
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yaš„°š...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guysš„°š!!!!
*****
āDia adik sepupu, Masā
āApa?!ā
āIya, adik sepupu Mas yang Arra lihat waktu ituā
Arra diam tanpa tau harus mengatakan apa karena ucapan Andra sungguh membuatnya sangat terkejut
āMas jelaskan dari awal ya?ā ucap Andra seraya menggenggam tangan Arra dengan lembut
Arra hanya bisa menatap tangan yang telah digenggam oleh sang kekasih
Flashback On
Hari itu, hari dimana Andra sudah menerima jawaban atas segala keraguannya. Keputusan yang sangat besar sudah ia pilih yang membuat Leo harus bekerja sangat keras untuknya
Berkali-kali sudah ditanyakan namun keputusan Andra tetap bulat dengan akan secepatnya menikahi Arra dan tinggal bersama sang kekasih.
āPak Andra yakin Arra akan menerimanya?ā tanya Leo yang setengah ragu karena menurutnya ini sungguh terlalu cepat
āApa yang salah?ā
Leo menghela nafas berat setelah mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Andra seolah dirinya lupa bahwa ia dan Arra hanya beberapa bulan bertemu
āBapak lupa jika Pak Andra dan Arra belum lama bertemu? Apa dengan beberapa bulan cukup untuk mengenal lebih lama? Bapak kan sudah pernah menikah dan pasti mengerti bahwa pernikahan itu serius tidak main mainā
āWowā Andra bertepuk tangan mendengar penjelasan lebar dari Leo yang membuat asistennya menatapnya kesal
Seketika Andra tertawa. āAku bahkan tidak menyadari bahwa pemikiran mu tentang pernikahan juga luas. Menikahlah, Oā
āSial.ā
Flashback Off.
*****
Setelah hari dimana Andra memantapkan hatinya, ia mulai sibuk untuk menyiapkan semua kejutan yang akan ia berikan kepada Arra, ya walaupun tidak lepas dari bantuan Leo, si asisten andalan.
āApa harus seperti ini?ā tanya Andra yang terlihat ragu
Wanita itu, mendekatkan dirinya dihadapan Andra lalu
__ADS_1
Pletakkk
Sentilan cukup keras mendarat di kening Andra
āApa Kak Andra meragukan ku?ā tanya Elle menghela nafas kasar
Andra yang saat itu hendak marah harus menahan diri karena ini pertemuan pertama dengan sang adik sepupu yang sudah lama tidak ia temui. āBukan begitu, tapi bagaimana jika Arra sakit hati?ā
āYa karena itu kita melakukan ini. Huh, sejak kapan Kak Andra semakin bodoh?ā gerutu Elle karena kesal dengan sang Kakak
Leo yang mendengar itu semua hanya menghela nafas karena ia sudah hafal jika Andra dan Elle bertemu maka akan terjadi perang.
āKak Andra, kita melakukan ini untuk melihat bagaimana respon Arra terhadap Kak Andra, lalu setelah itu kita jelaskan agar semuanya beresā
āEnak sekali bicaramu, Elle. Yang membereskan semuanya kembali lagi akuā ucap Leo tiba-tiba
āMakanya menikah, umur sudah tua masih jombloā jawab Elle yang membuat Andra seketika tertawa keras.
Ruangan tersebut dipenuhi dengan gelak tawa Andra yang tak kuasa menahan tawa saat melihat Leo diejek oleh sang adik sendiri
āMaka aku semakin melihat kemiripan keluarga iniā gumam Leo pelan.
*****
Beberapa hari kemudian, setelah semuanya selesai dijelaskan dan tidak ada lagi kesalahpahaman antara Andra dan Arra, hari ini mereka memutuskan untuk makan siang bersama di restoran seberang Dirgantara Group tempat dimana Arra pernah bekerja.
āAku merindukan bekerja disiniā ucap Arra tersenyum tipis saat memasuki restoran tersebut
Ingatan Arra langsung kembali pada beberapa bulan yang lalu dimana ia pertama kali memasuki restoran ini untuk melamar pekerjaan dan berakhir dengan tumpahan susu cokelat di kepala Zero. Memikirkan itu, Arra kembali merasa bersalah dan menyalahkan dirinya karena sedikit terlambat menemui Zero yang pasti sangat ketakutan.
