
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Setelah selesai makan malam bersama, Arra mengajak Zero untuk kembali ke kamar karena akan menemani sang anak untuk belajar. Sedangkan Andra sedang berada di ruang kerja bersama Leo yang tiba-tiba datang untuk kembali membahas sesuatu yang penting, yang pasti menyangkut tentang pekerjaan.
"Mami, Zelo mau kacih iyat cecuatu" ucap Zero bersemangat lalu berlari mengambil sesuatu dari dalam laci meja belajarnya.
"Apa itu?" tanya Arra tersenyum tipis.
Tak lama kemudian, Zero mengambil sebuah kanvas kecil yang didalamnya sudah ada gambar seorang wanita yang diyakini adalah Arra.
Lukisan yang dilukis Zero memang masih belum bisa dikatakan rapi namun itu sudah lebih dari indah untuk anak kecil seusianya. Lukisan wajah seorang wanita dengan rambut panjang dan mata yang sipit juga kulit yang putih. Tak lupa juga Zero menuliskan tulisan "I Love You, Mom" pada lukisan tersebut.
Sederhana namun sukses membuat air mata Arra jatuh seketika.
"Mami, thenapa ngis?" tanya Zero panik ketika melihat Arra yang sudah menangis.
Arra tersenyum tipis. "Terima kasih ya, Sayang. Mami sangat menyukai hadiahnya" ucap Arra yang membuat Zero mengerutkan keningnya heran.
"Kata nna cuka thenapa Mami ngis?"
Arra terkekeh pelan. "Ini namanya air mata bahagia, Nak."
"Pelbedaan nna apa?" Lagi-lagi Zero mengerutkan keningnya heran karena belum mengerti.
"Mami menyukainya karena Zero memberikan hadiah yang sangat indah sehingga Mami terharu dan menangis bahagia" ucap Arra menjelaskan.
Tak lama kemudian, pintu kamar Zero terbuka dan masuklah Andra.
"Hei, apa ada yang seru?" tanya Andra saat dirinya masuk ke dalam kamar Zero.
__ADS_1
"Zelo membelikan Mami hadiah" ucap Zero bersemangat.
Andra tersenyum tipis. "Lalu? Dimana untuk Papi?" tanya Andra mengerutkan keningnya.
Zero segera berlari kembali menuju meja belajarnya dan mengambil sesuatu dari dalam laci.
Tak lama kemudian, Zero membawa kanvas yang sedikit besar dengan lukisan wajah kedua orang tua dan seorang bocah lelaki kecil yang bisa diyakini itu adalah keluarga kecil Andra.
Baik Andra maupun Arra benar-benar terkagum-kagum melihat lukisan yang memang sedikit tidak rapi namun sangat jelas terlihat bahwa yang dilukis adalah keluarga kecil dengan bocah lelaki yang ada di dalamnya.
"Wah, sangat indah. Terima kasih jagoan" ucap Andra tersenyum tipis.
Zero yang melihat kedua orang tuanya senang mendapat hadiah yang ia persiapkan akhirnya meloncat kegirangan.
"Yeye Papi Mami cuka yeye" ucap Zero dengan gemasnya.
Kelakuan Zero mengundang gelak tawa Andra dan Arra sehingga kamar tersebut dipenuhi oleh gelak tawa pasangan baru itu.
"Mami, maacih ya" ucap Zero tiba-tiba lalu memeluk Arra dengan erat.
Zero mengangkat kepalanya agar bisa menatap mata Arra. "Maacih kalena Mami cudah mau jadi Mami nna Zelo" ucap bocah itu.
Arra hanya tersenyum tipis dengan sesekali mengelus kembali pucuk kepala Zero.
"Zelo cenang cekali beltemu Mami. Mami puk puk Zelo, Mami kacih mimi cokat Zelo, Mami main belcama Zelo, Mami mau ndong Zelo.. Zelo cayang Mami.. Mami, jannan pelgi lagi ya?"
Tanpa sadar, ucapan Zero membuat air mata Arra lolos keluar membasahi wajahnya.
"Zelo da mau Mami pelgi-pelgi lagi. Kalau Mami pelgi-pelgi lagi, Zelo malah cama Papi."
Andra yang menyaksikan momen keduanya hanya bisa diam namun senyum mengembang di wajahnya.
Tak pernah sedikit pun ia merasa iri ketika melihat Zero yang lebih akrab dan lebih dekat dengan Arra dibandingkan dengan dirinya. Bahkan, ia benar-benar bersyukur karena Arra menganggap Zero seperti anak kandungnya sendiri bahkan menyayangi Zero lebih dari ia menyayangi anaknya.
"Kenapa marah ke Papi?" tanya Andra terkekeh pelan yang membuat Zero seketika menatapnya.
__ADS_1
"Kalena Papi nakal, makanya Mami pelgi-pelgi" ucap Zero yang membuat Arra tersenyum tipis.
"Mami berjanji akan selalu bersama Zero dan nggak pergi-pergi lagi" ucap Arra tersenyum tipis seraya tangannya mengelus wajah sang anak.
Zero segera mengacungkan jari kelingkingnya ke arah Arra. "Janji?"
Arra terkekeh pelan seraya menautkan jari kelingkingnya pada kelingking sang anak. "Hu'um Mami berjanji."
"Mami, thenapa ikutan hu'um uga?" tanya Zero mengerutkan keningnya heran membuat Andra dan Arra tertawa.
"Memangnya nggak boleh? Papi juga mau ikutan hu'um" ucap Andra disela-sela gelak tawanya.
"Ish Papi da boleh ikutan hu'um cepelti itu."
"Kenapa Mami boleh dan Papi nggak boleh?" tanya Andra mengerutkan keningnya heran.
"Kalena Mami cuka kacih duit buat beli ikim."
"Loh? Papi juga suka kasih duit buat Zero" ucap Andra tidak terima.
"Tapi Zelo mau pilih Mami wuu" ucap Zero seraya menjulurkan lidahnya pada Andra.
"Astaga, anak siapa dia?!"
*
*
*
Maaf ya pendek karena author lagi sakit.
*
*
__ADS_1