan dunia."


Tangan Andra bergerak mengambil ponsel di dalam saku jasnya dan hendak mengabari sang istri.


Little Wife


Sayang, Mas capek banget tau hari ini. Masa Mas baru aja sampai di kantor udah dikasih berkas sama Leo. Terus juga ya Mas baru banget balik dari luar karena harus pantau proyek dan bertemu klien. Saking sibuknya sampai Mas lupa fingering sama karyawan.-Andra


Andra menghela nafas berat setelah menceritakan hari-harinya kepada sang istri. Inilah kebiasaan barunya ketika ia sedang lelah, hanya mengetikkan beberapa kalimat dan menunggu balasan pesan dari sang istri saja membuatnya kembali bersemangat.


Bagus dong, terus gimana fingering nya udah?-Arra.


Mata Andra membulat seketika saat membaca balasan pesan dari sang istri.


"****!"


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2