Ada helaan nafas berat yang terdengar saat Arra kembali menatap tempat dimana dirinya dan Gladis beradu mulut. āKasihan sekali, Zeroā
Karyawan restoran yang pernah diperintahkan untuk membeli pakaian Zero saat itu pun langsung melihat Arra dan berjalan mendekat. āRa, ada apa kemari? Kenapa sendirian saja?ā tanya Sisca
Setelah kejadian itu, Arra dan Sisca menjadi semakin akrab terlebih jika Zero sering meminta untuk makan di restoran tersebut membuat Sisca sedikit mengetahui bahwa Arra adalah calon Ibu sambung Zero atau lebih singkatnya bahwa Arra adalah calon istri dari pemilik restoran tempatnya bekerja.
Belum sempat Arra menjawab, tiba-tiba terdengar langkah kaki yang berjalan mendekati mejanya. āMamiā ucap Zero yang langsung memeluk kaki Arra
āHalo ganteng, sapa dulu Aunty Siscaā ucap Arra tersenyum tipis
Zero pun langsung melepaskan pelukan dan menatap Sisca. āAlo Onty Ikaā
āHahaha halo anak tampan, dengan siapa Zero kemari?ā
āBelcama Papi dan Onty Elleā ucap Zero bersemangat
Karena melihat Sisca yang sedikit tidak mengerti dengan ucapan Zero, akhirnya Arra membuka suara. āAunty Elle, adik sepupu dari Mas Andraā
āAku kira dia menamai Pak Leo dengan nama Elleā. Terdengar gelak tawa Sisca yang masih kagum dengan bocah berumur 3 tahun itu karena hampir setiap hari mengubah nama Leo, asisten pribadi Papi nya.
__ADS_1
Arra yang mendengarnya pun ikut tertawa terlebih mengingat kembali nama terakhir yang Zero katakan saat mengubah nama Leo. āApa kau ingat nama terakhirnya?ā
āTuan Shoebill?ā
āHahahahaha..ā
Zero pun ikut tertawa setelah mendengar kata Tuan Shoebill dimana ia ingat bahwa dirinya lah yang menamai Leo seperti itu. āUntel cepelti coebill, dan benal-benal milipā
āAstaga, anak iniā ucap Andra yang sudah tiba dimeja
āHai Arraā. Elle pun menyapa Arra karena setelah rencana yang ia buat berhasil, mereka pun belum bertemu secara langsung
Arra sempat terdiam beberapa detik karena mengagumi kecantikan Elle yang sangat luar biasa
Apa ia menyadari bahwa dirinya sangat cantik?-Arra
āHalo, Elle ya?ā ucap Arra sopan
Elle pun tersenyum tipis dan menjulurkan tangannya. āSenang bertemu dengan calon ipar kuā
āHei, jangan seperti ituā. Arra langsung malu mendengar ucapan yang keluar dari mulut Elle
āSebelum melanjutkan, kita pesan dulu, kasihan Sisca berdiri sejak lama disiniā ucap Andra memotong pembicaraan
āAstaga, aku lupa. Maafkan aku, Sisā
āHei, tidak masalahā
Setelah memesan beberapa menu, mereka pun duduk diam seraya menunggu pesanan datang
āElle, kau lihat tadi? Kakak ipar mu sangat mudah mengucapkan maaf kepada orang lainā ucap Andra tiba-tiba
Elle yang mendengarnya langsung mendengus kesal. āApa Bapak Andra sedang menyindir diri sendiri?ā ketusnya
āHei, Kak Andra sedang menyindir muā gerutu Andra menatap Elle dengan kesal
āLoh? Bukannya Kak Andra yang selalu menghindar dari kata minta maaf?ā
āBerkaca lahā
āTerakhir kali aku berkaca, wajahku nggak berubah hanya bertambah cantikā
āAstaga, bocah iniā. Andra hanya bisa mengelus dada melihat kelakukan Elle yang tidak bisa dilawan sedangkan Arra dan Zero hanya tertawa mendengar keduanya berdebat hingga pesanan pun sudah sampai di atas meja.
*
*
*
__ADS_1