Cewek ABG & Duda Keren

Cewek ABG & Duda Keren
Waktu Berdua


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Pagi ini Arra bangun dari tidurnya, ia segera menatap wajah pria yang masih tertidur dengan nyenyak itu. Dengan segera, Arra membangunkan Andra karena harusnya pagi ini mereka menuju ke rumah Ketua.


"Mas? Ayo bangun nanti kita telat loh" ucap Arra untuk kesekian kalinya.


Bukan Andra namanya kalau tidak bermanja-manja dulu dengan sang istri. Bukannya membuka mata, Andra malah menarik Arra dan memeluk istrinya dengan sangat erat.


"Mas, hari ini kan ulang tahun Ayah. Ayo bangun cepat mandi" ucap Arra yang membuat Andra terkekeh pelan.


Pria itu tidak akan pernah bosan mendengar ocehan Arra di pagi hari. Buktikan saja dengan Arra mengoceh selama berjam-jam, Andra tidak akan pernah bosan bahkan pria itu pasti akan menikmati momen dimana wajah istrinya yang benar-benar menggemaskan.


"Mas?! Kok senyum-senyum sih?! Ayo mandi."


"Mas ngantuk" gumam Andra pelan.


"Heh, Ayah hari ini ulang tahun."


"Biarkan aja, kan udah tua."


Plak.


"Ngomong sekali lagi."


"Maaf, Sayang."


*****


Dua jam kemudian, akhirnya keluarga Andra sudah berada di rumah Ketua dimana semua keluarga sedang berkumpul karena malam nanti akan diadakan pesta ulang tahun Ketua.


"Hei, bawa Zira kemari. Ayah ingin menggendong nya" ucap Ketua kepada Andra yang sedang mendorong kereta sang anak.


Andra pun berjalan mendekati Ketua yang duduk di ruang keluarga. "Kenapa Ayah tiup lilin? Sudah tua juga."


Plak


"Dasar anak tidak sopan. Berani sekali menyebut Ayah sendiri tua" ucap Ketua setelah memukul punggung Andra dengan cukup kasar.


Zero yang melihat Papi nya sedang dipukul pun tertawa seketika. "Papi nakal pantas cekali dipukul."


"Hei, anak siapa dia? Mulutnya pedas sekali."


Plak


"Itu anakmu."


"Astaga, aku hanya bercanda."


*****

__ADS_1


Saat ini semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga karena mengelilingi baby Zira yang sibuk sendiri. Tak ada yang tidak gemas melihat bayi gembul itu, tak jarang jika Zira dikelilingi dengan banyak cinta.


"Hi everyone, I am back."


Suara teriakan Elle membuat Andre menatapnya kesal.


"Bisakah memberi salam dengan sopan?"


Plak


"Aku lebih tua darimu."


Andra hanya bisa menghela nafas berat ketika melihat Elle dipersatukan dengan Andre. Keduanya tidak akan pernah bisa diam karena segala hal bisa dijadikan bahan perdebatan.


"Arraaa!" teriak Elle lalu memeluk Arra yang sedang di dapur.


"Astaga, aku belum mandi dan berkeringat sekarang" ucap Arra khawatir.


Elle terkekeh pelan. Lama tidak bertemu dengan iparnya tersebut ternyata Arra masih polos. Ah, pantas saja Andra sangat mencintainya.


"Hei, aku merindukan mu tau!"


"Tapi Elle, baju mu nanti bau keringat" ucap Arra yang mengundang gelak tawa semua orang.


"Kenapa Arra sangat menggemaskan?"


Plak


"Bisa-bisanya membicarakan istri orang didepan suaminya" gerutu Andra seraya menatap sang adik dengan kesal.


"Apakah aku salah mengagumi ciptaan Sang Pencipta?" tanya Andre membela diri.


Andra itu hanya bisa melihat Elle dan Andre yang selalu tidur padahal dirinya dengan sang adik juga selalu ribut. Disaat Andre memuji Arra, disitulah sang suami posesif akan marah dan kesal.


"Bagaimana bisa Arra tahan hidup dengannya?" gumam Andre pelan.


