Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Fakta Baru


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


“Bisa ulangi sekali lagi, Son?”


“Ish Papi da dengal? Zelo belcama Untel pelgi ke cekolah untuk menjemput Mami”


Ternyata, takdir lagi-lagi tidak berpihak pada Arra.


“Sekarang Zero bersama Mami?”


“Hu’um Mami dicini”


Andre hanya diam karena ia tau setelah ini akan dimarahi oleh Andra sedangkan Arra sudah menatapnya dengan kesal sejak tadi seolah ingin memakannya hidup-hidup. Tanpa Andre dan Arra sadari bahwa Zero tiba-tiba mengalihkan panggilan suara menjadi panggilan video.


“Iyat, Zelo memang cedang belcama Mami” ucap Zero ketika panggilan video telah tersambung.


Astaga.-Arra.


**


Mati aku.-Andre.


Arra hanya tersenyum canggung ketika layar itu memperlihatkan wajah Andra yang bisa diyakini sedang berada di kantor.


“Sayang..”


“No, da ada Cayang-Cayang” gerutu Zero kemudian menarik kembali ponsel dari hadapan Arra.


“Papi ingin berbicara dengan Mami”


“Da mau”


“Bermain iPad selama seminggu?”. Tentu saja tawaran itu langsung disetujui oleh Zero karena memang baik Andra dan Arra hanya mengizinkan Zero menghabiskan waktunya dengan ponsel atau pun iPad pada hari sabtu dan minggu saja.


“Papi mau belbicala dennan Mami” ucap Zero seraya memberikan ponsel Andre untuk Arra.


Arra hanya bisa menerima ponsel itu dengan senyum yang sangat canggung.


Aku harus bagaimana?-Arra.


“Sayang, kau kemana saja? Mas selalu mencarimu”


“Maaf..”


“Kau salah pah—”


“Permisi.”


Dengan segera Arra mematikan panggilan tersebut membuat Andre yang ada disebelahnya sangat terkejut.


“Ada apa, Ra?”


“Hanya belum siap. Andre, tolong hentikan mobilnya. Aku jalan kaki saja”


“Ra, ba—”


“Tolong jangan katakan apapun padanya. Katakan saja aku kabur saat kau berhenti membeli susu Zero”


Tanpa memperdulikan Zero yang saat ini sudah kembali fokus menonton, Arra keluar dari mobil Andre dengan berlari sekuat tenaga agar Zero tidak menyadari bahwa dirinya sudah pergi.


Maafkan Mami, Nak.-Arra.

__ADS_1


*****


Andra berkali-kali menelpon Andre yang masih belum diangkat oleh sang Adik membuat dirinya benar-benar marah sekarang.


"Sayang.. tolong angkat telpon Mas" ucap Andra gusar


Tak lama ponselnya berdering menandakan sebuah panggilan masuk yang ia ketahui adalah dari sang Adik.


"Sayang?"


"Kak,--"


"Dimana Arra?"


"Arra berhasil kabur, Kak"


Deg.


"Bagaimana bisa kau teledor menjaganya?"


Terdengar, suara berat Andra yang menandakan bahwa dirinya sedang menahan emosi sekarang.


"Aku berhenti di supermarket terdekat karena Zero meminta susu cokelat dan setelah kembali Arra menghilang"


"Kau ada dimana?"


"Supermarket Biru"


Loh? Itu bukan arah ke panti asuhan Arra.-Andra.


"Memangnya kalian ingin kemana tadi? Mengapa melewati jalan yang tidak searah dengan panti asuhan?"


****, mulutku.-Andre.


"Itu, kita ingin ke danau"


Huh, untung saja danau searah dengan jalan ini.-Andre.


Andra mendengar jelas ketika anaknya tiba-tiba menangis dan mencari Arra membuatnya akhirnya sadar bahwa Arra memang kabur dan tidak mencurigai Adiknya lagi.


“Zero, sebentar. Mami sedang pulang karena ingin bekerja”. Terdengar suara Andre yang sedang mencoba memberi pengertian kepada Zero agar bocah itu berhenti menangis.


“Da, Zelo mau Mami..” teriak bocah itu semakin menjadi.


“Berikan ponsel kepada Zero”. Akhirnya Andre mendekatkan ponsel kepada Zero agar Papi nya bisa membuatnya berhenti menangis.


“Hei, ada apa? Kenapa anak Papi menangis hm?”


“Papi.. Zelo mau Mami.. hiks mau Mami..” teriak Zero yang masih menangis histeris ketika ia tak menemukan Arra didalam mobil.


“Son, Mami sedang bersekolah dan bekerja” ucap Andra memberi pengertian.


“Nooo, Papi belbohong. Untel Andle uga da cekolah dan Mami tadi cudah pulang cekolah”


“Hei, dengarkan Papi. Jika Mami nggak sekolah maka Mami nggak bisa tinggal bersama kita. Berhenti menangis, Papi akan membawa Mami”


“Papi bohong, papi pelnah belbicala begitu tapi mana? Mami da ada dan pelgi.. hiks kalena Zelo ya? Kalena Zelo nakal, Mami jadi pelgi..? Kalena Zelo da dengal, Mami da mau teman Zelo..”