Ia tidak habis pikir mengapa Arra mau menghabiskan waktunya untuk hidup menyedihkan bersama pria tua itu. Apa Arra tidak melihat bahwa suaminya sangat menyebalkan?


"Menikah sana."


"Aku juga ingin menikah."


"Cih, sombong sekali. Siapa kekasihmu?"


"Arra."


Plak.


*****


Di kamar Andra, kedua pasangan suami istri tersebut sedang berganti pakaian. Ah ralat, hanya Arra yang sedang mencoba gaun pesta nya sedangkan Andra sedang duduk dan bersandar di tempat tidur dengan wajah kesal.


"Mas, apa terlihat sangat berlebihan?" tanya Arra seraya tatapannya fokus menatap dirinya di cermin.


Andra pun hanya diam seraya menatap sang istri dengan raut wajah kesal.

__ADS_1


"Mas, ini ter—loh? Mas Andra kenapa?"


Siapapun akan tertawa melihat wajah kesal Andra yang benar-benar menggemaskan. Arra bahkan harus sekuat tenaga menahan tawa karenanya.


"Hei, kenapa ini bayi besar kok marah-marah?"


Andra mendengus kesal. "Masa Andre mau nikahin kamu. Apa-apaan coba?!"


"Astaga, Andre kan hanya bercanda, Mas."


"Bercandanya nggak lucu sekali. Ini lagi kamu kenapa pakai gaun yang bagus? Kan terlihat makin cantik."


Arra terkekeh pelan melihat kelakuan Andra yang sedang kesal namun tetap memuji dirinya.


"Lalu? Arra harus bagaimana?" tanya Arra seraya duduk dipangkuan sang suami.


"Ganti baju lah, Mas nggak kasih izin keluar dari kamar kalau tetap pakai baju itu."


"Heh! Mas Andra mau Arra pakai apa? Masa dasteran?"


"Ih jangan! Dasteran juga nggak boleh, kecantikannya semakin terlihat" ucap Andra yang membuat Arra tertawa seketika.


"Astaga, ini si Bapak sedang posesif ceritanya?"


Untung saja Zero sudah sibuk sendiri di lantai bawah dan Zira yang sudah dikelilingi oleh semua orang sehingga Arra mempunyai waktu santai berdua dengan sang suami. Jika dipikir-pikir, ia dan Andra sudah jarang menghabiskan waktu berdua karena terlalu fokus mengurus anak-anak mereka.


"Sayang, bisa nggak sih kamu jangan terlalu cantik? Kan Mas yang ribet."


"Loh? Kenapa jadi Mas Andra yang ribet?" tanya Arra tertawa.


"Ribet mikir mau pukul orangnya pakai tangan kanan atau tangan kiri."


Plak.


"Heh, jangan aneh-aneh ya."


"Lagian kan siapa suruh mereka melirik istri orang. Pokoknya siapapun yang berani macam-macam, akan berhadapan dengan Mas, termasuk Leo dan Andre."


Tentu saja ucapan Andra mengundang gelak tawa Arra. Arra tidak habis pikir secantik apa dirinya hingga ada begitu banyak pria yang meliriknya?


"Nggak ada pengecualian dengan siapapun karena kadang musuh itu orang yang dekat dengan kita. Bagaimana kalau Leo atau Andre tiba-tiba berpikir mau merebut mu dari Mas?! Nggak boleh dibiarkan!"


"Mas.. kenapa mikirnya terlalu jauh sih?!"


"Sayang, seperti pepatah kita itu harus mencegah dari pada mengobati. Mas kan harus siap siaga" ucap Andra memberikan pengertian.


"Bagaimana kalau Arra yang siap siaga? Mas sadar nggak sih kalau Mas Andra itu dikelilingi dengan banyak wanita-wanita cantik yang bisa aja menggoyahkan iman, Mas Andra.. Tau nggak, Arra pernah kepikiran gimana kalau nantinya setelah melahirkan tiba-tiba Arra menjadi semakin jelek dengan badan yang gemuk dan disandingkan dengan sosok seperti Mas Andra.. yang takut itu harusnya Arra, karena Mas Andra jadi idaman semua wanita."


Andra menggeleng pelan. "Nggak ada. Yang cantik kan kamu."


Blush


Andra selalu bisa membuat istrinya malu.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2