Sungguh, hati siapapun akan sakit mendengar rintihan tangisan bocah itu bahkan baik Andra dan Andre tidak tau harus merespon seperti apa setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut Zero.


“Why, Son? Kenapa anak Papi menyalahkan diri?” tanya Andra setelah beberapa saat.


“Mami.. Mami pelgi kalena Zelo.. Zelo cibuk main hp nna Untel Andle dan da dengal Mami.. hiks Zelo mau Mami.. mau peluk Mami..”


Terdengar helaan nafas sebelum Andra kembali membuka suara. “Papi janji akan membawa Mami”


“Noo, telakhil kali nna Papi beljanji dan Mami tetap pelgi..”

__ADS_1


Amarah Andre benar-benar sudah memuncak ketika mendengar Zero menyalahkan dirinya seperti ini. Andai saja, andai saja Nyonya Besar tidak merencanakan hadiah sialan itu, pasti semuanya baik-baik saja dan Zero pasti akan semakin erat dengan Arra.


“Papi akan menepati janji. Zero percaya Papi, kan?”


“Hu’um”


Akhirnya, Zero sudah lumayan tenang dan Andra pun memutuskan panggilan.


Sedangkan Andre hanya diam tidak merespon apa-apa. Ia sedang bersumpah pada dirinya sendiri akan membalaskan tangisan Zero sekarang. Ia tidak akan tinggal diam untuk menanggapi hadiah sialan yang sudah menyebar kemana-mana tersebut. Sungguh, tak sudi ia jika Gladis memenangkan semuanya.


Andre segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata dan tangan yang sudah mengepal setir dengan erat hingga memperlihatkan kuku-kukunya yang memutih.


“Untel, thenapa car nna cepat cekali?”


****. Andre melupakan keponakannya. Ia baru sadar jika didalam mobil tidak hanya ada dirinya. Dengan segera Andre mengurangi kecepatan lalu tersenyum canggung.


“Maaf”


“Apa Untel cedang bulu-bulu?” tanya Zero yang membuat Andre tersenyum tipis lalu menggeleng pelan.


Tak lama mobil pun sudah sampai tepat dihalaman rumah Ketua, dan Andre benar-benar memarkirkan mobil didepan pintu utama membuat seorang satpam segera membukakan pintu untuknya ketika melihat mobil anak kedua pemilik DGroup atau Dirgantara Group baru saja tiba.


“Terima kasih, Pak” ucap Andre pada satpam tersebut yang mendapat anggukan darinya.


Dengan segera Andre membawa Zero untuk masuk ke dalam rumah. Baru saja ia membuka pintu utama, ternyata Nyonya Besar sedang melakukan perawatan kuku dirumah membuat Andre tersenyum sinis melihatnya.


“Andre?” panggil Nyonya Besar ketika melihat anaknya masuk dengan membawa cucunya.


Andre segera berjalan mendekat. “Berhentilah sekarang.”


“Apa yang kau maksudkan?”


“Semua berita sialan itu. Sejak kapan Kak Andra menyetujui untuk menikahi Gladis?!”


Plak


Tamparan itu mengenai pipi kanan Andre membuatnya kembali tersenyum sinis seolah mengejek.


“Bersikaplah sopan, Gladis akan menjadi Kakak ipar mu”


“Sejak kapan? Aku bertanya sejak kapan Kak Andra setuju dengan rencana sialan itu?!”


“Andre!!”


“Noooo” teriak Zero yang sudah berada didepan Andre ketika ia melihat Nyonya Besar hendak menamparnya kembali.


“Ada apa ini?”. Terdengar suara berat dan langkah kaki mendekat membuat semua orang tau bahwa itu adalah Ketua.


“Mami belkata jannan pelnah gunakan kekelacan ketika cedang malah” ucap Zero yang membuat Nyonya Besar terdiam.


“Mami? Mami siapa? Andre, jelaskan.”


“Tidak, terima kasih.”


Andre segera membawa Zero untuk keluar rumah namun langkahnya terhenti ketika melihat Andra yang ternyata baru saja tiba.


“Papi, Nenek jahat itu pukul Untel” ucap Zero mengadu ketika melihat Papi nya.


“Alasan apa lagi sekarang? Apa anda tidak malu memukul anak kandung anda sendiri? Jika hanya dengan pukulan dan tamparan membuat anda puas, pukul saja saya jangan Adik saya. Sekali lagi saya melihat anda membuat Adik saya menderita, saya tidak akan tinggal diam.”


“Andra!! Dimana sopan santun mu dengan Ibu mu sendiri?” ucap Ketua dengan emosi yang memuncak.


Andra terkekeh pelan. “Ibu? Saya tidak pernah sekalipun menganggapnya sebagai Ibu bahkan setelah ia menduduki posisi Ibu saya. Saya hanya menghargainya karena ia adalah istri Ketua.”


Satu fakta yang terkuak bahwa ternyata Andra dan Andre adalah saudara kandung satu Ayah.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2